Yogyakarta — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh murid MAN 1 Yogyakarta. Dua murid berprestasi, Aurelia Sarah Nisa (kelas XIIE) dan Tazqiya Elvarina Azzahra (kelas XIA), berhasil meraih Juara 2 tingkat nasional dalam ajang MChamp Microbiology Competition yang diselenggarakan oleh Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), pada Senin (10/08/2026)
Kompetisi yang dilaksanakan secara daring tersebut mengusung tema “Eksplorasi Potensi Mikroorganisme sebagai Solusi Inovatif dan Berkelanjutan dalam Mendukung Sustainable Development Goals (SDGs)”. Ajang ini menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengembangkan gagasan inovatif berbasis mikrobiologi dan bioteknologi dalam menjawab berbagai persoalan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Dalam kompetisi tersebut, Aurel dan Tazqiya mengusung esai berjudul “JOGRID: Sistem Bioteknologi IoT Constructed Wetland Microbial Fuel Cell Limbah Rumah Tangga guna Monitoring Air Sungai Code.” Gagasan tersebut memadukan konsep bioteknologi, Internet of Things (IoT), serta pemanfaatan mikroorganisme untuk menghasilkan solusi inovatif dalam pengelolaan limbah sekaligus membantu pemantauan kualitas air Sungai Code.
Perjalanan tim JOGRID untuk meraih prestasi nasional tersebut tidaklah mudah. Kompetisi pada awalnya diikuti oleh sekitar 80 tim. Setelah melalui tahap seleksi, terpilih 10 tim terbaik untuk melaju ke babak berikutnya. Tim JOGRID berhasil menempati peringkat keenam dan kemudian melanjutkan perjuangan pada babak final.
Pada babak final, seluruh finalis mempresentasikan esainya secara daring melalui Zoom di hadapan dewan juri. Persaingan berlangsung ketat karena setiap finalis dinilai memiliki penguasaan materi dan gagasan yang kuat.
Persiapan menghadapi kompetisi juga menjadi tantangan tersendiri bagi keduanya. Sebagai pengalaman pertama mengikuti perlombaan daring dengan mekanisme final presentasi, mereka harus mempersiapkan materi dalam waktu yang cukup terbatas. Penyusunan esai dilakukan selama kurang lebih tiga hari, sedangkan pembuatan bahan presentasi atau PPT diselesaikan dalam waktu sekitar dua hari.
Tantangan semakin terasa ketika memasuki sesi tanya jawab. Menurut Aurel, seluruh finalis terlihat sangat menguasai esai masing-masing sehingga persaingan berlangsung sengit.
“Kami sempat sangat takut karena ada pertanyaan dari juri yang tidak bisa kami jawab. Kami mengira mungkin tidak akan mendapatkan juara karena melihat semua finalis sangat menguasai esai mereka. Karena itu, kami sangat bersyukur ketika nama kami dipanggil sebagai pemenang,” tutur Aurel.
Kepala MAN 1 Yogyakarta Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih kedua murid tersebut.
“Kami mengapresiasi dan bangga atas prestasi yang diraih Aurel dan Tazqiya. Kejuaraan ini menunjukkan bahwa murid MAN 1 Yogyakarta tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu mengembangkan gagasan inovatif untuk menjawab persoalan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan,” ujar Edi Triyanto. (mzs)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





































































