Yogyakarta – Nayla Mazaya Ulya, murid XIB MAN 1 Yogyakarta berhasil meraih juara satu pada ajang lomba short video merespons isu hukum kontemporer tingkat nasional tahun 2026. Lomba tersebut merupakan bagian dari Sharia Fest Days 2026 yang mengusung tema “Young Generation & Smart Family: Sharia Values for Better Future” dan terdiri dari tiga cabang lomba, yaitu poster infografis presentasi, short video merespons isu hukum kontemporer, dan short video dakwah digital. Dalam ajang ini, Mazaya memilih lomba short video merespons isu hukum kontemporer.
Lomba yang diikuti Mazaya merupakan salah satu cabang dari Sharia Fest Days 2026 yang diselenggarakan oleh Prodi Hukum Keluarga Universitas Islam Indonesia (UII). Ajang perlombaan dimulai dari pendaftaran pada Jumat (09/01/2026) dan batas pengumpulan karya pada Sabtu (14/03/2026), seluruh proses dilakukan secara daring.
Peserta yang mengikuti lomba short video merespons isu hukum kontemporer dapat memilih salah satu tema yang tersedia. Peserta membuat video narasi yang memaparkan gagasannya mengenai isu hukum kontemporer sesuai dengan tema yang dipilih.
Gagasan yang disampaikan harus didasarkan pada argumen yang logis. Peserta memberikan dasar hukum baik undang-undang (UU) maupun Kompilasi Hukum Islam (KHI) yang relevan dengan isu hukum yang dipilih. Video tidak boleh mengandung SARA dan berdurasi maksimal dua menit.
Mazaya memilih isu pernikahan usia anak dalam perspektif hukum keluarga karena relevansi tema dengan kondisi masyarakat. Pernikahan usia anak adalah perkawinan yang dilakukan oleh individu yang belum mencapai batas usia minimum yang ditetapkan oleh hukum.
“Banyak dari kelompok masyarakat yang menyepelekan karena menganggap hal ini merupakan cara agar anak dapat terhindar dari zina. Padahal pernikahan tanpa dasar emosional dan psikis yang kuat akan memberikan dampak buruk ke anak itu sendiri,” ucap Mazaya pada sesi wawancara.
Selain itu, pernikahan pada anak di usia dini membuka peluang terjadinya kekerasan dalam rumah tangga. Dalam upayanya meraih juara pada lomba ini, Mazaya menghadapi tantangan. Pada saat hendak melakukan syuting, Mazaya sedang mengalami sakit demam. Namun, karena komitmennya yang besar, ia tetap melanjutkan shooting video untuk lomba
Mazaya mengaku senang mengikuti lomba ini. Pada awalnya ia berniat untuk tampil di media sosial dan memberikan gagasannya tentang isu hukum.
“Awalnya saya hanya ingin mencoba mengikuti lomba hukum di media sosial. Alhamdulillah Allah memberikan bonus sebagai pemenang juara 1 di lomba ini,” ujar Mazaya pada sesi wawancara
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih Nayla Mazaya Ulya.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa murid MAN 1 Yogyakarta tidak hanya mampu berprestasi di bidang akademik, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap isu-isu sosial dan hukum di masyarakat. Gagasan yang diangkat Mazaya menjadi bukti bahwa generasi muda mampu berpikir kritis dan solutif,” ungkapnya. (imz)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer




























































