Mahasiswa UKI Gelar PKM di SMKN 10 Jakarta Bahas Pengaruh Nilai Keluarga terhadap Stereotip Sosial
Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Kristen Indonesia melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMKN 10 Jakarta pada Selasa, 19 Mei 2026. Kegiatan PKM ini mengangkat tema “Pengaruh Nilai Keluarga terhadap Pembentukan Stereotip dalam Interaksi Sosial Siswa SMK” dengan melibatkan siswa kelas X dan XI sebagai peserta kegiatan.

Kegiatan PKM mahasiswa Bimbingan dan Konseling UKI ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya nilai keluarga dalam membentuk sikap sosial yang positif. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan edukasi mengenai stereotip sosial yang sering terjadi di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini juga dilaksanakan sebagai bentuk pemenuhan Ujian Akhir Semester (UAS) Mata Kuliah Konseling Multikultural dengan dosen pengampu Dr. Melda Rumia Simorangkir, M.Pd., Kons. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di dalam kelas, tetapi juga mengimplementasikan ilmu konseling secara langsung di lingkungan sekolah.
Pelaksanaan PKM di SMKN 10 Jakarta dimulai dengan registrasi peserta, doa pembuka, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta sambutan dari pihak sekolah. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai nilai keluarga, toleransi, empati, dan dampak stereotip sosial terhadap interaksi sosial siswa SMK.
Narasumber dalam kegiatan PKM ini adalah Dian Kristin N. Manulang, mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Kristen Indonesia. Dalam penyampaian materi, narasumber menjelaskan bahwa lingkungan keluarga memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir, cara bersikap, dan cara seseorang memandang orang lain.

Agar kegiatan PKM lebih interaktif dan tidak membosankan, mahasiswa UKI juga mengadakan ice breaking “Angka Fokus” dan experiential learning bertajuk “Label atau Fakta”. Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak memahami bagaimana stereotip sosial dapat terbentuk hanya dari kesan pertama terhadap seseorang.
Dalam sesi “Label atau Fakta”, siswa diminta menuliskan label terhadap teman-temannya berdasarkan penilaian awal. Beberapa label yang muncul di antaranya seperti pendiam, humoris, ramah, cuek, sombong, hingga galak. Kegiatan ini membuat siswa menyadari bahwa stereotip sosial sering kali muncul tanpa mengenal karakter asli seseorang secara mendalam.

Mahasiswa Bimbingan dan Konseling UKI juga mengajak siswa SMKN 10 Jakarta melakukan diskusi kelompok mengenai pengalaman mereka saat menerima stereotip sosial di lingkungan sekolah. Banyak siswa mengaku pernah dinilai hanya berdasarkan penampilan, ekspresi wajah, cara berpakaian, maupun gaya berbicara.
Melalui kegiatan PKM ini, siswa mulai memahami bahwa nilai keluarga sangat berpengaruh terhadap cara seseorang membangun interaksi sosial. Sikap toleransi, empati, dan penghargaan terhadap perbedaan menjadi salah satu poin penting yang ditekankan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat tersebut.
Antusiasme siswa selama kegiatan berlangsung terlihat dari keaktifan peserta dalam sesi diskusi, refleksi, maupun permainan edukatif yang diberikan oleh tim PKM Universitas Kristen Indonesia. Metode pembelajaran interaktif yang digunakan dinilai mampu membantu siswa lebih mudah memahami materi mengenai stereotip sosial dan hubungan sosial yang sehat.
Kegiatan PKM ini diketuai oleh Amandha Andhini Mahanani bersama panitia mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Kristen Indonesia, yaitu Putri Indrawati Lawolo, Michella Elizabeth Supit, Fajar Jaya Eli Gulo, Joy Lumban Tobing, Hizkia Prima, Helda Sisilia Niab, Kezia Carissa Elani, Inriani Saragih, Abella De Raujo, Elsa Christiani Siburian, Satriana P Farare, Olivia Dwi Ulina Nainggolan, Meyra Irene Gabriela Pinontoan, dan Marsela Afriliani Norma.
Ketua pelaksana kegiatan PKM berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah. Dengan adanya edukasi mengenai nilai keluarga dan stereotip sosial, diharapkan siswa SMK mampu membangun hubungan sosial yang lebih positif, harmonis, dan saling menghargai satu sama lain.

Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer



































































