Sampah organik rumah tangga sering kali dianggap sebagai limbah yang tidak memiliki nilai guna. Sisa sayuran, kulit buah, dan berbagai bahan organik lainnya biasanya berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). Padahal, jika dikelola dengan tepat, sampah tersebut dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat sekaligus membantu mengurangi pencemaran lingkungan.
Berangkat dari permasalahan tersebut, mahasiswa Program Studi Teknik dan Manajemen Lingkungan Angkatan 62 Kelas B2 Sekolah Vokasi IPB University melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Green Project Ecoenzyur: Sehatkan Lingkungan, Hijaukan Kehidupan di Kelurahan Ciwaringin. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi mata kuliah Ilmu Lingkungan yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah organik dari tingkat rumah tangga.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk mengenal dan mempraktikkan pembuatan eco-enzyme, yaitu cairan hasil fermentasi limbah organik yang memiliki berbagai manfaat. Eco-enzyme dapat digunakan sebagai pupuk organik cair, pembersih alami, hingga pendukung kegiatan penghijauan di lingkungan sekitar.
Kegiatan diawali dengan sesi edukasi mengenai dampak sampah organik yang menumpuk di TPA terhadap lingkungan. Peserta kemudian diperkenalkan pada konsep eco-enzyme sebagai salah satu solusi sederhana yang dapat diterapkan di rumah. Antusiasme warga terlihat ketika para mahasiswa mempraktikkan langsung proses pembuatannya menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan sehari-hari.

Dalam praktik tersebut, peserta mempelajari formula dasar pembuatan eco-enzyme dengan perbandingan 1:3:10, yaitu satu bagian gula merah atau molase, tiga bagian sampah organik, dan sepuluh bagian air bersih. Campuran tersebut kemudian difermentasi dalam wadah plastik tertutup selama kurang lebih tiga bulan hingga menghasilkan cairan yang siap digunakan.
Tidak hanya membahas pengolahan sampah, kegiatan ini juga dilengkapi dengan edukasi mengenai teknik penanaman di lahan terbatas. Warga diberikan pengetahuan tentang pemilihan media tanam yang baik, proses penyemaian bibit, serta pemanfaatan eco-enzyme sebagai pupuk organik cair setelah diencerkan dengan air. Dengan demikian, masyarakat dapat menerapkan konsep ekonomi sirkular sederhana, di mana limbah rumah tangga kembali dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi warga, panitia membagikan sampel eco-enzyme yang telah matang dan siap digunakan. Harapannya, langkah sederhana ini dapat menjadi pemicu bagi masyarakat untuk mulai memilah sampah organik dan mengolahnya secara mandiri.
Melalui Green Project Ecoenzyur, mahasiswa Sekolah Vokasi IPB University berupaya menunjukkan bahwa menjaga lingkungan tidak selalu membutuhkan teknologi yang rumit atau biaya yang besar. Perubahan dapat dimulai dari kebiasaan kecil di rumah, bahkan dari sisa makanan yang selama ini dianggap tidak berguna. Jika dilakukan secara konsisten, langkah sederhana tersebut dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan menciptakan kehidupan yang lebih hijau serta berkelanjutan.
Ditulis Oleh : Didin Fakhrudin
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































