Siaran Berita, Tenggarong, (31/5/2026) – Sagita Ndaru Ratih menjadi salah satu potret generasi muda Indonesia yang menunjukkan bahwa prestasi, kreativitas, dan semangat pengembangan diri dapat berjalan beriringan. Nama pelajar asal Tenggarong tersebut mulai dikenal melalui berbagai pencapaian akademik maupun non-akademik yang berhasil diraih sepanjang masa sekolah. Ketekunan, konsistensi, serta keberanian menjelajahi beragam bidang telah mengantarkan dirinya menjadi sosok inspiratif bagi banyak kalangan, khususnya generasi muda yang tengah membangun mimpi dan masa depan.
Sagita Ndaru Ratih, yang lahir di Tenggarong pada 24 Oktober 2008, merupakan siswi SMK Negeri 1 Tenggarong jurusan Teknik Komputer dan Jaringan angkatan lulusan tahun 2026. Kalangan komunitas digital dan dunia permainan daring lebih mengenalnya melalui nama virtual Nattaya Ashellin Wicaksana. Sosok muda ini dikenal memiliki karakter aktif, adaptif, dan penuh rasa ingin tahu terhadap berbagai pengalaman baru. Ketertarikannya terhadap dunia teknologi sejalan dengan latar belakang pendidikan yang ditempuh, sementara kecintaannya terhadap alam membentuk kepribadian yang tangguh, mandiri, dan terbuka terhadap tantangan. Aktivitas pendakian gunung, eksplorasi tempat baru, serta kegemaran menjelajahi lingkungan alam menjadi bagian dari perjalanan hidup yang membentuk pola pikirnya hingga saat ini. Nama Sagita Ndaru Ratih maupun Nattaya Ashellin Wicaksana kini mulai dikenal melalui berbagai aktivitas positif yang memadukan pendidikan, kreativitas digital, dunia kepenulisan, modeling, hingga kompetisi esport tingkat daerah dan nasional.
Perjalanan prestasi Sagita tidak lahir secara instan. Berbagai pencapaian akademik berhasil diraih melalui proses belajar yang konsisten serta kemampuan mengelola waktu antara pendidikan formal dan aktivitas pengembangan diri. Lingkungan pendidikan menjadi ruang yang dimanfaatkan secara maksimal untuk mengasah kemampuan intelektual sekaligus kepemimpinan. Hal tersebut terlihat melalui kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai Bendahara Organisasi Majelis Perwakilan Kelas (MPK) SMK Negeri 1 Tenggarong masa bakti 2024–2025. Amanah tersebut menjadi bukti kepercayaan sekolah terhadap kemampuan manajerial, tanggung jawab, serta integritas yang dimiliki.

Prestasi akademik nasional turut memperkuat rekam jejaknya sebagai pelajar berprestasi. Tahun 2025 menjadi momentum penting ketika Sagita berhasil meraih Medali Emas pada Indonesian Smart Youth Competition (ISYC) bidang Biologi jenjang SMA/SMK tingkat nasional dengan perolehan skor lebih dari 526 poin. Capaian tersebut menunjukkan penguasaan materi yang kuat sekaligus kemampuan bersaing pada kompetisi akademik nasional yang melibatkan peserta dari berbagai daerah Indonesia.
Keberhasilan tersebut berlanjut pada tahun berikutnya. Ajang Olimpiade Sains Muda Indonesia (OSMI) tahun 2026 menghadirkan pencapaian baru melalui raihan Medali Emas bidang Matematika tingkat nasional dengan predikat A+. Prestasi tersebut memperlihatkan kemampuan Sagita dalam menguasai dua disiplin ilmu berbeda, yakni Biologi dan Matematika. Kemampuan lintas bidang semacam ini menjadi indikator penting bahwa kualitas akademik tidak hanya bertumpu pada satu kompetensi tertentu, melainkan terbentuk melalui kemauan belajar yang berkelanjutan.
Sisi lain dari perjalanan hidup Sagita hadir melalui dunia esport kompetitif. Ketertarikan terhadap permainan digital berkembang menjadi ruang prestasi yang memberikan pengalaman berharga. Kompetisi Mobile Legends Bang Bang menjadi salah satu arena yang berhasil membawanya meraih sejumlah penghargaan. Julukan Lane Dominator berhasil diraih pada pertandingan Esport RD-Place Provinsi Kalimantan Timur. Penghargaan tersebut diberikan kepada pemain yang mampu menunjukkan performa dominan dan konsisten sepanjang pertandingan.
