Temanggung, Jateng – Mahasiswa KKN-T IDBU 56 Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan rangkaian kegiatan edukasi kesehatan bagi masyarakat Desa Glapansari, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung. Kegiatan tersebut menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari ibu dan anak di posyandu, siswa sekolah dasar, hingga para petani. Edukasi dilakukan sebagai bentuk upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan, kebersihan diri, pemenuhan gizi, serta keselamatan dalam beraktivitas sehari-hari.
Rangkaian kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui peningkatan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai perilaku hidup sehat. Sementara itu, edukasi mengenai Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) bagi petani juga sejalan dengan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, khususnya dalam mendorong terciptanya aktivitas kerja yang lebih aman dan sehat.
Dalam pelaksanaannya, seluruh anggota tim KKN-T IDBU 56 UNDIP turut terlibat mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga pendampingan masyarakat. Mahasiswa tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga berinteraksi secara langsung dengan masyarakat untuk mengetahui kebiasaan, kebutuhan, serta berbagai permasalahan kesehatan yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
Di sisi lain, edukasi kesehatan juga diberikan melalui kegiatan posyandu dengan sasaran ibu dan anak. Materi yang diberikan mencakup Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), personal hygiene, serta gizi seimbang. Masyarakat diajak memahami pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekaligus memenuhi kebutuhan zat gizi melalui pola makan yang beragam dan seimbang.
Dalam edukasi gizi, mahasiswa tidak hanya menjelaskan konsep gizi seimbang, tetapi juga membantu memberikan saran mengenai pilihan makanan yang mudah ditemukan dan dikonsumsi oleh masyarakat setempat. Berbagai bahan pangan lokal Temanggung dapat dimanfaatkan sebagai sumber karbohidrat, protein, sayur, dan buah sehingga masyarakat dapat menerapkan pola makan bergizi tanpa harus bergantung pada makanan yang mahal. Edukasi juga disesuaikan dengan kondisi masyarakat agar rekomendasi yang diberikan lebih mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain gizi, masyarakat juga diberikan edukasi mengenai hipertensi, terutama pentingnya menjaga pola makan, membatasi konsumsi garam dan makanan tinggi lemak, melakukan aktivitas fisik, serta melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala. Melalui edukasi tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengenali faktor risiko hipertensi dan mulai menerapkan kebiasaan yang dapat membantu menjaga kesehatan sejak dini.
Edukasi kesehatan juga menyasar siswa SD Negeri 01 dan SD Negeri 02 Glapansari. Mahasiswa melaksanakan kegiatan pembelajaran pada siswa kelas 2 dan 3 dengan materi yang disesuaikan dengan usia anak. Salah satu kegiatan dilakukan melalui edukasi mengenai kebersihan diri dan kesehatan gigi serta mulut.
Agar materi lebih mudah dipahami, penyampaian tidak hanya dilakukan melalui penjelasan, tetapi juga disertai dengan demonstrasi langsung cara menyikat gigi yang benar. Siswa diajak mempraktikkan langkah-langkah menyikat gigi secara tepat sehingga pengetahuan yang diberikan dapat langsung diterapkan. Pendekatan demonstrasi tersebut diharapkan dapat membantu membentuk kebiasaan menjaga kebersihan gigi dan mulut sejak usia sekolah.
Sementara itu, pada kelompok petani, mahasiswa memberikan edukasi mengenai personal hygiene, PHBS, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), serta Pertolongan Pertama pada Gawat Darurat (PPGD). Kegiatan dilakukan secara langsung dan kontekstual dengan menyesuaikan materi pada aktivitas petani di lahan. Edukasi personal hygiene dan PHBS menekankan pentingnya mencuci tangan sebelum makan, menjaga kebersihan kuku dan pakaian, membersihkan tubuh setelah bekerja, serta menggunakan air bersih dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan edukasi K3 juga dilakukan secara door to door kepada para petani. Pendekatan ini memungkinkan mahasiswa berinteraksi lebih dekat dengan petani sekaligus mendengarkan secara langsung berbagai pengalaman dan keluhan yang mereka alami selama bekerja di lahan. Mahasiswa menggali berbagai potensi risiko, mulai dari penggunaan alat pertanian, posisi kerja yang kurang aman, hingga kemungkinan terjadinya cedera saat melakukan aktivitas pertanian.
Para petani kemudian diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah sederhana untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja, seperti memeriksa kondisi alat sebelum digunakan, menggunakan alat sesuai fungsinya, menjaga jarak aman dengan orang lain, serta menggunakan alat pelindung diri sesuai dengan jenis pekerjaan. Mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai tindakan awal yang dapat dilakukan ketika terjadi cedera atau kondisi darurat melalui materi PPGD.
Interaksi secara langsung tersebut membuat kegiatan tidak hanya berlangsung satu arah. Mahasiswa dapat memberikan informasi kesehatan berdasarkan permasalahan yang disampaikan masyarakat, sekaligus mengarahkan masyarakat untuk mendapatkan pemeriksaan atau penanganan dari tenaga kesehatan apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan tindak lanjut.
Menurut mahasiswa, pendekatan edukasi yang dilakukan pada berbagai kelompok masyarakat menjadi penting karena kebutuhan kesehatan setiap kelompok berbeda. Anak-anak membutuhkan pembiasaan perilaku hidup bersih sejak dini, ibu dan keluarga membutuhkan pemahaman mengenai gizi serta pencegahan penyakit, sedangkan petani membutuhkan pengetahuan mengenai kesehatan dan keselamatan dalam menjalankan aktivitas pertanian.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-T IDBU 56 UNDIP berupaya menunjukkan bahwa menjaga kesehatan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Mulai dari mencuci tangan, menyikat gigi dengan benar, mengonsumsi makanan bergizi, memantau tekanan darah, hingga menggunakan alat pertanian secara aman merupakan langkah-langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan dalam jangka panjang.
Bagi mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan sekaligus memahami kondisi kesehatan masyarakat secara langsung. Tidak hanya menyampaikan materi, mahasiswa belajar membangun komunikasi, mendengarkan kebutuhan masyarakat, dan menyesuaikan edukasi dengan kondisi serta kebiasaan yang ada di Desa Glapansari.
Melalui rangkaian edukasi kesehatan kepada anak-anak, ibu dan keluarga, serta petani, KKN-T IDBU 56 UNDIP berharap pengetahuan yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat, diharapkan Desa Glapansari dapat terus membangun lingkungan yang lebih sehat, aman, dan mendukung kesejahteraan seluruh masyarakat.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































