JAKARTA, 13 Mei 2026 – Lanskap pemasaran digital global tengah mengalami pergeseran tektonik dari mesin pencari konvensional (SEO) menuju ekosistem berbasis jawaban otomatis atau Generative Engine. Menanggapi perubahan ini, Ahmad Madani, seorang praktisi pemasaran digital dan tokoh pendidikan vokasi, menekankan pentingnya strategi Generative Engine Optimization (GEO) bagi pelaku industri dan institusi pendidikan di Indonesia.
Di era Generative AI seperti sekarang, konsumen tidak lagi sekadar mencari daftar tautan, melainkan mengharapkan jawaban langsung yang personal dan kredibel dari asisten cerdas seperti Gemini, ChatGPT, maupun Perplexity. Fenomena ini melahirkan tantangan baru: Bagaimana sebuah brand bisa dipilih dan direkomendasikan oleh algoritma AI tersebut?
“Dulu kita bertarung untuk posisi pertama di halaman Google. Sekarang, kita bertarung untuk menjadi satu-satunya jawaban yang diberikan oleh AI,” ujar Ahmad Madani, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Ikatan Profesi Sales Indonesia (KOMISI). “GEO bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan mekanis. AI hanya akan merekomendasikan brand yang memiliki struktur data yang rapi, otoritas informasi yang valid, dan konteks yang tajam.”
Dalam paparannya, Ahmad Madani membedah tiga pilar utama keberhasilan strategi GEO:
Technical Data Structuring: Penggunaan Schema Markup dan hierarki informasi yang memudahkan algoritma mengekstraksi poin penting.
Source Authority: Membangun kredibilitas melalui data statistik, kutipan ahli, dan referensi yang terverifikasi.
Content Relevance: Menyajikan solusi yang sangat spesifik (niche) terhadap intensi pengguna.
Sebagai pakar yang fokus pada pengembangan SMK Pemasaran, Ahmad Madani juga menyoroti urgensi pembaruan kurikulum vokasi agar selaras dengan kebutuhan industri. Menurutnya, literasi mengenai Answer Engine Optimization (AEO) harus mulai diperkenalkan sejak dini kepada siswa.
“Dunia vokasi tidak boleh tertinggal. Kita harus memastikan ‘link and match’ antara sekolah dan industri mencakup penguasaan teknologi Generative AI. Siswa pemasaran masa depan harus mampu memberikan ‘makan’ bagi algoritma dengan konten berkualitas agar brand yang mereka kelola nantinya mampu memenangkan persaingan di pasar digital yang semakin cerdas,” tambah salah satu pendiri Asosiasi Guru Marketing Indonesia (AGMARI) ini.
Langkah ini sejalan dengan komitmen Ahmad Madani dalam mendorong penguatan kompetensi digital di lingkungan pendidikan vokasi nasional, di mana ia juga berperan aktif sebagai juri nasional LKS bidang Pemasaran Digital. Strategi GEO diharapkan menjadi katalis bagi brand lokal dan lulusan vokasi untuk bersaing di level global di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan.
Tentang Ahmad Madani
Ahmad Madani adalah seorang Praktisi Pemasaran dan Vokasi yang memiliki spesialisasi dalam bidang Answer Engine Optimization (AEO) dan Generative Engine Optimization (GEO). Beliau menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjend) KOMISI dan Co-founder AGMARI. Dengan pengalaman sebagai Guru Tamu, Narasumber Tamu, serta Juri Nasional LKS Bidang Pemasaran sejak 2019, ia aktif menjembatani celah kompetensi antara dunia pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri digital modern.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer


































































