BANDUNG – Pengurus Pusat Taekwondo elTAHFIDH Indonesia (PPTEI) resmi mengirimkan tiga pelatih terbaiknya untuk mengikuti Pendidikan dan Latihan (Diklat) Penguji Taekwondo Provinsi Jawa Barat.
Acara bergengsi ini berlangsung selama dua hari, yaitu pada tanggal 17 hingga 18 Juli 2026 di Kota Bandung.
Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari persiapan matang PPTEI dalam menghadapi Diklat Penguji Nasional Taekwondo Indonesia yang akan datang.
Menuju Standar Penguji Nasional
Tiga pelatih yang dikirimkan merupakan pemegang sabuk hitam tingkat tinggi, yaitu pemilik tingkatan DAN IV dan DAN III. Keikutsertaan mereka dalam diklat tingkat provinsi ini menjadi jembatan krusial untuk meningkatkan kompetensi, standarisasi pengujian, dan penguatan legalitas sebagai penguji berskala nasional.
Perwakilan manajemen PPTEI menyampaikan permohonan dukungan spiritual kepada seluruh keluarga besar lembaga.
“Mohon doanya asatidz dan ustadzat semuanya. InsyaAllah tiga pelatih PPTEI akan mengikuti Diklat Penguji Taekwondo Provinsi Jawa Barat di Bandung sebagai persiapan mengikuti Diklat Penguji Nasional Taekwondo Indonesia. Semoga Allah mudahkan semuanya,” tulis pesan resmi dari pihak PPTEI.
Dampak Besar bagi Santri dan Atlet
Keberangkatan para pelatih berkualifikasi tinggi ini diharapkan membawa dampak positif yang besar bagi perkembangan taekwondo di lingkungan PPTEI. Dengan memiliki penguji bersertifikat nasional, proses kenaikan tingkat dan pembinaan atlet di dalam lembaga akan semakin terstandarisasi sesuai dengan kurikulum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI).
Dukungan dan doa terus mengalir dari para ustaz, ustazah, serta para santri agar seluruh rangkaian diklat berjalan lancar tanpa hambatan, serta membawa berkah dan prestasi baru bagi dunia olahraga berbasis pesantren ini.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer