Yogyakarta — Sebanyak 180 murid dan 25 guru dari MTsN 43 Jakarta melaksanakan kunjungan studi tiru sekaligus pengenalan lingkungan ke MAN PK MAN 1 Yogyakarta pada Rabu (22/4/2026) yang bertempat di aula MAN 1 Yogyakarta.
Kegiatan ini menjadi ajang pembelajaran langsung bagi para murid untuk mengenal lebih dekat sistem pendidikan, budaya akademik, serta kehidupan kepesantrenan di salah satu madrasah unggulan di bawah Kementerian Agama Republik Indonesia. Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Kepala MAN 1 Yogyakarta Bidang Humas, Apriyata Dzikri Ramadhan, S.Hum
Dalam sambutannya, Kepala Tata Usaha MTsN 43 Jakarta, Lin Khadijah, S.Pd menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas kesempatan berkunjung ke MAN PK MAN 1 Yogyakarta. Ia menuturkan bahwa madrasah ini telah dikenal luas sebagai salah satu lembaga pendidikan unggulan yang mampu mencetak generasi berprestasi dan berakhlak. “Kami sangat bersyukur dapat hadir langsung untuk belajar dan mengambil inspirasi dari pengelolaan pendidikan di sini,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag, S.Pd, M.Pd menyampaikan terima kasih atas kehadiran rombongan MTsN 43 Jakarta. Ia menjelaskan bahwa Program Keagamaan (PK) hanya terdapat di 11 madrasah di seluruh Indonesia, dan MAN PK MAN 1 Yogyakarta menjadi salah satu di antaranya. Dalam kesempatan tersebut, ia juga memaparkan berbagai program unggulan madrasah, termasuk Program Kelas Internasional yang dirancang untuk memperluas wawasan global murid sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat internasional.
Pemaparan lebih mendalam mengenai Program Keagamaan disampaikan oleh Kepala Unit Kepesantrenan MAN 1 Yogyakarta, Hj. Latifah Rahmawati, M.Pd. Ia menjelaskan bahwa visi MAN PK dirumuskan dalam akronim ULAMA yang berarti Unggul, Literate, Aktual, Moderat, dan Berakhlakul Karimah. Visi ini diwujudkan melalui pembinaan terpadu yang menggabungkan penguatan keilmuan agama berbasis turats (kitab klasik), penguasaan literasi modern, pengembangan wawasan keislaman yang kontekstual, serta penanaman nilai-nilai moderasi beragama. Selain itu, sistem asrama menjadi bagian penting dalam membentuk karakter disiplin, kemandirian, dan spiritualitas murid.

Dalam sesi berikutnya, para murid juga mendapatkan pemaparan mengenai Organisasi Santri Keagamaan (OSAKA). Ketua OSAKA, Wahid Aulia Ramadhan, menjelaskan bahwa OSAKA merupakan organisasi yang berfokus pada pengelolaan program harian asrama, mulai dari kegiatan ibadah, kebersihan, hingga pembinaan kedisiplinan. Sementara itu, Ketua Kelompok Akademik dan Lintas Minat MAN PK (KALAM), Tomzy Arzuleo, memaparkan peran organisasi KALAM dalam mendorong peningkatan prestasi murid melalui berbagai program akademik dan kompetisi.
Prestasi yang diraih murid MAN PK MAN 1 Yogyakarta pun menjadi sorotan utama. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, tercatat sebanyak 132 prestasi berhasil diraih, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional. Capaian ini menjadi bukti nyata keberhasilan sistem pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Sebanyak lima murid dari MTsN 43 Jakarta mengajukan pertanyaan seputar kehidupan asrama, strategi belajar, hingga tips meraih prestasi di MAN PK.
Kunjungan ini semakin menegaskan bahwa MAN PK MAN 1 Yogyakarta memiliki daya tarik kuat di mata masyarakat. Dengan program unggulan yang komprehensif serta sistem pengelolaan dan pembinaan murid yang mumpuni, madrasah ini terus menjadi rujukan dan inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya dalam mencetak generasi unggul yang berilmu, berprestasi, dan berakhlak mulia. (H.A)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer



























































