BEKASI ⎯ Kesejahteraan guru masih menjadi isu krusial dalam dunia pendidikan, terutama di sekolah swasta berbasis yayasan. Di MIS Ismul Azhom, Bekasi, keterlambatan pembayaran gaji hingga tiga bulan menjadi realitas yang harus dihadapi para guru.
Hanifatus Sadiyah Azzahra (21), salah satu guru di sekolah tersebut, mengungkapkan bahwa ia telah mengajar selama dua tahun dengan jam kerja penuh dari Senin hingga Sabtu, mulai pukul 07.00 hingga 13.00.
Sistem pembayaran gaji yang seharusnya dilakukan setiap bulan kerap mengalami keterlambatan hingga tiga bulan karena bergantung pada pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dilakukan secara berkala.
“Seharusnya gaji dibayar sebulan sekali, tapi bisa sampai telat tiga bulan karena nunggu dana BOS cair,” ujarnya.
Menurut Hanifatus, pihak yayasan telah menjelaskan bahwa keterlambatan tersebut disebabkan oleh mekanisme pencairan dana dari pemerintah. Ia juga menyebut bahwa yayasan tidak menggunakan dana lain, seperti SPP, untuk menutupi kebutuhan pembayaran gaji.
Sementara itu, pimpinan yayasan, Hj. Eha Soleha (52), menjelaskan bahwa sistem penggajian yang bergantung pada dana BOS merupakan kebijakan yang harus diikuti. Hal ini membuat pihak yayasan memiliki keterbatasan dalam mempercepat pembayaran gaji guru.
“Kami memahami kondisi guru, namun karena sumber utama dana berasal dari BOS, yayasan harus menyesuaikan dengan jadwal pencairan dari pemerintah,” jelasnya.
Meski demikian, kondisi ini tetap berdampak pada motivasi kerja para guru. Di tengah keterbatasan tersebut, faktor hubungan baik dengan siswa dan wali murid menjadi salah satu alasan mereka tetap bertahan.
“Pasti berpengaruh ke motivasi, tapi balik lagi ke murid dan wali murid yang baik, jadi kita tetap berusaha maksimal,” tambah Hanifatus.
Kondisi kesejahteraan yang belum stabil juga memunculkan kekhawatiran akan menurunnya minat generasi muda terhadap profesi guru. Hanifatus mengakui bahwa situasi ini bahkan membuatnya mempertimbangkan untuk mencari pekerjaan lain yang lebih menjanjikan secara finansial.
Fenomena ini menunjukkan bahwa rendahnya kesejahteraan guru berpotensi mengancam kualitas dan masa depan pendidikan jika tidak segera ditangani.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer




























































