GRESIK, Kegiatan KKN Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya di Desa Sidomukti
Tumpukan batang pisang yang selama bertahun-tahun hanya dibiarkan menumpuk dan membusuk di sudut-sudut kebun warga Desa Sidomukti, Kabupaten Gresik, kini tidak lagi dipandang sebelah mata. Limbah pertanian yang selama ini dianggap tidak memiliki nilai tersebut berhasil disulap menjadi produk yang jauh lebih bermanfaat, yakni sabun cair pencuci tangan. Perubahan ini merupakan buah dari program pengabdian kepada masyarakat bertajuk EcoBan-Clean, yang digagas dan dijalankan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) sub-kelompok 6 dari Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya.
Program tersebut digelar sepanjang bulan Juli 2026 dan lahir dari keresahan sekelompok mahasiswa terhadap kondisi lingkungan di Desa Sidomukti, khususnya menumpuknya limbah pertanian yang tidak terkelola dengan baik. Batang pisang menjadi salah satu limbah yang paling banyak ditemukan namun paling jarang dimanfaatkan oleh warga setempat. Setelah biji dan buah pisang dipanen, batangnya kerap ditinggalkan begitu saja hingga membusuk, padahal keberadaannya berpotensi menimbulkan masalah kebersihan lingkungan jika dibiarkan terus-menerus tanpa penanganan yang tepat.
Berangkat dari persoalan itulah, mahasiswa KKN yang tergabung dalam sub-kelompok 6 kemudian merancang sebuah solusi sederhana namun berdampak, yaitu mengolah limbah batang pisang menjadi sabun cair. Proses pengolahan ini dilakukan melalui metode saponifikasi, sebuah reaksi kimia yang mengubah lemak atau minyak menjadi sabun, dengan memanfaatkan kandungan saponin alami yang terdapat pada batang pisang. Saponin sendiri dikenal memiliki sifat seperti sabun alami karena mampu menghasilkan busa dan memiliki daya bersih, sehingga cocok dijadikan bahan dasar produk pembersih ramah lingkungan.
Seluruh proses produksi ini tidak dijalankan begitu saja tanpa pendampingan. Mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untag Surabaya turut ambil bagian dalam membimbing warga, mulai dari tahap pengolahan bahan baku, pencampuran komposisi, hingga pengemasan produk akhir agar layak dipasarkan. Pendampingan ini penting dilakukan mengingat sebagian besar warga belum memiliki pengalaman dalam mengolah limbah pertanian menjadi produk bernilai jual, sehingga bimbingan teknis dari mahasiswa menjadi kunci keberhasilan program.
Program EcoBan-Clean juga tidak berjalan sendiri tanpa arahan akademik. Dosen pembimbing lapangan, Haikal Arsalan, S.H., M.H., turut mengawal jalannya kegiatan sejak tahap awal hingga akhir. Pengawasan yang dilakukan mencakup proses edukasi kepada warga mengenai cara produksi yang benar, aspek keamanan bahan, hingga penyusunan strategi pemasaran agar produk yang dihasilkan dapat diterima oleh masyarakat luas. Keterlibatan dosen pembimbing ini menjadi salah satu faktor yang memastikan program tetap berjalan sesuai kaidah akademik sekaligus relevan dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Sasaran utama dari program ini adalah kelompok ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Sidomukti. Pemilihan kelompok PKK sebagai mitra utama bukan tanpa alasan, sebab organisasi ini dinilai memiliki jaringan sosial yang kuat di tingkat desa serta potensi untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Melalui program ini, ibu-ibu PKK diberikan pelatihan intensif mengenai teknik produksi sabun cair, mulai dari pemilihan bahan baku yang tepat, takaran komposisi, hingga proses pengemasan yang higienis dan menarik.
Harapannya, keterampilan yang telah diperoleh selama pelatihan tidak berhenti sebatas pengetahuan, melainkan dapat dikembangkan menjadi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) baru yang mampu memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga di Desa Sidomukti. Dengan modal produksi yang relatif terjangkau karena memanfaatkan limbah yang tersedia secara gratis di lingkungan sekitar, usaha ini dinilai memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan tanpa membebani warga dengan biaya bahan baku yang tinggi.
Tidak hanya berfokus pada aspek produksi, mahasiswa KKN sub-kelompok 6 juga turut mendampingi warga dalam membangun identitas produk agar lebih siap bersaing di pasar. Pendampingan ini meliputi penentuan nama produk, perancangan desain kemasan yang menarik, hingga penyusunan deskripsi pemasaran yang informatif dan komunikatif. Aspek branding semacam ini dinilai sangat penting, mengingat produk yang baik dari segi kualitas belum tentu dapat bersaing di pasaran apabila tidak didukung dengan kemasan dan strategi promosi yang memadai.
Pendekatan menyeluruh mulai dari produksi hingga pemasaran ini sengaja dirancang agar hasil dari program pengabdian tidak hanya berhenti pada tahap uji coba semata. Mahasiswa berharap sabun cair EcoBan-Clean dapat terus diproduksi secara mandiri oleh warga meskipun program KKN telah usai. Dengan kata lain, keberlanjutan usaha menjadi salah satu indikator utama keberhasilan program ini, bukan sekadar terciptanya satu produk dalam jangka waktu singkat.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik, seluruh rangkaian kegiatan dalam program EcoBan-Clean turut didokumentasikan secara rinci dalam Laporan Akhir Pengabdian kepada Masyarakat. Dokumentasi ini mencakup proses perencanaan, pelaksanaan pelatihan, hingga evaluasi hasil program, yang nantinya dapat menjadi bahan referensi baik bagi pihak kampus, warga desa, maupun pihak lain yang tertarik mereplikasi program serupa di wilayah lain.
Melalui inovasi sederhana ini, program EcoBan-Clean diharapkan dapat menjadi contoh nyata bahwa persoalan lingkungan, seperti limbah organik, sesungguhnya dapat diselesaikan dengan pendekatan yang praktis dan berkelanjutan. Lebih dari itu, program ini juga menunjukkan bagaimana sinergi antara mahasiswa, akademisi, dan masyarakat mampu menghasilkan solusi yang tidak hanya menjawab persoalan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga desa, khususnya dalam mendorong tumbuhnya usaha kecil berbasis pemanfaatan sumber daya lokal.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






































































