Sudahkah kamu benar-benar mengenal dirimu sendiri, atau selama ini kamu hanya mengenal versi dirimu yang disukai orang lain?
Di tengah tuntutan hidup dan lingkungan sosial, banyak remaja merasa harus mengikuti standar tertentu agar dapat diterima oleh orang lain. Demi mendapatkan penerimaan tersebut, sebagian remaja pun mulai menyembunyikan sisi diri mereka yang sebenarnya. Mereka membangun citra diri yang terlihat baik-baik saja, berpura-pura bahagia, dan menyesuaikan diri dengan harapan orang lain. Kondisi ini dapat menimbulkan stres, kelelahan emosional, serta membuat remaja tanpa sadar kehilangan kenyamanan terhadap dirinya sendiri.
Keinginan untuk selalu diterima sering membuat sebagian remaja lebih memperhatikan penilaian orang lain daripada memahami dirinya sendiri. Padahal, kesehatan mental adalah kondisi ketika seseorang mampu menyadari kemampuannya, mengelola tekanan hidup, dan berfungsi secara baik dalam kehidupan sehari-hari (Putri et al., 2023). Dalam hal ini, self-awareness atau kesadaran diri menjadi hal penting karena membantu individu mengenali emosi, memahami diri, serta menjaga keseimbangan kondisi psikologis (Mustika et al., 2024).
Gambaran mengenai proses menuju kesadaran diri tersebut terlihat dalam lagu “Epiphany” yang dibawakan oleh Kim Seok-Jin dari BTS dalam album Love Yourself: Answer. Lagu ini menggambarkan seseorang yang terlalu sibuk memenuhi harapan orang lain hingga melupakan dirinya sendiri (Larasati et al., 2022). Hal ini terlihat dalam lirik: “Aneh sekali, aku jelas sangat mencintaimu, aku ingin menyesuaikan segalanya untukmu dan hidup untukmu” yang menunjukkan bahwa ia lebih fokus pada kebahagiaan dan penilaian orang lain terhadap dirinya. Tanpa disadari, ia pun mulai membangun topeng untuk menutupi perasaan yang sebenarnya.
Namun, topeng tersebut tidak dapat bertahan selamanya. Semakin seseorang berusaha menjadi apa yang diharapkan orang lain, semakin besar tekanan yang dirasakan (Larasati et al., 2022). Hal ini digambarkan dalam lirik: “Semakin aku melakukan ini, semakin aku tidak bisa mengatasi badai di hatiku. Aku mengungkapkan diriku yang sebenarnya di balik topeng senyuman” Lirik ini menggambarkan bahwa emosi yang dipendam lama-kelamaan sulit ditahan, hingga jati diri yang asli perlahan muncul di balik senyum yang dipaksakan.
Lagu ini kemudian menunjukkan titik balik ketika muncul pertanyaan mengenai diri sendiri, seperti yang tertuang di lirik: “Mengapa aku ingin menyembunyikan hari berharga ini? Mengapa aku begitu takut menyembunyikan jati diriku yang sebenarnya?” yang menandai awal kesadaran diri, dan ia mulai memahami bahwa rasa tidak bahagia itu muncul karena ketakutan untuk menjadi diri sendiri. Akibatnya, seseorang sering menyembunyikan pikiran serta kepribadian yang sebenarnya dari orang lain. Dan justru di titik itulah self-awareness mulai bekerja sebagai proses perlahan menuju pemahaman yang lebih utuh tentang diri sendiri.
Melalui proses tersebut, lagu ini menegaskan bahwa self-awareness berperan penting dalam menjaga kesehatan mental. Kesadaran diri bukan hanya tentang mengenali kelebihan, tetapi juga menerima kekurangan dan emosi sebagai bagian dari diri manusia. Dengan memahami diri secara utuh, seseorang dapat lebih mampu menghadapi tekanan sosial tanpa kehilangan identitasnya.
Self-awareness sendiri dapat dilatih secara perlahan melalui langkah-langkah sederhana, seperti meluangkan waktu untuk refleksi diri, menulis diary tentang perasaan yang dialami setiap harinya, berlatih mindfulness, serta membuka diri terhadap masukan dari orang-orang terdekat (Susilo & Anggapuspa, 2024).
Pada akhirnya, lagu “Epiphany” menyampaikan pesan bahwa penerimaan diri merupakan langkah awal menuju kesehatan mental yang lebih baik. Menjadi diri sendiri mungkin tidak selalu mudah, namun itulah kunci untuk mencapai ketenangan dan keseimbangan dalam kehidupan. Sebab, kesehatan mental bukan tentang hilangnya semua masalah, melainkan tentang keberanian untuk mengenal, menerima, dan berdamai dengan diri sendiri.
Daftar pustaka:
Larasati, M. F., Daniar, A., & Marta, R. farady. (2022). Semiotic Analysis of the Love Myself Message in the BTS Song Lyrics ‘Epiphany.’ Journal Communication Spectrum, 12(1). https://doi.org/10.36782/jcs.v12i1.2183
Mustika, A., Apriani, I., Jaria, A., & Badriyah, L. (2024). Pengaruh Self Awareness dan Regulasi Emosi Terhadap Kesehatan Mental Remaja di Kecamatan Pondok Kelapa, Bengkulu Tengah. Da’wah & Education Journal, 5(1), 1–8. https://siducat.org/index.php/dawuh
Putri, M. A., Bimantoko, I., Herton, N., & Listiyandini, R. A. (2023). Gambaran Kesadaran, Akses Informasi, dan Pengalaman terkait Layanan Kesehatan Mental pada Masyarakat di Indonesia. Journal Psikogenesis, 11(1), 14–28. https://doi.org/10.24854/jps.v11i1.1961
Susilo, I. N., & Anggapuspa, M. L. (2024). PERANCANGAN MINDFULNESS JOURNAL SEBAGAI UPAYA MELATIH SELF-AWARENESS PADA EMERGING ADULT. BARIK, 6(2), 128–144. https://doi.org/10.26740/jdkv.v6i2.63489
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer



































































