Yogyakarta, 23 September 2026 — Belajar mengenal makanan sehat tidak selalu harus melalui buku atau gambar. Anak-anak Kelompok TK A (Peduli) TK Al-I’dad An-Nuur memperoleh pengalaman belajar secara langsung melalui kegiatan memasak sayur sop dan membuat jus wortel, Rabu (23/9/2026). Kegiatan yang dipandu oleh guru kelas tersebut menjadi bagian dari pengalaman belajar anak untuk mengenal bahan pangan, kebersihan, dan kebiasaan hidup sehat melalui aktivitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta turut mendampingi guru dan anak selama proses pembelajaran. Kegiatan ini mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas.
Pembelajaran diawali dengan pengenalan bahan-bahan yang akan digunakan untuk membuat sayur sop dan jus wortel. Guru mengajak anak mengamati bentuk, warna, aroma, dan mengenali nama bahan makanan yang tersedia. Setelah itu, anak dilibatkan dalam tahapan sederhana yang sesuai dengan kemampuan dan aspek keselamatan, seperti mencuci dan menyiapkan bahan. Tahapan yang memerlukan penggunaan alat atau sumber panas dilakukan oleh orang dewasa dengan pendampingan guru. Anak kemudian mengamati proses pengolahan hingga bahan menjadi sayur sop dan jus wortel. Mahasiswa PK juga mendampingi anak selama proses berlangsung, sementara guru memberikan arahan mengenai kebersihan, keselamatan, kerja sama, dan keterlibatan anak dalam setiap tahapan kegiatan.
Pengalaman secara memasak langsung memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar melalui situasi yang nyata. Anak tidak hanya mengenal sayuran melalui gambar atau penjelasan, tetapi juga dapat mengamati dan berinteraksi langsung dengan bahan pangan serta melihat proses pengolahannya. Dari proses tersebut, anak memperoleh pengalaman dalam mengenali bahan makanan, mengikuti urutan kegiatan, berkomunikasi, bekerja sama, dan menjaga kebersihan. Bagi sekolah, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang memanfaatkan aktivitas sehari-hari sebagai sumber belajar. Kegiatan tersebut mendukung SDG 3 melalui pengenalan perilaku hidup bersih dan sehat serta bahan pangan berbasis sayuran, sekaligus mendukung SDG 4 melalui pengalaman belajar yang aktif, bermakna, dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini.
Kegiatan memasak bersama pengalaman menjadi sederhana yang membawa pembelajaran lebih dekat dengan kehidupan anak. Melalui aktivitas tersebut, anak tidak hanya mengenal bahan pangan, tetapi juga belajar menjaga kebersihan, mengikuti proses, dan bekerja sama. Pengalaman seperti ini diharapkan dapat terus hadir dalam pembelajaran di sekolah sebagai cara mengenalkan berbagai pengetahuan melalui aktivitas yang nyata dan menyenangkan.
Penulis: A’yun Syahra Dzikrin
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan, foto, gambar, ilustrasi, apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





































































