Tehoru, 9 Oktober 2026 – Politeknik Negeri Ambon melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pelatihan Digitalisasi Administrasi Keuangan Berbasis Aplikasi Digital untuk Meningkatkan Kapabilitas Pengelola BUMNeg dan UMKM di Kecamatan Tehoru”. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi pengelola Badan Usaha Milik Negeri (BUMNeg) dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mengelola administrasi keuangan dengan memanfaatkan teknologi digital.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh perlunya peningkatan kompetensi pengelola BUMNeg dan UMKM, terutama dalam penerapan prinsip dasar akuntansi serta pemanfaatan aplikasi digital untuk pencatatan dan pelaporan keuangan. Pengelolaan keuangan yang sistematis dan terdokumentasi menjadi aspek penting dalam mendukung akuntabilitas serta keberlanjutan usaha dan kelembagaan ekonomi lokal.
Ketua Tim PKM, Ventje J. Kuhuparuw, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi pengelola BUMNeg dan pelaku UMKM dalam mengelola administrasi keuangan dengan memanfaatkan aplikasi digital. Menurutnya, kemampuan mengelola keuangan secara tertib menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan usaha dan penguatan tata kelola kelembagaan ekonomi lokal.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap pengelola BUMNeg dan pelaku UMKM semakin memahami pentingnya pencatatan keuangan yang sistematis, akuntabel, dan terdokumentasi. Dengan administrasi keuangan yang lebih baik, informasi keuangan dapat digunakan sebagai dasar evaluasi dan pengambilan keputusan usaha,” ujar Ventje.
Sebagai instruktur, Ardiansyah, S.E., M.Ak., menekankan pemanfaatan aplikasi SIAPIK sebagai sarana pencatatan transaksi keuangan. Pelaksanaan kegiatan ini turut melibatkan Defrian Gafur Pattiiha dan Heni Hatalabessy, mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Administrasi Bisnis.
“Pemanfaatan aplikasi SIAPIK diharapkan dapat membantu peserta membiasakan diri melakukan pencatatan transaksi keuangan secara lebih teratur. Keterampilan ini perlu diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari agar pencatatan keuangan tidak hanya dilakukan saat diperlukan, tetapi menjadi bagian dari pengelolaan bisnis,” jelas Ardiansyah.
Ventje menambahkan bahwa keberlanjutan program pelatihan perlu didukung melalui tindak lanjut yang melibatkan peserta, Pemerintah Kecamatan Tehoru, serta pemerintah desa/negeri. Salah satu upaya yang dapat dipertimbangkan adalah pembentukan kelompok pendampingan lanjutan untuk membantu pengelola BUMNeg dan pelaku UMKM menerapkan pencatatan keuangan menggunakan SIAPIK secara konsisten.

Manfaat kegiatan ini juga disampaikan oleh salah satu peserta, Sukasmin Selumena, Sekretaris BUMNeg Mosso. Menurutnya, pelatihan digitalisasi administrasi keuangan memberikan manfaat bagi pengelola BUMNeg dan pelaku UMKM, khususnya dalam meningkatkan pemahaman mengenai pencatatan keuangan usaha.
Untuk mendukung keberlanjutan program, rekomendasi tindak lanjut diarahkan kepada peserta, Pemerintah Kecamatan Tehoru, serta pemerintah desa/negeri. Salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan adalah pembentukan kelompok pendampingan lanjutan agar penggunaan SIAPIK dan praktik pencatatan keuangan dapat diterapkan secara konsisten.
Melalui kegiatan PKM ini, P3M Politeknik Negeri Ambon berupaya mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan keuangan usaha. Penguatan kompetensi digital diharapkan dapat mendorong administrasi keuangan yang lebih akuntabel serta mendukung pengembangan dan keberlanjutan BUMNeg dan UMKM di Kecamatan Tehoru.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan, foto, gambar, ilustrasi, apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





































































