Jakarta (16/4).Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kemenag RI menerima kunjungan DPP LDII sebagail angkah awal kepengurusan baru dimulai dengan memperkuat sinergi lintas instansi. Hadir berkunjung, Ketua Umum terpilih, Dody Taufiq Wijaya, didampingi Sekretaris Umum Tri Gunawan Hadi, untuk membahas penguatan ukhuwah Islamiyah yang diintegrasikan dengan konsep ekoteologi, pada Rabu (15/4).
Kepala PKUB Kemenag, M. Adib Abdushomad, menyambut hangat kunjungan tersebut. Ia menjelaskan bahwa tantangan kerukunan saat ini telah berkembang ke arah “Kerukunan Jilid 2 atau 3”, yakni keselarasan manusia dengan lingkungan hidup.
“Saat ini, rukun tidak hanya antar sesama manusia, tetapi juga rukun dengan lingkungan atau ekoteologi. Bencana alam yang marak terjadi sering kali merupakan dampak dari kurangnya kepedulian manusia terhadap alam. Program ini juga selaras dengan Asta Protas (Delapan Program Prioritas) Kementerian Agama,” ujar sosok yang akrab disapa Gus Adib tersebut.
Merespons hal itu, Ketua Umum DPP LDII Dody Taufiq Wijaya menegaskan bahwa Asta Protas Kemenag memiliki titik temu dengan “8 Bidang Pengabdian LDII untuk Bangsa”, khususnya pada klaster lingkungan hidup dan ketahanan pangan.
“LDII telah konsisten menjalankan gerakan Go Green sejak 2007. Kami juga telah mengimplementasikan penggunaan panel surya di berbagai pondok pesantren sebagai wujud kemandirian energi dan dakwah bil hal,” ungkap Dody.
Dody Taufiq Wijaya berkomitmen untuk terus membuka ruang kerja sama dengan berbagai ormas dan instansi guna merawat persatuan bangsa. Ia menekankan bahwa keberhasilan program ekoteologi ini sangat bergantung pada penguatan komunikasi hingga level Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Semangat ekoteologi ini mendapat dukungan penuh dari tingkat daerah. Ketua LDII Kota Kediri, H. Agung Riyanto, menyatakan bahwa konsep dakwah berbasis lingkungan hidup merupakan instrumen efektif untuk merajut kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk.
“Kami di Kota Kediri melihat ekoteologi sebagai bahasa universal dalam merawat kerukunan. Masalah lingkungan, seperti sampah atau penghijauan, adalah kepentingan bersama seluruh umat beragama. Melalui aksi nyata menanam pohon atau pengelolaan limbah secara mandiri di tingkat PC dan PAC, kita sebenarnya sedang berdakwah sekaligus menjaga keharmonisan sosial di Kediri,” ujar H. Agung Riyanto.
Ia menambahkan bahwa instruksi dari pusat untuk memperkuat capacity building akan segera ditindaklanjuti agar setiap warga LDII di Kota Kediri mampu menjadi pelopor pelestarian lingkungan di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
“Semoga dengan pertemuan ini diharapkan menjadi momentum bagi LDII dan Kemenag untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia yang lebih hijau, rukun, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





























