Kemampuan bermain yang terus berkembang juga mengantarkannya meraih penghargaan Best Jungler pada kompetisi Mobile Legends Bang Bang khusus tim putri antar sekolah se-Kabupaten Kutai Kartanegara. Penghargaan tersebut tidak hanya mencerminkan kemampuan teknis dalam permainan, melainkan juga keterampilan membaca strategi, komunikasi tim, pengambilan keputusan cepat, serta kepemimpinan saat menghadapi tekanan pertandingan kompetitif.
Ruang kreativitas Sagita tidak berhenti pada dunia akademik dan esport. Sejak tahun 2019, dirinya aktif sebagai muse make-up artist, model photoshoot, sekaligus kreator karya tulis berbasis virtual. Aktivitas tersebut memperlihatkan kemampuan beradaptasi dalam berbagai lingkungan kreatif yang membutuhkan kepercayaan diri tinggi, kemampuan komunikasi visual, serta pemahaman terhadap perkembangan tren industri kreatif modern.
Dunia modeling menjadi salah satu bidang yang turut membentuk identitas kreatifnya. Berbagai ajang yang diikuti berhasil menghasilkan prestasi membanggakan. Salah satunya melalui perolehan Juara 2 pada kompetisi Radiance of the Sun yang diselenggarakan di Big Mall Samarinda. Peran sebagai muse sekaligus model perwakilan Kutai Kartanegara berhasil memberikan pengalaman kompetitif sekaligus membuka ruang jejaring yang lebih luas dalam industri kreatif daerah. Penghargaan lain juga berhasil diraih melalui ajang Traces of Nature and Culture. Kompetisi tersebut mengangkat tema busana bernuansa alam dan budaya. Melalui kreativitas serta kemampuan membawakan konsep yang kuat, Sagita berhasil memperoleh penghargaan Best Outfit Theme. Pengakuan tersebut menjadi bukti bahwa kreativitas visual dapat menjadi medium untuk menyampaikan pesan budaya, identitas daerah, serta kecintaan terhadap kekayaan alam Indonesia.

Aktivitas literasi digital turut melengkapi perjalanan prestasinya. Dunia kepenulisan menjadi wadah yang digunakan untuk menyalurkan ide, imajinasi, dan kreativitas melalui karya novel berbasis virtual. Konsistensi berkarya membuat dirinya dikenal sebagai penulis muda yang aktif memanfaatkan platform digital untuk membangun komunitas pembaca. Kemampuan menulis tersebut menjadi nilai tambah yang menunjukkan bahwa generasi muda tidak hanya mampu menjadi konsumen teknologi, tetapi juga mampu menciptakan karya yang memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.
Karakter petualang yang melekat pada diri Sagita juga menjadi salah satu faktor penting pembentuk kepribadiannya. Kecintaan terhadap alam, aktivitas pendakian, eksplorasi wilayah baru, serta semangat mencari pengalaman berbeda membangun mentalitas tangguh yang tercermin dalam berbagai pencapaian. Karakter tersebut membantu dirinya menghadapi tantangan, beradaptasi terhadap perubahan, serta tetap fokus pada tujuan jangka panjang.
Perjalanan Sagita Ndaru Ratih menunjukkan bahwa generasi muda masa kini memiliki peluang besar untuk berkembang melalui berbagai jalur prestasi. Akademik, teknologi, esport, modeling, literasi digital, hingga aktivitas alam terbuka dapat menjadi ruang pengembangan diri apabila dijalani dengan kesungguhan dan komitmen yang kuat. Kisahnya menjadi gambaran bahwa keberhasilan tidak selalu hadir melalui satu bidang tertentu, melainkan lahir dari keberanian mencoba, kemauan belajar, dan konsistensi menjaga kualitas diri.
Melalui identitasnya sebagai Sagita Ndaru Ratih maupun Nattaya Ashellin Wicaksana, pelajar muda asal Tenggarong tersebut menghadirkan contoh nyata tentang bagaimana semangat belajar, kreativitas, dan keberanian mengejar pengalaman baru dapat menghasilkan prestasi yang membanggakan. Rekam jejak yang telah dibangun menjadi modal berharga menuju cita-cita sebagai seorang independent woman, sekaligus inspirasi bagi banyak generasi muda Indonesia yang tengah merancang masa depan mereka sendiri.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































