Temanggung, Agustus 2026 – Tim II KKN-T 56 Undip berhasil menyelesaikan rangkaian program pemetaan sistem pertanian berkelanjutan di Desa Glapansari, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung. Program bertemakan “Pemetaan Sistem Pertanian Berkelanjutan Berbasis Analisis Spasial” tersebut terdiri dari delapan kegiatan pemetaan, mulai dari analisis perubahan lahan hingga kerentanan multi bencana.
Seluruh program yang dijalankan mendukung lima tujuan pembangunan berkelanjutan, yakni SDG 15 (Ekosistem Daratan), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), dan SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan). Dengan program ini, mahasiswa KKN-T menyajikan data dan informasi berbentuk peta yang harapannya dapat menjadi bekal bagi pemerintah desa dan petani Glapansari dalam merencanakan pengembangan pertanian kedepannya.
Memantau Perubahan Lahan dan Pemetaan Lokasi Optimal untuk Sarana Pendukung Pengembangan Hasil Pertanian
Kedua program yang dijalankan oleh Zahwa Maharani menghasilkan beberapa temuan. Melalui analisis perubahan tutupan lahan dengan data tahun 2020 – 2025, ditemukan kecenderungan penyusutan lahan pertanian sekitar 6,27%, sementara area terbangun meningkat sekitar 0,83%. Informasi ini dapat menjadi pertimbangan bagi pemerintah desa dalam merencanakan tata guna lahan, terkhusus dalam kaitannya dengan pengembangan pertanian.
Lalu, sebagai upaya meningkatkan added value (nilai tambah) dari hasil pertanian (tembakau, cabai, bawang, dan kopi), pemetaan lokasi optimal dilakukan untuk melihat lokasi-lokasi yang dapat mendukung pengadaan sarana pasca-panen. Namun, hasil diskusi dengan para petani ditemukan kebutuhan mendesak lainnya, yakni akses jalan menuju lahan perkebunan. Sehingga, petani berharap akan pengadaan jalan usaha tani (JUT) untuk mendukung efisiensi kegiatan pertanian.
Keberlanjutan Lahan Pertanian dari Kerusakan dan Alih Fungsi
Oleh Kristoforus Riandra Purnomo dipetakan area-area yang kondisinya sudah mulai kritis akibat berbagai faktor seperti erosi, curah hujan, dan penggunaan lahan. Informasi ini kemudian dapat berguna bagi desa untuk menentukan lahan mana yang perlu segera dipulihkan dan diprioritaskan untuk rencana pembangunan desa kedepannya.
Melengkapi temuan lahan kritis tersebut, Ananda Wasis Setiyo Budi mengkaji limitasi alih fungsi lahan pertanian yang menghasilkan informasi mengenai lokasi lahan yang dapat dikembangkan atau dialihfungsikan. Kedua hasil kajian ini dapat menjadi warning system bagi desa dalam merencanakan dan menjaga keberadaan lahan pertanian yang tersisa.
Pemetaan Sebaran Komoditas dan Zonasi Pertanian Berkelanjutan
Dalam rangka mendigitalisasi data-data komoditas pertanian meliputi jenis, produktivitas, masa tanam, dan sebagainya, Alga Sherwin Wicaksana memetakan lokasi penanaman komoditas pertanian Glapansari, mulai dari tembakau, cabai, bawang merah, dan bawang putih. Kemudian, berdasarkan data sebaran komoditas tersebut, wilayah desa dibagi menjadi zona-zona berdasarkan karakteristik ekologis dan kondisi lahan. Program ini bertujuan menyediakan data aktual tentang persebaran komoditas pertanian dan perkebunan di setiap petak lahan di Desa Glapansari.
Aliran Komoditas Hasil Pertanian
Berbagai komoditas pertanian dan perkebunan yang dialirkan ke pasar, kemudian dipetakan oleh Nisrina Mufidah Heriff lokasi penjualannya. Melalui pemetaan jalur logistik ini, diketahui bahwa hasil pertanian sebagian besar didistribusikan ke Pasar Parakan dan Pasar Temanggung melalui tengkulak. Selain itu, petani umumnya juga langsung menjual hasil panennya kepada konsumen.
Kerentanan terhadap Bencana
Kemudian, untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai tingkat kerentanan bencana di Desa Glapansari, Alifia Rahma melakukan pemetaan bencana dengan mempertimbangkan beberapa aspek, yakni fisik, sosial, dan ekonomi. Pemetaan ini menghasilkan pemahaman terkait tingkat dan persebaran kerentanan bencana di Desa Glapansari yang dapat menjadi dasar dalam mengidentifikasi wilayah dan kelompok masyarakat yang perlu diprioritaskan untuk mendapat perhatian.
Seluruh hasil pemetaan ini kedelapan program ini kemudian akan diserahkan kepada Pemerintah Desa Glapansari sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan dan perencanaan desa ke depan. Mahasiswa KKN-T Desa Glapansari berharap kajian dan pemetaan ini dapat benar-benar dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan yang membawa manfaat bagi keberlanjutan pertanian dan kesejahteraan warga Desa Glapansari.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer








































































