Bogor, 24 Februari 2026 – Di tengah dominasi bimbel besar di Kota Bogor, seorang perempuan Gen Z asal kota hujan ini membuktikan bahwa usia muda bukan penghalang untuk memimpin bisnis pendidikan. Rima Puspitasari, 26 tahun (lahir 2000), founder lembaga pendidikan berbasis di Bogor, berhasil membangun sistem
Lulusan S1 Akuntansi Universitas Terbuka ini tidak berasal dari keluarga pebisnis besar. Ia memulai perjalanan dari pengamatan pribadi di dunia pendidikan, dengan keyakinan kuat bahwa pendidikan adalah fondasi kepercayaan diri anak. “Saya percaya anak muda bisa memimpin dengan pendekatan modern,” ujar Rima, yang dikenal adaptif, kreatif, dan melek digital.

Awal mula usahanya sederhana: modal iseng yang dikelola mandiri. Di tahap awal, Rima fokus membangun kepercayaan orang tua melalui transparansi dan kualitas program. Kini, lembaganya menerapkan gaya kepemimpinan langsung, di mana founder terlibat dalam akademik, evaluasi rutin tutor dan siswa, komunikasi terbuka dengan orang tua, serta kolaborasi tim yang responsif terhadap perubahan kurikulum.
Meski perfeksionis—mengutamakan kualitas daripada kuantitas siswa—Rima menghadapi tantangan berat. Keraguan karena usianya yang masih muda, persaingan ketat dengan bimbel raksasa, serta keseimbangan antara idealisme dan realita bisnis menjadi ujian utama. Belum lagi, menjaga standar tinggi saat jumlah siswa melonjak.Namun, leadership modernnya terbukti. “Kami berani bersaing karena sistem kami profesional dan berbasis kepercayaan,” tegas Rima. Kisahnya menginspirasi anak muda Indonesia, khususnya di Bogor, bahwa Gen Z bisa sukses di sektor pendidikan dengan inovasi dan ketekunan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































