Saya pernah memilliki seorang teman yang memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaannya kepada seseorang yang selama ini ia kagumi. Keputusan itu tidak hanya datang begitu saja, karena sebelumnya ia banyak meragukan kemungkinan yang akan terjadi. Namun, pada akhirnya ia memilih untuk bersikap jujur terhadap apa yang dirasakannya.
Setelah hal ini terjadi, saya pribadi melihat perubahan pada dirinya. Ia tampak lebih tenang dan tidak lagi dibayangi oleh rasa penasaran yang selama ini mengganggu pikirannya. Menurutnya, keberanian untuk menyampaikan apa yang dirasakan jauh lebih penting daripada terus menerus menyimpan perasaan tanpa tau akan apa yang terjadi selanjutnya.
Respons yang dia terima memang tidak sepenuhnya sesuai dengan apa yang diharapkan.Tetapi, ia tidak menjadikan hal tersebut sebagai alasan untuk larut dalam kekecewaan.
Pengalaman itu justru membuatnya lebih memahami bahwa tidak semua hal dapat berjalan sesuai keinginan kita. Ia belajar untuk menghargai keputusan orang lain dan menerima kenyataan dengan sikap yang lebih dewasa.
Dari histori ini, saya menyadari bahwa mengungkapkan perasaan bukan hanya tentang mendapatkan jawaban yang kita inginkan. Lebih dari itu, tindakan ini dapat menjadi proses pembelajaran yang membantu seseorang mengenal dirinya sendiri, melatih keberanian, serta membangun kedewasaan dalam menghadapi berbagai situasi kehidupan.
Penulis: Dimas Cenna Fahlevi
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






































































