Bangkalan, 10 Juni 2026 – Tiga mahasiswa Semester 4 Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Trunodjoyo Madura (UTM), yaitu Difa Anugrah Indah Cahyani, Adelia Kurniawati, dan Yuli Ariska, melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dalam mata kuliah Komunikasi Kesehatan di TK Bhakti 1 Kamal, Bangkalan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada anak-anak mengenai pentingnya pemilahan sampah organik dan anorganik serta cara mencuci tangan yang benar sebagai upaya membentuk perilaku hidup bersih dan sehat sejak usia dini. Kegiatan yang diikuti oleh 15 siswa TK Bhakti 1 Kamal tersebut berlangsung dengan suasana yang menyenangkan, interaktif, dan penuh antusiasme. Setibanya di lokasi, para siswa disambut hangat oleh kepala sekolah, para guru, serta siswa-siswi yang telah menunggu di ruang kelas. Sebelum memasuki materi utama, siswa memperkenalkan diri dan mengajak anak-anak untuk berinteraksi melalui permainan ringan dan sesi tanya jawab sederhana. Langkah ini dilakukan untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman sekaligus membangun kedekatan dengan para siswa.
Materi pertama yang diberikan adalah pengenalan mengenai jenis-jenis sampah organik dan anorganik. Dalam penyampaiannya, siswa memanfaatkan media visual berupa gambar-gambar sampah yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, seperti sisa makanan, daun kering, botol plastik, kaleng, dan kertas. Melalui media tersebut, anak-anak diajak mengenali karakteristik masing-masing jenis sampah serta memahami pentingnya membuang sampah sesuai tempatnya. Tidak hanya mendengarkan penjelasan, para siswa juga dilibatkan secara aktif dalam permainan edukatif yang dirancang untuk memperkuat pemahaman mereka mengenai pemilahan sampah. Anak-anak diminta mengelompokkan berbagai gambar sampah ke dalam kategori organik dan anorganik. Kegiatan ini membuat proses belajar menjadi lebih menarik karena anak-anak dapat belajar sambil bermain. Selama permainan berlangsung, para siswa tampak bersemangat dan berlomba-lomba menjawab pertanyaan yang diberikan oleh siswa. Selain memberikan pemahaman mengenai jenis sampah, mahasiswa juga menjelaskan manfaat pemilahan sampah bagi lingkungan. Anak-anak diperkenalkan pada konsep sederhana bahwa sampah yang dipilah dengan baik dapat membantu menjaga kebersihan lingkungan sekolah maupun rumah. Penjelasan tersebut disampaikan menggunakan bahasa yang mudah dipahami sehingga sesuai dengan tingkat perkembangan anak usia dini.
Setelah sesi pemilahan sampah selesai, kegiatan dilanjutkan dengan edukasi mengenai cara mencuci tangan yang benar. Materi ini dipilih karena mencuci tangan merupakan salah satu kebiasaan sederhana yang memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan dan mencegah penyebaran penyakit. Dalam imajinasinya, siswa menggunakan metode bernyanyi dan mengukur gerakan agar anak-anak lebih mudah mengingat setiap langkah mencuci tangan.
Suasana kelas menjadi semakin hidup ketika lagu cuci tangan diputar dan anak-anak diajak mengikuti gerakan yang diperagakan oleh siswa. Dengan penuh semangat, para siswa menirukan setiap tahapan mulai dari membasahi tangan, menggunakan sabun, menggosok seluruh bagian tangan, hingga membilas dan mengeringkan tangan dengan benar. Pendekatan yang menyenangkan ini membuat anak-anak lebih mudah memahami materi yang diberikan. Selama kegiatan berlangsung, para guru juga ikut mendampingi dan memberikan dukungan kepada siswa. Kolaborasi antara siswa dan pihak sekolah menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai dengan baik. Guru-guru menyambut positif kegiatan tersebut karena materi yang diberikan sangat relevan dengan pembentukan kebiasaan hidup bersih dan sehat pada anak-anak.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mampu memahami perbedaan antara sampah organik dan anorganik serta dapat mengelompokkan berbagai contoh sampah sesuai jenisnya. Selain itu, anak-anak juga mampu mengingat dan membayangkan kembali langkah-langkah mencuci tangan yang benar setelah mengikuti sesi edukasi. Antusiasme yang ditunjukkan siswa selama kegiatan menjadi indikator bahwa metode pembelajaran yang digunakan berhasil menarik perhatian dan meningkatkan pemahaman mereka. Menurut Difa, Adelia, dan Yuli, pendekatan komunikasi kesehatan yang dikemas melalui permainan, media edukatif, dan lagu terbukti efektif dalam menyampaikan pesan kesehatan kepada anak usia dini. Metode tersebut tidak hanya membantu anak memahami materi, tetapi juga membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan efektif.
Melalui kegiatan ini, para siswa berharap pengetahuan yang telah diberikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Dengan demikian, anak-anak dapat tumbuh dengan kebiasaan hidup bersih, sehat, dan peduli terhadap lingkungan sejak usia dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini juga menjadi bentuk implementasi pembelajaran yang tidak hanya fokus pada teori di kelas, tetapi juga pada kontribusi nyata pelajar kepada masyarakat melalui edukasi kesehatan yang bermanfaat bagi generasi muda.
Penulis :
1. Difa Anugrah Indah Cahyani
2. Adelia Kurniawati
3. Yuli Ariska
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































