SIDOARJO – Pemahaman mengenai pengelolaan keuangan menjadi salah satu modal penting bagi pelaku usaha dalam menjaga keberlangsungan bisnis sekaligus mempersiapkan kebutuhan keluarga di masa mendatang. Hal tersebut menjadi perhatian Rumah BUMN Sidoarjo melalui kegiatan Seminar Perencanaan Keuangan dan Investasi Syariah Sejak Dini yang dilaksanakan pada Selasa, 4 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut menghadirkan Faris Kurnia Hakim, S.EI., M.SEI., dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur. Seminar diikuti oleh pelaku-pelaku UMKM binaan Rumah BUMN Sidoarjo dengan materi yang diarahkan pada kebutuhan pengelolaan keuangan pelaku usaha mikro.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengetahui pemahaman awal peserta terkait pengelolaan keuangan dan investasi berbasis syariah. Hasil evaluasi awal tersebut digunakan sebagai acuan dalam penyampaian materi agar pembahasan lebih relevan dengan kondisi dan kebutuhan peserta.
Dalam pemaparannya, Faris menjelaskan bahwa perencanaan keuangan memiliki cakupan yang lebih luas daripada sekadar mencatat pemasukan dan pengeluaran. Perencanaan keuangan merupakan proses menetapkan langkah-langkah secara terukur untuk mencapai berbagai tujuan hidup, baik yang bersifat jangka pendek maupun jangka panjang.
Kebutuhan tersebut dapat berupa biaya pendidikan anak, kepemilikan rumah, kebutuhan pernikahan, dana ibadah, hingga persiapan masa pensiun. Menurutnya, kesiapan finansial perlu dibangun sebelum risiko terjadi karena kondisi seperti kehilangan pendapatan, inflasi, sakit, kecelakaan, maupun kebutuhan dana pada masa pensiun dapat muncul sewaktu-waktu.
“Perencanaan keuangan menjadi cara untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan tersebut sehingga kondisi ekonomi keluarga tetap terjaga,” jelas Faris dalam kegiatan seminar.
Selain membahas pengaturan arus kas, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya membangun aset melalui investasi. Salah satu instrumen yang dibahas adalah emas. Dalam materi seminar, emas dijelaskan sebagai aset yang selama bertahun-tahun dikenal memiliki kecenderungan peningkatan nilai dan dapat membantu menjaga daya beli ketika terjadi inflasi.
Peserta kemudian diarahkan untuk menyusun prioritas keuangan dengan mempertimbangkan keseluruhan pendapatan dan pengeluaran bulanan. Alokasi dana dapat disusun untuk kebutuhan pokok, pembayaran cicilan, tabungan, investasi, zakat, serta dana darurat. Pola pengelolaan yang disiplin diharapkan dapat membantu pelaku UMKM memenuhi kebutuhan usaha sekaligus menyiapkan cadangan untuk menghadapi risiko di kemudian hari.
Aspek syariah juga menjadi bagian penting dalam pembahasan. Peserta diperkenalkan pada prinsip bahwa aktivitas investasi tidak hanya mempertimbangkan keuntungan finansial, tetapi juga perlu memperhatikan kesesuaian dengan nilai-nilai syariah. Dalam konteks pengelolaan keuangan, peserta juga disarankan mengenal dan memanfaatkan layanan perbankan syariah.
Dalam materi tersebut dijelaskan bahwa perbankan syariah memiliki karakteristik tersendiri, antara lain pengawasan oleh Dewan Pengawas Syariah, penerapan prinsip syariah pada produk dan transaksi, penggunaan aktivitas usaha yang jelas sebagai dasar transaksi, serta pengarahan investasi pada sektor-sektor halal. Perbankan syariah juga memiliki keterkaitan dengan kegiatan sosial melalui penyaluran zakat dan program kemaslahatan lainnya.
Pembahasan tersebut dinilai relevan bagi pelaku UMKM karena keputusan dalam mengelola keuangan tidak hanya berkaitan dengan kelangsungan usaha, tetapi juga berpengaruh terhadap kondisi ekonomi keluarga. Pengelolaan keuangan yang tertata dapat menjadi dasar bagi pengembangan usaha dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan nilai-nilai syariah.
Interaksi antara pemateri dan peserta berlangsung cukup aktif. Sejumlah peserta membagikan pengalaman dalam mengelola keuangan usaha dan rumah tangga, termasuk tantangan memisahkan keuangan pribadi dari keuangan bisnis serta pertimbangan dalam memilih instrumen investasi. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dibahas secara interaktif melalui contoh yang dekat dengan aktivitas sehari-hari pelaku UMKM.

Pada akhir kegiatan, panitia melaksanakan post-test sebagai bagian dari evaluasi untuk melihat perkembangan pemahaman peserta setelah mengikuti seminar. Evaluasi menunjukkan adanya tambahan wawasan peserta mengenai penyusunan perencanaan keuangan, pengenalan risiko finansial, serta konsep investasi syariah sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan ekonomi usaha dan keluarga.
Melalui kegiatan ini, Rumah BUMN Sidoarjo mendorong pelaku UMKM agar literasi keuangan tidak berhenti pada pemahaman, tetapi dapat diterapkan dalam pengelolaan usaha sehari-hari. Perencanaan yang lebih matang dan pemilihan instrumen investasi yang sesuai prinsip syariah diharapkan dapat mendukung terbentuknya usaha yang sehat, berkelanjutan, serta memberikan manfaat bagi keluarga dan lingkungan masyarakat.
Penulis : Faris Kurnia Hakim, Muhammad Syarofi
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan, foto, gambar, ilustrasi, apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































