Geneng Waru, Pasuruan, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) bersama masyarakat Desa Geneng Waru, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan berkolaborasi dalam melestarikan Tradisi Bluk Gebluk sebagai upaya menjaga warisan budaya religius yang telah diwariskan secara turun-temurun. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Kamis selama masa KKN, mulai 26 Juni hingga 17 Juli 2025.
Kegiatan pelestarian tersebut merupakan bagian dari program KKN UINSA yang bertujuan mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat sekaligus menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap pentingnya menjaga budaya lokal yang mengandung nilai-nilai keislaman.
Melalui keterlibatan secara langsung, mahasiswa KKN tidak hanya mengikuti rangkaian Tradisi Bluk Gebluk, tetapi juga mempelajari sejarah, makna, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Tradisi ini menjadi sarana pembelajaran yang memperkenalkan mahasiswa pada kehidupan sosial dan budaya masyarakat Desa Geneng Waru.
Tradisi Bluk Gebluk merupakan salah satu bentuk syi’iran yang berkembang di wilayah Kecamatan Rembang. Keunikan tradisi ini terletak pada lantunan syair berbahasa Madura yang diiringi tepuk tangan serta pukulan bantal sehingga menghasilkan irama yang khas. Irama tersebut menjadi daya tarik tersendiri sekaligus media dakwah yang efektif karena mampu menyampaikan ajaran Islam dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami masyarakat.
Syair-syair dalam Tradisi Bluk Gebluk memuat berbagai ajaran fikih, akhlak, serta nasihat kehidupan sehari-hari yang disusun dalam bentuk syair sehingga mudah dipahami dan dihafalkan. Sejak dahulu, tradisi ini telah menjadi salah satu media dakwah sekaligus sarana pendidikan Islam yang terus dilestarikan oleh masyarakat.
Selama mengikuti kegiatan, mahasiswa KKN UINSA berbaur bersama warga dalam setiap pelaksanaan Tradisi Bluk Gebluk. Selain menyaksikan pelantunan syair secara langsung, mereka juga berdiskusi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat mengenai sejarah, perkembangan, serta tantangan pelestarian tradisi di tengah perkembangan zaman.
Salah seorang tokoh masyarakat menyampaikan bahwa Tradisi Bluk Gebluk bukan sekadar kesenian atau hiburan, melainkan menjadi media dakwah yang mampu memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.
“Tradisi ini sudah diwariskan oleh para sesepuh sejak dahulu. Melalui syi’iran, masyarakat belajar tentang agama sekaligus mempererat silaturahmi antarsesama,” ujarnya.
Mahasiswa KKN UINSA mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman yang tidak diperoleh di bangku perkuliahan. Mereka dapat menyaksikan secara langsung bagaimana nilai gotong royong, kebersamaan, dan religiusitas masih terpelihara melalui tradisi yang terus dijaga oleh masyarakat.
Kolaborasi antara mahasiswa KKN UINSA dan masyarakat Desa Geneng Waru diharapkan mampu memperkuat upaya pelestarian Tradisi Bluk Gebluk agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi mendatang. Sinergi antara perguruan tinggi, tokoh agama, dan masyarakat menjadi langkah penting dalam menjaga salah satu warisan budaya Islam yang menjadi identitas masyarakat Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































