Bantul (MTs Negeri 6 Bantul) — Pelatihan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang diselenggarakan MTs Negeri 6 Bantul pada Jumat–Sabtu, 14–15 November 2025, di Wisma Sargede, mendapat apresiasi langsung dari Pengawas Madrasah, Ening Yuni Sholeh Astuti. Dalam arahannya, beliau menyatakan dukungan penuh terhadap upaya MTs Negeri 6 Bantul dalam mengembangkan pendekatan kurikulum yang menekankan nilai-nilai cinta, kepedulian, dan kedalaman proses belajar.
Menurut Ening Yuni Sholeh Astuti, pelatihan ini merupakan langkah strategis yang selaras dengan arah transformasi pendidikan madrasah yang humanis, transformatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. “Saya mengapresiasi inisiatif MTs Negeri 6 Bantul yang tidak hanya fokus pada peningkatan kualitas guru, tetapi juga pada penguatan budaya belajar yang penuh kasih dan mendalam. Ini adalah fondasi penting bagi terwujudnya madrasah yang unggul dan berkarakter,” ujar Ening Yuni Sholeh Astuti di hadapan para peserta pelatihan.
Pengawas Madrasah menilai bahwa pendekatan kurikulum berbasis cinta mampu menghadirkan suasana belajar yang lebih hangat, menghargai keberagaman, serta menumbuhkan kecerdasan emosional peserta didik. Sementara itu, pembelajaran mendalam menjadi sarana untuk melatih kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, dan pemahaman konsep secara lebih komprehensif. Beliau juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh unsur madrasah—guru, tenaga kependidikan, dan manajemen—agar implementasi kurikulum berjalan optimal dan konsisten. (lay/put)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































