MALANG — Menghadapi berbagai tantangan lingkungan dan kebutuhan akan pengelolaan limbah yang lebih menyeluruh di kawasan Desa Harjokuncaran, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kelompok 171 hadir memberikan solusi teknologi dan inovasi tepat guna. Saat ini mereka berfokus pada potensi pertanian lokal yang belum termanfaatkan secara optimal di Desa Harjokuncaran. Menyadari banyaknya sisa limbah kulit kopi dari hasil sisa pengolahan kopi yang terbuang percuma, para mahasiswa ini hadir memberikan sebuah inovasi cerdas berbentuk briket yang diberi nama “Brikopi Harjo”.
Inovasi teknologi tepat guna ini terwujud dalam rangkaian program KKN yang didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Rindya Fery Indrawan, S.Pi., MP. Dengan dukungan kelembagaan secara penuh dari LPPM UMM, Kelompok 171 melaksanakan program ini sebagai upaya untuk memberikan manfaat nyata dan mendorong peningkatan potensi sumber daya yang tersedia di lingkungan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, limbah sisa pengolahan kulit kopi yang selama ini belum dimanfaatkan berhasil dioptimalkan fungsinya menjadi bahan bakar yang padat dan tahan lama.
Desa Harjokuncaran memiliki potensi komoditas kopi yang menjanjikan. Namun, setiap masa panen tiba, masyarakat seringkali dihadapkan pada satu permasalahan yang berulang yaitu penumpukan limbah kulit kopi. Limbah tersebut belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga sebagian besar hanya dibiarkan menumpuk dan kemudian dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Kondisi ini menunjukkan bahwa limbah kulit kopi masih memiliki potensi untuk diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat dan bernilai tambah bagi masyarakat.
Berdasarkan kondisi tersebut, Kelompok 171 KKN Berdampak UMM memberikan solusi praktis. Pemanfaatan limbah kulit kopi menjadi briket yang ramah lingkungan dihadirkan sebagai solusi nyata untuk mengatasi kondisi tersebut. Mahasiswa tidak sekadar memberikan teori, melainkan turun langsung memperkenalkan pengolahan briket sederhana yang berpotensi menjadi upaya pemanfaatan limbah di tingkat desa.
Hadirnya Brikopi Harjo merupakan bagian dari upaya Kelompok 171 KKN Berdampak UMM dalam mengoptimalkan pemanfaatan limbah kulit kopi di Desa Harjokuncaran. Program ini dirancang dengan beberapa tujuan yang saling berkesinambungan, yaitu meningkatkan keterampilan masyarakat melalui pelatihan pembuatan briket, mengoptimalkan pengelolaan limbah kulit kopi, serta memperkenalkan pemanfaatan limbah sebagai bahan bakar. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat memperoleh pengetahuan mengenai tahapan pengolahan kulit kopi menjadi briket, mulai dari proses persiapan bahan hingga menghasilkan briket yang dapat digunakan.
Pelaksanaan program Brikopi Harjo dilakukan dengan melibatkan masyarakat secara langsung dalam proses edukasi dan pelatihan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah kulit kopi secara mandiri. Selain sebagai upaya pengelolaan limbah, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya pengelolaan limbah yang tepat guna untuk mendukung lingkungan desa yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Sebagai produk inovasi, Brikopi Harjo memiliki keunggulan dalam memanfaatkan limbah kulit kopi yang belum optimal sekaligus mengoptimalkan potensi sumber daya lokal. Sebagai bahan bakar berbasis biomassa, Brikopi Harjo menjadi bentuk pemanfaatan limbah yang lebih tepat guna. Proses pembuatannya juga melibatkan masyarakat secara langsung, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola limbah secara berkelanjutan.
Program pengabdian ini merupakan wujud kepedulian mahasiswa UMM dalam memberikan solusi terhadap pengelolaan limbah dan pemanfaatan sumber daya lokal di masyarakat. Kelompok 171 KKN Berdampak UMM berharap pengetahuan dan keterampilan yang diberikan melalui program Brikopi Harjo dapat diterapkan secara berkelanjutan, sehingga masyarakat mampu mengelola limbah kulit kopi secara lebih optimal dan tepat guna.
Kehadiran inovasi Brikopi Harjo menunjukkan bahwa teknologi tepat guna dapat diterapkan sebagai salah satu solusi terhadap permasalahan lingkungan di masyarakat. Limbah kulit kopi yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal kini dapat diolah menjadi briket sebagai bahan bakar.
Reporter: Kelompok 171 KKN Berdampak UMM Harjokuncaran

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































