Siaran Berita, Surabaya, (24/8/2026) – Sebanyak 10 mahasiswa Kelompok SBY 2 Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIE Pemuda Surabaya resmi menuntaskan seluruh rangkaian program pengabdian kepada masyarakat di lingkungan RW 02, Kelurahan Ngagel Rejo, Kecamatan Wonokromo, Surabaya. Pelaksanaan KKN yang berlangsung sejak 18 Juli hingga 9 Agustus 2026 tersebut tidak hanya diarahkan pada pelaksanaan kegiatan sosial secara langsung, tetapi dirancang sebagai upaya membangun pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan melalui penguatan ekonomi, kepedulian terhadap lingkungan, peningkatan kesehatan, serta penguatan nilai-nilai kebersamaan yang menjadi bagian dari semangat Pancasila.
Mengusung tema “Menuju Kampung Pancasila: Go Green Economy melalui Penguatan UMKM Digital, Pelestarian Lingkungan, dan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Nilai-Nilai Pancasila”, kelompok KKN SBY 2 memusatkan kegiatan di wilayah RW 02 yang mencakup RT 09 hingga RT 13. Tema tersebut menjadi landasan bagi mahasiswa dalam menyusun berbagai program yang tidak berdiri sendiri, melainkan saling berkaitan antara satu bidang dengan bidang lainnya. Penguatan UMKM ditempatkan sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi warga, sementara kegiatan lingkungan diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran mengenai kebersihan dan pengelolaan sampah. Pada saat yang sama, kegiatan kesehatan dan aktivitas sosial masyarakat menjadi sarana untuk memperkuat hubungan antara mahasiswa dan warga selama pelaksanaan KKN.
Tahapan pelaksanaan kegiatan diawali dengan koordinasi dan pemetaan wilayah bersama pengurus RT dan RW setempat pada Sabtu (18/7/2026). Tahap awal tersebut menjadi bagian penting sebelum program-program KKN dijalankan, karena mahasiswa terlebih dahulu membangun komunikasi dengan perangkat lingkungan sekaligus mengenali kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah sasaran. Koordinasi dilakukan agar setiap kegiatan yang dirancang dapat disesuaikan dengan kondisi lingkungan serta melibatkan masyarakat secara langsung. Setelah proses persiapan tersebut, pelaksanaan KKN kemudian dibuka secara resmi pada Minggu (19/7/2026) di Balai RW 02 Ngagel Rejo. Pembukaan ditandai dengan penyerahan mahasiswa oleh pihak kampus yang kemudian diterima oleh Ketua RW 02 beserta jajaran tokoh masyarakat setempat. Momentum tersebut sekaligus menjadi awal kolaborasi antara mahasiswa, pengurus lingkungan, dan warga dalam menjalankan rangkaian program pengabdian selama masa KKN.

Semangat Go Green Economy kemudian mulai diwujudkan melalui program yang menyasar penguatan sektor ekonomi masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di lingkungan RT 09 hingga RT 13. Mahasiswa KKN memberikan penyuluhan yang tidak hanya membahas motivasi dalam menjalankan usaha, tetapi juga memperkenalkan pemahaman mengenai buyer persona sebagai salah satu dasar dalam menentukan sasaran pasar. Pengetahuan tersebut diberikan untuk membantu pelaku UMKM memahami karakter calon konsumen dengan lebih baik sehingga produk yang ditawarkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Pendekatan tersebut juga diarahkan agar pelaku usaha mulai melihat ruang digital sebagai bagian dari perkembangan pemasaran, sehingga UMKM lokal memiliki peluang untuk memperluas jangkauan pasar dan tidak hanya bergantung pada konsumen di lingkungan sekitar.
