Seminar dan Pameran Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI) 2025 resmi digelar di Hotel Borobudur Jakarta mulai hari ini, Selasa (19/8), hingga Kamis (21/8). Ajang tahunan bergengsi ini kembali mempertemukan para praktisi, akademisi, dan pelaku usaha konstruksi dari dalam dan luar negeri. Dengan kuota peserta terbatas hanya 550 orang, kegiatan ini menjadi forum terpilih bagi pelaku industri yang ingin memperbarui wawasan, sekaligus memperluas jejaring kerja.
Selama tiga hari, HAKI 2025 menghadirkan program yang padat dan berbobot. Pada dua hari pertama, seminar internasional menampilkan sejumlah pakar berkelas dunia, antara lain Profesor Chia-Ming Uang dari University of California San Diego yang membahas tren terbaru desain seismik struktur baja di Amerika Serikat, Keh-Chyuan Tsai dari National Taiwan University dengan topik seismic shear panel dampers, serta John Wallace dari University of California Los Angeles yang menguraikan desain berbasis kinerja untuk gedung tinggi dengan core wall beton bertulang. Udai P Singh, Sekjen ACECC, juga menyoroti praktik standar pembangunan berkelanjutan yang relevan di kawasan Asia, sementara Prof. Ir. Iswandi Imran, MASc., Ph.D menampilkan pembelajaran penting dari peristiwa gempa bumi di Myanmar.
Sementara itu, pada hari terakhir, kegiatan dilanjutkan dengan short course intensif yang berfokus pada pengembangan teknis mendalam. Program ini diisi dengan materi seperti filosofi desain struktur baja berdasarkan standar internasional AISC, detail perancangan Buckling-Restrained Braces (BRB), hingga inovasi dalam pengembangan shear wall beton bertulang. Sesi pelatihan ini menjadi magnet tersendiri bagi para engineer yang menekuni bidang desain struktur.
Selain seminar dan pelatihan, pameran konstruksi juga menjadi daya tarik utama penyelenggaraan HAKI 2025. Pameran ini menampilkan berbagai perusahaan penyedia material, teknologi, dan solusi konstruksi. WIKA Beton, salah satu pemain terkemuka di industri beton pracetak, hadir sebagai peserta pameran dengan menampilkan produk unggulan yang mengusung efisiensi, inovasi, dan keberlanjutan. Kehadiran WIKA Beton mempertegas relevansi industri konstruksi nasional dalam menjawab tantangan pembangunan infrastruktur modern.
Penyelenggaraan HAKI 2025 tidak hanya berfungsi sebagai forum akademis, tetapi juga menjadi ajang bisnis strategis. Bagi perusahaan konstruksi dan supplier material, forum ini menjadi peluang untuk memperkuat posisi di pasar, menjalin relasi dengan mitra potensial, sekaligus menjajaki kolaborasi regional dan global.
Dengan dihadiri antara 500 hingga 600 peserta profesional, mulai dari insinyur sipil, pengembang, kontraktor, konsultan, hingga akademisi, HAKI 2025 kembali menegaskan posisinya sebagai forum tahunan terpenting di sektor konstruksi. Diskusi-diskusi yang berlangsung di ruang seminar maupun di arena pameran menunjukkan satu hal yang jelas: industri konstruksi Indonesia tengah bergerak menuju integrasi yang lebih luas antara keilmuan modern dan inovasi industri untuk mendukung pembangunan nasional yang berdaya saing.
HAKI 2025 diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat kapasitas sektor konstruksi Indonesia, seiring dengan meningkatnya kebutuhan infrastruktur berkualitas di Tanah Air.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































