Yogyakarta — MAN 1 Yogyakarta melaksanakan studi tiru pengelolaan lingkungan hidup dan bank sampah di MAN 2 Yogyakarta, Jumat (14/08/2026). Kegiatan ini diikuti oleh tim pengurus Bank Sampah MAN 1 Yogyakarta yang terdiri atas guru dan tenaga kependidikan, serta anggota pecinta alam KPGR Lebah Gunung MAN 1 Yogyakarta.
Studi tiru tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung berbagai praktik pengelolaan sampah dan sistem bank sampah yang telah diterapkan di MAN 2 Yogyakarta. Selain menjadi sarana berbagi pengalaman, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi MAN 1 Yogyakarta dalam mengembangkan program pengelolaan lingkungan yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Di MAN 2 Yogyakarta, kegiatan Peduli Lingkungan Hidup (PLH) telah menjadi bagian dari aktivitas rutin madrasah. Setiap hari Jumat pada jam pertama kegiatan belajar mengajar, pukul 07.00–07.40 WIB, dialokasikan untuk kegiatan PLH. Para murid mendapatkan pembagian tugas, mulai dari membersihkan dan memilah sampah di ruang kelas serta fasilitas umum hingga merawat taman dan tanaman di lingkungan madrasah.
Selain kegiatan rutin tersebut, para murid juga terlibat dalam berbagai proyek PLH, seperti pembuatan kerajinan, perawatan maggot, dan pengemasan kompos. Berbagai kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan tidak hanya dilakukan melalui kegiatan kebersihan, tetapi juga diarahkan pada pengolahan sampah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Dalam kunjungan tersebut, tim Bank Sampah MAN 1 Yogyakarta mengamati secara langsung proses penimbangan hasil pemilahan sampah, penyetoran sampah, hingga pencatatan hasil setoran melalui aplikasi. Sampah yang telah dipilah dan disetorkan dapat dikonversikan menjadi uang maupun tabungan bagi warga madrasah.

Tim Bank Sampah juga mengamati sejumlah produk hasil pengolahan sampah, di antaranya kerajinan tangan, sabun, dan eco enzyme. Salah satu hal yang menarik perhatian adalah pengolahan sampah organik menggunakan maggot yang dikelola oleh MAN 2 Yogyakarta.
Tidak hanya pengelolaan sampah, program lingkungan di MAN 2 Yogyakarta juga mencakup kegiatan pendukung lainnya, seperti budidaya ikan lele, tanaman pangan, serta TOGA (Tanaman Obat Keluarga). Madrasah juga menerapkan konsep kantin sehat yang minim sampah sebagai bagian dari upaya mengurangi timbunan sampah dari aktivitas warga madrasah.
Ketua Bank Sampah MAN 1 Yogyakarta, Malya Adzillina Silmi, S.Si., menyampaikan bahwa studi tiru ini memberikan banyak pengetahuan dan inspirasi bagi tim yang berkunjung.
“Kami melihat bahwa pengelolaan sampah di MAN 2 Yogyakarta sudah dilakukan secara terintegrasi, mulai dari pemilahan, penimbangan, pencatatan, hingga pengolahan menjadi produk yang bernilai. Hal ini menjadi inspirasi bagi kami untuk mengembangkan dan memperkuat pengelolaan Bank Sampah MAN 1 Yogyakarta,” ungkap Malya.
Sementara itu, Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., mengapresiasi kegiatan studi tiru tersebut.
“Studi tiru ini menjadi kesempatan bagi MAN 1 Yogyakarta untuk belajar secara langsung dari praktik baik yang telah dilaksanakan di MAN 2 Yogyakarta. Kami berharap pengalaman yang diperoleh dapat diadaptasi dan dikembangkan sesuai dengan kondisi madrasah kita,” tutur Edi. (mzs)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer







































































