Siaran Berita, Malang, (3/3/2026) – Suasana akademik Asia Tenggara memperoleh warna baru awal Juli 2025 ketika ratusan gagasan kepemudaan bertemu dalam satu panggung kolaboratif bernama Youth Innovation Forum 2025. Forum berskala internasional tersebut mempertemukan delegasi muda Indonesia bersama jejaring kampus terkemuka kawasan regional, membahas kepemimpinan, inovasi sosial, serta agenda besar Sustainable Development Goals. Pada momentum itulah nama Indonesia kembali bergema melalui partisipasi seorang mahasiswi magister Universitas Negeri Malang yang tampil membawa gagasan pendidikan berbasis kesiapan remaja.
Sukma Ayu Putri Titah Dewi merupakan mahasiswi Program Studi S2 Pendidikan Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang, perguruan tinggi negeri terkemuka Jawa Timur yang dikenal sebagai pusat pengembangan ilmu pendidikan. Perempuan kelahiran Indonesia tersebut aktif meneliti isu pendidikan karakter, kesehatan mental remaja, serta penguatan peran Guru Bimbingan dan Konseling tingkat sekolah menengah atas. Rekam jejak akademiknya memperlihatkan ketertarikan kuat pada pengembangan media layanan konseling berbasis teknologi. Seleksi ketat Youth Innovation Forum 2025 yang mencakup penilaian administrasi, proposal inovasi sosial, hingga wawancara kepemimpinan berhasil ia lalui dengan hasil unggul. Pencapaian tersebut menempatkan namanya sebagai delegasi resmi Indonesia pada forum internasional yang berlangsung sepanjang 1 hingga 7 Juli 2025 melintasi Malaysia, Singapura, serta Thailand. Keikutsertaan Sukma Ayu Putri Titah Dewi sekaligus mempertegas kontribusi mahasiswa Universitas Negeri Malang dalam percakapan global mengenai pendidikan berkualitas dan pembangunan berkelanjutan.
Youth Innovation Forum 2025 merupakan program pengembangan kepemudaan yang digagas Global Youth Action bekerja sama dengan sejumlah institusi ternama kawasan Asia Tenggara. Universiti Teknologi Malaysia Johor Bahru, National University of Singapore, serta Singapore Sustainable Gallery tercatat sebagai mitra akademik strategis. Agenda forum tidak sebatas presentasi ide, melainkan juga diskusi mendalam terkait implementasi SDGs, workshop kepemimpinan, serta pertukaran budaya lintas negara.

Malaysia menjadi titik awal rangkaian kegiatan. Aula akademik Universiti Teknologi Malaysia Johor Bahru menjadi saksi paparan puluhan inovasi sosial delegasi Indonesia. Sukma tampil mempresentasikan Marriage Readiness Website untuk siswa sekolah menengah atas yang diselaraskan dengan SKKPD Nomor 11 serta tujuan SDGs poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Gagasan tersebut dirancang sebagai instrumen layanan Guru BK guna mengukur kesiapan remaja menghadapi tanggung jawab masa depan sekaligus memperkuat pendidikan karakter dan ketahanan psikososial. Presentasi berlangsung interaktif, memperoleh tanggapan dari akademisi ahli SDGs serta peserta lintas disiplin ilmu.
Perjalanan berlanjut menuju Singapura. Lingkungan akademik National University of Singapore menghadirkan diskusi strategis mengenai kontribusi perguruan tinggi terhadap kesejahteraan sosial serta kesehatan mental generasi muda. Delegasi Indonesia turut mempelajari model pembangunan berkelanjutan jangka panjang melalui kunjungan edukatif ke Singapore Sustainable Gallery. Paparan mengenai perencanaan kota berkelanjutan hingga lima dekade ke depan membuka perspektif baru terkait integrasi pendidikan karakter dengan visi pembangunan nasional.
Hatyai Thailand menjadi penutup rangkaian forum. Pertemuan informal bersama mahasiswa serta warga lokal memperkaya pemahaman lintas budaya. Percakapan mengenai sistem pendidikan, tradisi sosial, serta dinamika kehidupan masyarakat Thailand memberi ruang refleksi mengenai pentingnya pendekatan konseling berbasis budaya. Interaksi tersebut memperluas sudut pandang Sukma dalam merancang layanan bimbingan yang adaptif terhadap keberagaman latar belakang peserta didik.

Partisipasi pada Youth Innovation Forum 2025 membawa dampak strategis secara akademik maupun personal. Paparan gagasan pada forum internasional memperkuat legitimasi inovasi Marriage Readiness Website sebagai solusi pendidikan karakter berbasis teknologi. Jejaring profesional lintas negara membuka peluang kolaborasi riset serta pengembangan program kepemudaan skala regional. Pengalaman tersebut juga mempertegas posisi mahasiswa Indonesia sebagai aktor penting dalam percaturan ide global mengenai Sustainable Development Goals.
Sukma menyampaikan harapan agar semakin banyak mahasiswa Universitas Negeri Malang berani mengambil peluang serupa. Forum internasional, menurutnya, bukan sekadar panggung prestise, melainkan ruang pembelajaran serta pembuktian kapasitas intelektual generasi muda Indonesia. Keterlibatan aktif pemuda pada isu pembangunan berkelanjutan diyakini menjadi kunci terciptanya masyarakat adaptif, inovatif, serta berdaya saing global.
Youth Innovation Forum 2025 akhirnya tidak hanya menjadi catatan perjalanan lintas negara, melainkan juga representasi optimisme pemuda Indonesia. Kiprah Sukma Ayu Putri Titah Dewi menghadirkan narasi bahwa gagasan yang lahir dari ruang kelas Universitas Negeri Malang mampu menjangkau percakapan internasional serta memberikan kontribusi nyata bagi pendidikan berkualitas dan masa depan generasi bangsa.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































