UNY Ajak Publik Memahami Upah Layak Pekerja Konveksi
Sleman, 09 Desember 2025 – Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui Pusat Studi SDGs menggelar sebuah kegiatan wawancara publik yang menyoroti isu penting mengenai pekerjaan layak dan kesejahteraan pekerja konveksi. Acara yang berlangsung pada 23 Oktober 2025 ini mengangkat tema “Meningkatkan Kesadaran Publik: Upah Layak untuk Pekerja Konveksi” dan menjadi bagian dari dukungan UNY terhadap SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Wawancara dilakukan bersama Ibu Faridah, pemilik UMKM Nabila Hijab, yang telah menjalankan usaha konveksi rumahan sejak 2019. Melalui dialog santai namun mendalam, mahasiswa menggali lebih jauh bagaimana sistem kerja para penjahit, bagaimana mereka menerima upah, serta tantangan-tantangan yang kerap dihadapi ketika melayani permintaan pelanggan yang beragam.
Dalam pemaparannya, Ibu Faridah menjelaskan bahwa pekerja di tempat usahanya dibayar dengan sistem borongan sesuai jenis dan tingkat kesulitan produk yang dikerjakan. Ia juga menekankan bahwa tidak semua pelanggan memahami kerumitan proses menjahit, sehingga masih banyak yang menilai harga jasa terlalu tinggi tanpa melihat detail pengerjaan.
“Pekerjaan menjahit itu perlu ketelitian dan tanggung jawab. Banyak yang belum tahu kalau tingkat kesulitan model dan bahan sangat memengaruhi waktu pengerjaan. Karena itu pekerja perlu dihargai secara layak,” ujar Ibu Faridah.
Kegiatan wawancara ini tidak hanya memberikan gambaran nyata mengenai dinamika industri jahit, tetapi juga mengajak masyarakat untuk lebih menghargai karya para pekerja fesyen lokal. Mahasiswa Tata Busana turut menyoroti bahwa di balik sebuah pakaian, terdapat proses panjang dan tenaga kerja yang tidak selalu mendapatkan upah sesuai beban kerja mereka.
Melalui dokumentasi video dan hasil wawancara, kegiatan ini diharapkan dapat membuka mata publik, khususnya pengguna media sosial, tentang pentingnya mendukung UMKM lokal dan memastikan pekerja mendapatkan kondisi kerja yang layak. Edukasi ini juga sejalan dengan SDG 5 (Kesetaraan Gender) karena sebagian besar pekerja jahit merupakan perempuan, serta mendukung SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui penggunaan peralatan produksi rumahan yang hemat energi.
UNY berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan edukatif serupa agar masyarakat semakin memahami isu-isu ketenagakerjaan di industri kreatif. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata memperkuat kontribusi universitas dalam mendukung pencapaian SDGs di level lokal maupun nasional.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































