JAKARTA — Memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi kerap dianggap sebagai salah satu modal penting bagi mahasiswa untuk memasuki dunia kerja. Namun, nilai akademik bukan satu-satunya kemampuan yang diperhatikan perusahaan. Kemampuan berkomunikasi, termasuk berbicara secara jelas dan efektif, semakin menjadi bagian penting dari kesiapan seseorang menghadapi lingkungan profesional.
Data National Association of Colleges and Employers (NACE) dalam Job Outlook 2026 Spring Update menunjukkan bahwa komunikasi, kerja sama tim, profesionalisme, dan kemampuan berpikir kritis menjadi keterampilan yang dinilai paling penting oleh perusahaan terhadap lulusan baru. Namun, perusahaan masih menilai kemampuan komunikasi, profesionalisme, dan berpikir kritis lulusan baru perlu ditingkatkan.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa kemampuan akademik perlu diikuti kemampuan untuk menyampaikan pengetahuan dan gagasan kepada orang lain. Dalam lingkungan kerja, seseorang tidak hanya dituntut memahami suatu persoalan, tetapi juga mampu menjelaskan ide, menyampaikan pendapat, berdiskusi, menerima masukan, hingga berkomunikasi dengan rekan kerja maupun atasan.
NACE juga mencatat bahwa hampir 80 persen perusahaan dalam Job Outlook 2025 mencari bukti kemampuan kerja sama tim pada kandidat. Sementara itu, keterampilan komunikasi verbal dicari oleh lebih dari dua pertiga perusahaan yang menjadi responden. Kemampuan komunikasi tertulis, inisiatif, etos kerja, dan keterampilan teknis juga dinilai penting oleh sedikitnya 70 persen responden.
Kemampuan berbicara bukan hanya berkaitan dengan keberanian tampil di depan banyak orang. Keterampilan tersebut mencakup kemampuan menyampaikan informasi secara terstruktur, mendengarkan secara aktif, mengajukan pertanyaan yang tepat, serta menyesuaikan cara berkomunikasi dengan lawan bicara. NACE mendefinisikan kompetensi komunikasi sebagai kemampuan bertukar informasi, ide, fakta, dan perspektif secara jelas dan efektif dengan orang di dalam maupun di luar organisasi.
Kebutuhan terhadap keterampilan tersebut juga sejalan dengan perubahan dunia kerja. World Economic Forum melalui Future of Jobs Report 2025 menyebutkan bahwa lebih dari 1.000 perusahaan yang mewakili lebih dari 14 juta pekerja menjadi bagian dari survei mengenai perubahan pekerjaan dan keterampilan. Laporan tersebut menempatkan kepemimpinan dan pengaruh sosial, kreativitas, ketahanan, fleksibilitas, serta kemampuan beradaptasi sebagai bagian dari keterampilan penting yang dibutuhkan tenaga kerja.
Sementara itu, Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dalam laporan 2026 mengenai penggunaan keterampilan di tempat kerja menemukan bahwa keterampilan kerja sama dan kemampuan mengatur diri termasuk keterampilan yang banyak digunakan dalam pekerjaan. Temuan ini memperlihatkan bahwa memiliki kualifikasi pendidikan saja tidak otomatis membuat seseorang mampu menggunakan seluruh keterampilannya secara optimal di tempat kerja.
Karena itu, mahasiswa perlu melihat kesiapan kerja secara lebih luas. IPK tetap dapat menjadi salah satu indikator pencapaian akademik, tetapi pengalaman organisasi, kegiatan presentasi, magang, proyek, kerja kelompok, dan aktivitas lain yang melatih komunikasi dapat menjadi bekal tambahan ketika memasuki dunia profesional.
Kemampuan berbicara juga dapat dilatih secara bertahap. Mahasiswa dapat membiasakan diri menyampaikan pendapat dalam diskusi, melakukan presentasi, mengikuti organisasi atau kegiatan kepanitiaan, berlatih wawancara kerja, serta belajar mendengarkan dan merespons lawan bicara dengan baik.
Pada akhirnya, persaingan di dunia kerja tidak hanya mempertemukan kandidat berdasarkan nilai akademik, tetapi juga berdasarkan kemampuan mereka menerapkan pengetahuan dan bekerja bersama orang lain. IPK tinggi dapat menjadi salah satu modal awal, sedangkan kemampuan komunikasi membantu seseorang menjelaskan kompetensi yang dimilikinya dan menunjukkan bagaimana kompetensi tersebut dapat memberikan kontribusi di lingkungan kerja.
Penulis: Aina Rahma Fitriyani & Irna Santi – Universitas Pamulang
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan, foto, gambar, ilustrasi, apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer




































































