Empat mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Negeri Semarang (UNNES) Ajeng Fatika Sari, Mustika Nur Hasanah, Nurul Hidayati, dan Sabrina Aprilia — di bawah bimbingan Dr. Nuriana Rachmani Dewi (Nino Adhi), S.Pd., M.Pd., mengembangkan sebuah inovasi pembelajaran digital yang menghubungkan matematika dan budaya lokal. Media pembelajaran ini memanfaatkan potensi Museum Kereta Api Ambarawa sebagai sumber inspirasi. Museum Kereta Api Ambarawa menjadi jembatan antara konsep matematika dan realitas kehidupan, terutama pada materi persamaan garis lurus. Melalui konteks perkeretaapian seperti pengukuran jarak rel, kecepatan, waktu tempuh, serta harga tiket siswa diajak untuk mempelajari matematika secara nyata dan kontekstual.
RELONIKA hadir dalam
bentuk web-game edukatif dan worksheet interaktif berbasis Problem Based Learning (PBL). Setiap aktivitasnya menggabungkan narasi sejarah, tantangan pemecahan masalah, serta simulasi berbasis data nyata, sehingga peserta didik tidak hanya belajar menghitung, tetapi juga memahami bagaimana matematika berperan dalam kehidupan dan budaya.

Inovasi ini menjadi contoh penerapan etnomatematika yang disesuaikan dengan perkembangan teknologi modern. RELONIKA juga menerapkan konsep deep learning, di mana siswa didorong untuk memahami makna di balik setiap konsep, bukan sekadar menghafal rumus. Proses belajar pun menjadi lebih mendalam, menyenangkan, dan bermakna.
Melalui RELONIKA, tim pengembang berharap dapat menumbuhkan kecintaan siswa terhadap budaya Indonesia sekaligus meningkatkan kemampuan Higher Order Thinking Skills (HOTS) mereka. Inovasi ini diharapkan dapat menginspirasi pendidik untuk terus berkreasi mengembangkan pembelajaran yang interaktif, kontekstual, dan berakar pada budaya lokal.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”



































































