Bumi Sedang Tidak baik baik saja Ketika Isu Lingkungan Semakin Viral, tetapi Kesadaran Masih Setengah Jalan
1. Perubahan Iklim Kini Terasa di Kehidupan Sehari-hari “Bumi perlahan menunjukkan tanda bahwa ada sesuatu yang tidak lagi berjalan normal. Perubahan iklim yang dulu dianggap ancaman masa depan kini mulai terasa dalam kehidupan sehari hari. Perubahan iklim yang dulu dianggap ancaman masa depan kini mulai terasa dalam kehidupan sehari-hari.”namun dalam beberapa tahun terakhir, dampaknya mulai dirasakan secara nyata oleh masyarakat. Suhu udara terasa semakin panas, musim menjadi tidak menentu, dan bencana hidrometeorologi semakin sering menjadi perhatian masyarakat. dibanding beberapa tahun sebelumnya.
“Data BMKG menunjukkan suhu rata-rata di Indonesia mengalami tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir seiring meningkatnya dampak perubahan iklim global. BMKG menunjukkan adanya tren peningkatan suhu di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.Fenomena ini membuat isu lingkungan semakin ramai dibicarakan, terutama di media sosial.
Menurut saya, kondisi ini menunjukkan bahwa kerusakan lingkungan bukan lagi sekadar isu global yang jauh dari kehidupan masyarakat. Dampaknya sudah hadir di sekitar kita, hanya saja masih banyak masyarakat yang belum menyadari dampaknya secara penuh.
2. Sampah Plastik Masih Menjadi Masalah yang Sulit Diselesaikan Walaupun kampanye pengurangan plastik semakin populer, penggunaan plastik sekali pakai masih sangat tinggi. Sampah kemasan makanan dan minuman masih mudah ditemukan di sungai, jalanan, hingga area wisata.
Berdasarkan data SIPSN KLHK, timbulan sampah nasional mencapai puluhan juta ton per tahun dan didominasi oleh sampah rumah tangga serta plastik sekali pakai. Sebagian besar berasal dari sampah rumah tangga dan plastik sekali pakai.
Ironisnya, masyarakat sebenarnya sudah memahami bahaya sampah plastik bagi lingkungan. Namun pemahaman tersebut belum sepenuhnya berubah menjadi kebiasaan hidup. Banyak yang mendukung kampanye peduli lingkungan di internet, tetapi masih sulit mengurangi penggunaan plastik dalam aktivitas sehari-hari.
3. Cuaca Ekstrem Membuat Kesadaran Lingkungan Mulai Meningkat Curah hujan ekstrem, banjir, hingga suhu panas berlebih menjadi pembahasan yang semakin sering muncul Belakangan ini. Beberapa wilayah di Indonesia bahkan mengalami perubahan cuaca yang sulit diprediksi.
Menurut BMKG, perubahan iklim berpengaruh terhadap meningkatnya potensi cuaca ekstrem di berbagai daerah Indonesia. Kondisi ini membuat masyarakat mulai sadar bahwa kerusakan lingkungan memiliki dampak langsung terhadap kehidupan manusia.
Namun yang menjadi masalah,kesadaran terhadap lingkungan sering meningkat ketika bencana mulai dirasakan secara langsung oleh masyarakat.kesadaran tersebut perlahan menghilang dan kebiasaan lama kembali dilakukan.
4. Tren “Eco Friendly” Semakin Populer, tetapi Kadang Hanya Menjadi Pencitraan Saat ini gaya hidup ramah lingkungan menjadi bagian dari tren sosial. Istilah seperti eco friendly, sustainable living, dan green lifestyle semakin sering digunakan, terutama di media sosial.
Banyak produk mulai memakai label ramah lingkungan karena dianggap lebih menarik bagi konsumen. Namun menurut saya, sebagian kampanye tersebut terkadang lebih fokus pada citra dibanding perubahan nyata.
Masih ada orang yang terlihat peduli lingkungan di internet, tetapi dalam kehidupan sehari-hari tetap boros plastik, membuang sampah sembarangan, atau terlalu konsumtif. Akibatnya, kepedulian lingkungan terlihat hanya sebagai tren sesaat, bukan kesadaran jangka panjang
. 5. Menjaga Lingkungan Tidak Membutuhkan Kesempurnaan, tetapi Konsistensi Masalah lingkungan sebenarnya tidak selalu membutuhkan tindakan besar. Kebiasaan sederhana seperti membawa botol minum sendiri, mengurangi plastik, menghemat listrik, dan membuang sampah pada tempatnya dapat memberikan dampak besar jika dilakukan secara konsisten.
Menurut saya, bumi tidak membutuhkan manusia yang paling sering berbicara tentang lingkungan. Lingkungan tidak membutuhkan manusia yang hanya ramai berbicara ketika isu sedang viral, tetapi membutuhkan manusia yang mau menjaga alam melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten setiap hari.
Karena pada akhirnya, lingkungan yang sehat bukan diwariskan oleh orang yang paling banyak membuat kampanye, melainkan oleh mereka yang bersedia mengubah kebiasaan dirinya sendiri
Penulis: Salwa nabila Mahasiswi Psikologi Islam UIN Raden Intan Lampung
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer


































































