Setelah berhasil menembus 35 ribu pendengar lewat lagu debutnya “Sepi Sendiri”, selebgram sekaligus musisi muda Syawal Adha kembali membuat gebrakan di dunia musik Indonesia. Tepat hari ini, 9 November 2025, Syawal resmi merilis single keduanya yang berjudul “Melihat Keburukan”, dan langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial. Lagu ini kini sudah bisa dinikmati di seluruh platform musik internasional, mulai dari Spotify, Apple Music, hingga YouTube Music.
Melalui karya terbarunya ini, Syawal memperlihatkan sisi dirinya yang lebih matang dan emosional. Lagu “Melihat Keburukan” disebut-sebut sebagai kelanjutan kisah batin dari lagu “Sepi Sendiri”, namun dengan pesan yang lebih tajam, lebih gelap, dan lebih menyentuh.
Kisah Kelam Tentang Dunia yang Kehilangan Empati
Dari awal baitnya saja, lagu ini sudah menancapkan nuansa sendu yang kuat:
“Langit kelabu, aku termenung semua luka mengintai menggantung.”
Syawal membawa pendengar ke suasana gelap yang menggambarkan kondisi dunia modern penuh kebisingan, kebencian, dan kehilangan rasa kemanusiaan. Dengan balutan pop alternatif bertekstur lembut, lagu ini berhasil memadukan lirik yang dalam dengan aransemen yang menenangkan namun menghantui.
Dalam reff-nya, Syawal mengajak pendengar untuk berhenti sejenak dan melihat realita dengan hati:
“Melihat keburukan di sini, dunia ini semakin sepi. Melihat keburukan di mata, tapi kita harus jaga.”
Lirik ini terasa seperti cermin untuk masyarakat saat ini, di mana banyak orang sibuk menilai dan menghakimi, tanpa sadar ikut menyebarkan keburukan yang sama. “Saya menulis lagu ini setelah merasa capek lihat perilaku manusia di dunia maya. Semua berlomba menunjukkan siapa paling benar, tapi lupa berempati,” ujar Syawal dalam wawancara perilisan lagu barunya.
Dari “Sepi Sendiri” ke “Melihat Keburukan” Perjalanan Emosi yang Terhubung
Bagi penggemar yang mengikuti perjalanan musiknya sejak awal, “Melihat Keburukan” terasa seperti babak kedua dari kisah yang dimulai lewat “Sepi Sendiri”. Jika lagu pertama menceritakan kesunyian dan pencarian makna diri, maka lagu terbaru ini menggambarkan perasaan saat mulai berinteraksi dengan dunia luar yang sering kali penuh luka.
“‘Sepi Sendiri’ adalah tentang kehilangan arah di dalam diri. Tapi ‘Melihat Keburukan’ lebih tentang kehilangan harapan terhadap dunia sekitar,” kata Syawal. “Dua lagu ini saling terhubung, seperti proses penyembuhan yang tidak berhenti di satu titik.”
Syawal juga menegaskan bahwa lagu keduanya ini bukan dibuat untuk sekadar melanjutkan popularitas. “Saya ingin setiap lagu punya jiwa sendiri. Kalau ‘Sepi Sendiri’ adalah kesedihan yang tenang, maka ‘Melihat Keburukan’ adalah kesedihan yang kita lihat di luar sana lebih keras, lebih nyata.”
Makna di Balik Kegelapan Masih Ada Cahaya yang Menyala
Meski judulnya terdengar suram, lagu “Melihat Keburukan” justru ditutup dengan pesan positif yang kuat. Syawal menulis:
“Namun harapan tetap menyala, dalam gelap lihat cahaya.”
Lirik penutup itu menjadi titik balik emosional lagu ini. Dari kegelapan menuju harapan, dari luka menuju penyembuhan. “Saya tidak ingin lagu ini membuat orang semakin sedih. Saya ingin mereka sadar bahwa bahkan di tengah keburukan, kita masih bisa menemukan kebaikan kecil,” jelasnya.
Menurut Syawal, lagu ini adalah bentuk refleksi dan kritik lembut terhadap dunia digital masa kini yang penuh persaingan dan komentar negatif. Ia ingin mengajak pendengarnya untuk lebih berhati-hati dalam menilai dan berbicara. “Sekarang orang gampang sekali menyakiti tanpa sadar. Lagu ini adalah pengingat agar kita tidak kehilangan sisi manusiawi,” ucapnya.
Kejujuran Jadi Kekuatan Musik Syawal
Dalam proses kreatifnya, Syawal tetap mempertahankan gaya musik sederhana yang menjadi ciri khasnya. Ia menulis lirik sendiri, memilih aransemen minimalis, dan mengandalkan kekuatan pesan sebagai inti lagu. “Saya nggak mau bikin lagu yang terlalu dipoles. Saya ingin yang jujur, karena kejujuran itu yang bikin musik terasa hidup,” katanya.
Kejujuran itulah yang membuat para pendengarnya merasa terhubung. Banyak yang menilai lagu ini lebih menyayat hati dibanding “Sepi Sendiri”, namun juga memberi ketenangan tersendiri bagi mereka yang sedang berjuang.
Salah satu pendengar bahkan menulis di kolom komentar Instagram @syawal.adha, “Lagu ini bikin aku mikir tentang hidup dan dunia. Rasanya kayak ditemani dalam kesepian, tapi juga disemangati untuk nggak nyerah.”
Langkah Serius Menuju Dunia Musik Profesional
Dengan dua single yang kini sudah dirilis dan berhasil mencuri perhatian, Syawal Adha menunjukkan keseriusannya menapaki dunia musik. Ia tak lagi hanya dikenal sebagai selebgram, tapi kini mulai dipandang sebagai penyanyi dan penulis lagu yang punya pesan kuat di setiap karya.
“Musik buat saya bukan sekadar suara. Ini cara saya bicara tentang hal-hal yang sulit saya ucapkan,” ujarnya. “Saya ingin karya saya jadi pengingat, bahwa dunia boleh berubah jadi dingin, tapi kita masih bisa memilih untuk tetap hangat.”
Kini, “Melihat Keburukan” sudah resmi tayang di seluruh platform musik digital. Lagu ini bukan hanya melanjutkan sukses “Sepi Sendiri”, tapi juga memperlihatkan perkembangan emosional seorang Syawal Adha seorang kreator yang berani jujur, berani rapuh, dan berani menatap sisi gelap dunia dengan cahaya di hatinya.
Dengarkan “Melihat Keburukan” sekarang di Spotify dan Apple Music, dan rasakan sendiri bagaimana Syawal Adha mengubah keburukan menjadi keindahan melalui nada dan kata.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer



































































