Inovasi Energi Terbarukan: Mahasiswa KKN Desa Kampale Ubah Sekam Padi Jadi Briket Ramah Lingkungan
Kampale, 11 Januari 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin Posko Desa Kampale, Kec. Duapitue, Kab. SIDRAP meluncurkan program pelatihan pembuatan briket dari sekam padi (kulit padi). Inisiatif ini bertujuan ganda: mengatasi masalah limbah pertanian yang menumpuk sekaligus menyediakan sumber energi alternatif yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan bagi warga setempat.
Pemanfaatan Limbah Pertanian Menjadi Energi Baru
Kegiatan pelatihan ini diselenggarakan di rumah kak Ila salah satu warag Desa Kampale pada [ Tanggal]. Siapa yang terlibat dalam program ini? Yaitu Mahasiswa KKN Posko Desa Kampale bersama dengan perwakilan kelompok tani dan ibu-ibu rumah tangga. Apa yang menjadi fokus kegiatan? Yaitu demonstrasi dan pelatihan langsung pembuatan briket yang memanfaatkan sekam padi, limbah yang sangat banyak ditemukan di desa karena mayoritas warga bekerja sebagai petani sawah.
Mengapa inovasi ini penting? Tumpukan sekam padi sering kali dibakar atau dibiarkan membusuk, yang dapat menyebabkan polusi udara dan masalah lingkungan. Mahasiswa KKN melihat ini sebagai peluang untuk mengubah limbah yang tidak bernilai menjadi produk energi bernilai jual, sehingga mengurangi ketergantungan warga pada bahan bakar fosil yang semakin mahal.
Tim KKN menunjukkan Bagaimana proses pembuatan briket ini. Tahapannya meliputi pengarangan sekam padi (karbonisasi), penghalusan arang sekam, pencampuran dengan perekat alami (seperti tepung tapioka), pencetakan, dan pengeringan briket. Teknik pembuatan briket ini relatif sederhana dan dapat diadopsi dengan alat-alat manual yang mudah ditemukan di desa.
Mendorong Kemandirian Energi Warga
“Praise, Koordinator Posko KKN Kampale, menyatakan, “Kami ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap limbah. Sekam padi bukan lagi sampah, melainkan sumber daya. Briket sekam ini memiliki nilai kalori yang cukup tinggi, pembakarannya lebih lama, dan yang terpenting, harganya jauh lebih terjangkau karena bahan bakunya tersedia melimpah di sini.”
Kepala Desa Kampale, Bapak Ashar Sose, mengapresiasi terobosan ini. “Energi alternatif adalah kebutuhan masa depan. Program KKN ini memberikan pengetahuan praktis yang bisa langsung diterapkan oleh kelompok tani dan UMKM kami. Kami berharap ini bisa menjadi produk unggulan desa, memberikan manfaat ekonomi dan menjaga kebersihan lingkungan desa kita,” tuturnya.
Inisiatif ini tidak hanya fokus pada proses produksi, tetapi juga pada aspek pemasaran briket. Harapannya, briket sekam padi ini dapat menjadi solusi energi mandiri bagi rumah tangga, serta membuka peluang usaha baru bagi warga Desa Kampale dalam mengelola limbah pertanian secara berkelanjutan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






























