Penguatan ekonomi tersebut berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap persoalan lingkungan. Bagi mahasiswa KKN SBY 2, konsep Go Green Economy tidak hanya berkaitan dengan aktivitas ekonomi yang berkembang, tetapi juga membutuhkan lingkungan masyarakat yang bersih dan tertata. Karena itu, mahasiswa mengajak warga terlibat secara langsung dalam kegiatan kerja bakti massal yang dilaksanakan pada Sabtu (25/7/2026) dan Sabtu (1/8/2026). Kegiatan tersebut menyasar wilayah RT 09, RT 10, dan RT 13 dengan agenda penataan jalan serta pembersihan lingkungan. Keterlibatan warga dalam kegiatan gotong royong menjadi bagian penting karena kebersihan lingkungan tidak dapat dibangun hanya melalui program sementara, melainkan membutuhkan kesadaran dan partisipasi masyarakat secara berkelanjutan.

Kegiatan kerja bakti tersebut kemudian diperkuat dengan penyuluhan mengenai pentingnya memilah sampah rumah tangga. Mahasiswa memperkenalkan gagasan pembentukan dan pemanfaatan Bank Sampah sebagai salah satu upaya untuk mendorong masyarakat memiliki tata kelola sampah yang lebih baik. Sampah rumah tangga yang selama ini berpotensi hanya menjadi limbah dapat dipilah dan dikelola berdasarkan jenisnya sehingga memiliki nilai guna maupun nilai ekonomi. Langkah tersebut sekaligus mempertemukan aspek lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui pengelolaan Bank Sampah, warga tidak hanya diajak menjaga kebersihan kawasan tempat tinggal, tetapi juga diperkenalkan pada cara melihat persoalan sampah sebagai bagian dari peluang pengelolaan sumber daya yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Perhatian mahasiswa tidak berhenti pada sektor ekonomi dan lingkungan. Kesehatan masyarakat juga menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian program KKN SBY 2. Pada Minggu (26/7/2026), mahasiswa menyelenggarakan kegiatan senam bersama yang dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga RW 02. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mengajak masyarakat menjaga kebugaran sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan sebagai langkah preventif. Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan tersebut juga memberikan ruang interaksi yang lebih dekat dengan warga, sehingga kegiatan pengabdian tidak hanya berlangsung dalam bentuk penyuluhan, tetapi melalui aktivitas yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Upaya memperluas perhatian terhadap kesehatan masyarakat kemudian dilanjutkan pada Sabtu (8/8/2026) melalui kolaborasi dengan kader Posyandu di RT 11 dan RT 12. Keterlibatan kader Posyandu menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk mendukung layanan kesehatan masyarakat yang telah berjalan di tingkat lingkungan. Kolaborasi tersebut diarahkan agar kegiatan pelayanan dan perhatian terhadap kesehatan dapat menjangkau berbagai tahapan usia masyarakat. Dengan demikian, program KKN tidak mengambil alih peran masyarakat maupun kader yang telah menjalankan kegiatan secara rutin, tetapi berupaya hadir sebagai mitra yang membantu memperkuat pelaksanaan kegiatan di lingkungan setempat.
Selain program yang berorientasi pada ekonomi, lingkungan, dan kesehatan, mahasiswa juga memberikan perhatian terhadap aspek sosial serta kebersamaan warga. Semangat tersebut diwujudkan melalui gelaran lomba dalam rangka memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia yang dilaksanakan di Balai RT 10 pada Minggu (2/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi warga untuk berkumpul, berinteraksi, dan membangun suasana kebersamaan. Bagi mahasiswa KKN, kegiatan sosial semacam ini menjadi bagian dari proses membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus memperkuat nilai gotong royong yang menjadi salah satu karakter penting dalam kehidupan bermasyarakat dan selaras dengan semangat Pancasila.
Berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan selama masa KKN tersebut pada akhirnya membentuk satu rangkaian pengabdian yang saling berhubungan. Penguatan UMKM digital diarahkan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat, kerja bakti dan edukasi Bank Sampah ditujukan untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan, sementara senam, pemeriksaan kesehatan, dan kolaborasi Posyandu menjadi bagian dari perhatian terhadap kualitas kesehatan warga. Di sisi lain, kegiatan peringatan Kemerdekaan menjadi ruang untuk memperkuat interaksi sosial dan gotong royong. Keseluruhan program tersebut ditempatkan dalam kerangka Kampung Pancasila yang tidak hanya dimaknai sebagai sebuah identitas wilayah, tetapi sebagai upaya menghadirkan nilai-nilai Pancasila melalui kegiatan nyata yang melibatkan masyarakat.
