MALANG – Berdasarkan data BPS jumlah pengangguran di malang adalah sebesar 28.353 pada tahun 2024 dan turun menjadi sebesar 27.710 pada tahun 2025. Di sisi lain, jumlah pengangguran Kota Malang menurut pendidikan menunjukkan lulusan SMK malah mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. BPS mencatat jumlah lulusan SMK yang menganggur naik pada 2025 menjadi 7.099 orang dari 6.584 pada tahun sebelumnya. mengapa pendidikan vokasi yang dirancang untuk siap kerja malah mendominasi menyumbang pengangguran?
Pemerintah Kota Malang mengidentifikasi pengangguran terjadi karena ketidakseimbangan kebutuhan tenaga kerja dengan ketersediaan pencari kerja, baik dari sisi jumlah maupun kualitas. ketidaksesuaian antara kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan perusahaan ini membuat perusahaan terkadang kesulitan menemukan pencari kerja yang sesuai dengan kualifikasi jabatan yang tersedia. Pasar kerja membutuhkan keterampilan yang spesifik, sedangkan lulusan menawarkan keterampilan yang belum tentu sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan tersebut. Ketika keduanya tidak sejalan, lowongan dapat tersedia sementara pencari kerja tetap menganggur. Sebagai kota pendidikan, Malang menghasilkan banyak lulusan setiap tahun. Pemerintah Kota Malang juga mengakui bahwa tidak semua lulusan dapat langsung terserap ke dunia kerja dan bahwa pencari kerja menghadapi ketidaksesuaian antara kualifikasi yang dimiliki dengan kebutuhan jabatan.

Karakter pendidikan SMK juga dapat mempengaruhi lulusannya dalam proses mencari pekerjaan. Dari awal, siswa SMK sudah dibekali keterampilan melalui jurusan yang sesuai dengan minat serta bidang keahliannya sampai terdapat magang dan pembelajaran praktiknya, berbeda dengan siswa SMA yang lebih banyak memberikan pendidikan umum. Karena itu, lulusan SMK memiliki pengalaman dan keterampilan yang lebih spesifik dan hal tersebut dapat digunakan dalam mencari pekerjaan sesuai dengan bidang yang mereka pelajari. Tetapi, Keahlian yang spesifik itu bisa membuat proses pencarian kerja menjadi lebih terbatas. Ketika keterampilan yang dimiliki lulusan belum sepenuhnya sesuai dengan apa yang diinginkan perusahaan atau lowongan yang sesuai dengan bidang keahlian tidak banyak tersedia, lulusan SMK bisa membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mendapatkan pekerjaan yang cocok dengan apa yang mereka inginkan.
Hal ini dapat menjadi salah satu hal yang perlu dilihat ketika membahas tingginya jumlah lulusan SMK yang menganggur di Kota Malang. Pada 2025, jumlah penganggur lulusan SMK mencapai 7.099 orang yang bahkan lebih tinggi dibandingkan lulusan SMA yang berjumlah 4.257. Namun, meskipun begitu, angka tersebut tidak bisa langsung diartikan bahwa lulusan SMK pemilih dalam mencari pekerjaan. Kondisi ini, justru perlu dilihat lebih jauh untuk mengetahui apakah kompetensi yang dimiliki lulusan SMK sudah benar benar sesuai dengan kebutuhan dan peluang kerja yang tersedia di Kota Malang. Artinya persoalan pengangguran lulusan SMK bukan hanya soal lulusan sudah siap bekerja atau belum tetapi ada persoalan yang lebih luas yaitu bagaimana untuk mempertemukan keterampilan yang dimiliki lulusan dengan kebutuhan dunia kerja agar pendidikan yang mereka tempuh benar benar memiliki ruang di pasar kerja.
Penulis:
Yulia Nur Dwi Cahyaningrum – Universitas Negeri Malang
Rosalia Kristri Rahayu – Universitas Negeri Malang
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan, foto, gambar, ilustrasi, apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






































































