Bantul (MTsN 6 Bantul) – Ketua MGMP Bahasa Indonesia MTs Kabupaten Bantul Rina Harwati merespons paparan pengawas madrasah dan ketua K2MTs dalam acara Pembinaan dan koordinasi Pengurus MGMP dengan pengawas madrasah, Kamis (4/9/2025) di Aula PLHUT Kantor Kemenag Bantul. Rina menyampaikan bahwa untuk mampu menyukseskan Tes Kemampuan Akademik berskala nasional maka perlu dilakukan kegiatan secara bedah SKL untuk intern guru-guru MTs di Kabupaten Bantul. Selain itu, perlunya penguatan para pejabat yang menaungi MGMP untuk mengaktifkan seluruh anggota hadir dan tertib mendukung program.
Usulan mendapat tanggapan yang baik dari Kasi Dikmad Kemenag Bantul, Ahmad Musyadad, Pengawas Madrasah Etyk Nurhayati, dan Ketua K2MTs, Sugeng Muhari. Ahmad Musyadad menegaskan bahwa seluruh anggota MGMP wajib aktif, jika ada permasalahan kehadiran dan dukungan dalam bentuk lain maka diupayakan selesai secara intern baru ke jenjang atasnya. Sementara itu, Etyk Nurhayati menguatkan bahwa MGMP perlu mengontrol dan melaporkan kehadiran anggota. “Kontrol kehadiran angggota MGMP dapat menggunakan daftar hadir yang ada,” ujar Etyk. Etyk juga menyampaikan dukungan terhadap kegiatan bedah SKL TKA. Hal ini diperkuat oleh Sugeng Muhari Ketua K2MTs yang memberikan waktu fleksibel saat MGMP. “Kegiatan MGMP bisa dilaksanakan dengan berpedoman pada edaran yang pernah diterbitkan untuk mengadakan workshop atau outingclass,” tandasnya.
Kepala Kantor Kemenag Bantul Muntholib yang memberikan pembinaan menyampaikan bahwa profesi guru adalah profesi yang mulia dan istimewa sehingga dibalik kemuliaannya diharapkan adanya korelasi yang positif antara tunjangan yang diterima oleh guru dengan kualitas pendidikan yang tercermin dari karakter peserta didik. “Guru bisa mengefektifkan MGMP untuk mengimplementasikan kebijakan-kebijakan baru dari pemerintah di bidang pendidikan, di antaranya Panca Cinta dalam Kurikulum Berbasis Cinta. Selain itu, melalui implementasi panca cinta dalam KBM akan membantu guru menyelesaikan permasalahan-permasalahan terkait karakter siswa saat ini, misalnya dalam memanfaatkan Makan Bergizi Gratis (MGB),” tutur Muntholib. Lebih lanjut dikatakan Muntholib bahwa untuk menjamin mutu guru di Kemenag tidak memiliki lembaga penjamin mutu seperti di Kementerian Pendidikan. Oleh karena itu, pengawas madrasahlah yang berperan sebagai pemantau mutu pendidikan. “Kegiatan ini sangat bagus dilaksanakan untuk mewadahi pengawas madrasah berkoordinasi langsung dengan MGMP sebagai penjamin kualitas pendidikan,” sambung Muntholib.
Selain Rina, Pengurus MGMP MTs asal MTs Negeri 6 Bantul juga turut hadir pada undangan pembinaan dan koordinasi dengan pengawas madrasah pada Kamis, (4/9/2025) di Aula PLHUT Kantor Kemenag Bantul. Tampak hadir pula Kepala MTsN 6 Bantul, Sugiyono yang bertindak selaku panitia dari unsur pengurus K2MTs Kabupaten Bantul. Guru dimaksud adalah Suhartatik Ketua MGMP Matematika, Joko Setiawan Ketua MGMP IPA, Rahmi Prabawaty Ketua MGMP PKn, dan Nurhadi selaku sekretaris MGMP Bahasa Arab. Sugiyono mengapresiasi seluruh peran guru MTsN 6 Bantul yang banyak menjadi ketua dan pengurus lain dalam MGMP. “Semoga bisa menjadi teladan guru-guru yang lain,” tandasnya. (rin)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