Setelah seluruh program kerja diselesaikan, rangkaian KKN SBY 2 STIE Pemuda Surabaya resmi ditutup pada Minggu (9/8/2026) di Balai RW 02 Ngagel Rejo. Kegiatan penutupan diisi dengan pemaparan hasil serta evaluasi terhadap seluruh program kerja yang telah dilaksanakan selama masa pengabdian. Evaluasi tersebut menjadi bagian dari proses untuk melihat kembali pelaksanaan kegiatan, mulai dari program penguatan UMKM, kegiatan lingkungan, pelayanan kesehatan, hingga aktivitas sosial yang telah melibatkan warga di wilayah RT 09 sampai RT 13. Acara tersebut kemudian dilanjutkan dengan penyerahan kembali mahasiswa dari pihak Ketua RW 02 dan perwakilan Kelurahan Ngagel Rejo kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIE Pemuda Surabaya sebagai tanda berakhirnya masa pengabdian mahasiswa di wilayah tersebut.
Berakhirnya masa KKN tidak lantas dipandang sebagai berakhirnya seluruh manfaat program yang telah dijalankan. Pihak Kelurahan Ngagel Rejo bersama pengurus RW 02 menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa selama melaksanakan berbagai kegiatan di lingkungan masyarakat. Apresiasi tersebut terutama ditujukan terhadap program-program yang dinilai memberikan dampak positif bagi warga, baik melalui edukasi UMKM digital, kegiatan kebersihan lingkungan, pengelolaan Bank Sampah, maupun dukungan terhadap kegiatan kesehatan dan sosial masyarakat.
Harapan keberlanjutan kemudian menjadi salah satu pesan penting setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai. Program edukasi mengenai UMKM digital yang telah diberikan kepada pelaku usaha diharapkan dapat terus diterapkan dan dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan usaha masing-masing. Begitu pula dengan tata kelola Bank Sampah yang telah diperkenalkan dan didorong melalui kegiatan penyuluhan serta kerja bakti. Keberlanjutan program tersebut akan sangat bergantung pada keterlibatan warga dalam mempertahankan kebiasaan memilah dan mengelola sampah serta menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama.
Melalui rangkaian kegiatan yang berlangsung selama lebih dari tiga pekan tersebut, KKN Kelompok SBY 2 STIE Pemuda Surabaya menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat dilakukan melalui pendekatan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan warga secara bersamaan. Ekonomi, lingkungan, kesehatan, dan sosial tidak ditempatkan sebagai sektor yang terpisah, melainkan dirangkai menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih mandiri dan peduli terhadap lingkungan. Semangat gotong royong yang hadir dalam kerja bakti, partisipasi warga dalam kegiatan kesehatan dan sosial, serta keterlibatan pelaku UMKM dalam edukasi digital menjadi bagian dari proses membangun hubungan yang lebih kuat antara mahasiswa dan masyarakat.
Pada akhirnya, gagasan Kampung Pancasila berbasis Go Green Economy yang dibawa mahasiswa KKN SBY 2 tidak hanya berhenti pada rangkaian kegiatan selama masa pengabdian. Nilai utama dari program tersebut terletak pada upaya meninggalkan pengetahuan, kebiasaan, dan inisiatif yang dapat diteruskan oleh masyarakat setelah mahasiswa kembali ke kampus. Penguatan UMKM digital, pengelolaan Bank Sampah, kepedulian terhadap kebersihan, perhatian terhadap kesehatan, serta semangat gotong royong diharapkan dapat terus tumbuh menjadi bagian dari kehidupan masyarakat RW 02 Ngagel Rejo. Dengan keberlanjutan tersebut, cita-cita mewujudkan lingkungan yang sejahtera, mandiri, aktif, dan berwawasan lingkungan dapat terus dikembangkan oleh masyarakat sebagai bagian dari semangat Kampung Pancasila.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer




































































