Banjarnegara, 28 Juli 2026 — Anak usia dini berada pada masa pertumbuhan dan perkembangan yang sangat penting. Pada periode ini, kondisi kesehatan anak perlu mendapatkan perhatian karena berbagai masalah kesehatan dapat muncul tanpa disadari oleh orang tua maupun guru. Anak yang tampak aktif dan sehat belum tentu terbebas dari masalah kesehatan, seperti gangguan status gizi, karies gigi, maupun penumpukan serumen pada telinga. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi langkah penting untuk menemukan permasalahan sejak dini sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
Sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan anak, Tim Puskesmas Kalibening bersama mahasiswa KKN Kelompok 056 melaksanakan kegiatan penjaringan kesehatan di Kelompok Bermain Tunas Bangsa, Desa Sidakangen, Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara. Kegiatan yang dilaksanakan pada 28 Juli 2026 tersebut menyasar seluruh anak yang terdaftar di kelompok bermain, dengan jumlah total 77 anak yang terdiri atas 37 anak kelas A dan 40 anak kelas B.

Penjaringan kesehatan dilakukan sebagai bentuk pelayanan kesehatan preventif yang bertujuan mendeteksi secara dini permasalahan kesehatan anak, khususnya yang berkaitan dengan status gizi, kesehatan gigi, dan kesehatan telinga. Pemeriksaan dilakukan secara langsung dengan mengukur berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, dan lingkar lengan atas. Selain itu, anak-anak juga menjalani pemeriksaan kondisi gigi untuk mendeteksi adanya karies serta pemeriksaan telinga untuk mengetahui adanya penumpukan serumen.
Sebelum kegiatan dilaksanakan, tim melakukan koordinasi dengan pihak sekolah mengenai waktu pelaksanaan, jumlah peserta, serta teknis pemeriksaan. Berbagai alat dan bahan kemudian disiapkan, seperti timbangan berat badan, mikrotoise, pita ukur lingkar kepala, pita ukur lingkar lengan atas, senter, serta lembar pencatatan hasil pemeriksaan. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap agar setiap anak dapat memperoleh pemeriksaan sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan.
Hasil penjaringan kesehatan menunjukkan bahwa masih terdapat beberapa permasalahan kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian. Salah satu temuan utama adalah tingginya jumlah anak yang mengalami karies gigi. Dari 77 anak yang diperiksa, sebanyak 55 anak atau sekitar 71,43 persen ditemukan mengalami karies, sedangkan 22 anak atau 28,57 persen berada dalam kondisi normal.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa kesehatan gigi masih menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan sejak usia dini. Karies gigi yang tidak ditangani dapat menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan pada anak. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari, termasuk makan, tidur, dan proses belajar. Pemeriksaan kesehatan gigi sejak dini di lingkungan pendidikan menjadi penting karena beberapa masalah gigi dapat ditemukan meskipun anak tampak sehat dan tidak selalu mengeluhkan rasa sakit.
Selain kesehatan gigi, pemeriksaan telinga juga menunjukkan adanya temuan yang cukup tinggi. Sebanyak 51 anak atau 66,23 persen ditemukan memiliki serumen pada telinga, sedangkan 26 anak atau 33,77 persen berada dalam kondisi normal. Serumen merupakan zat yang secara alami terdapat di dalam telinga. Namun, penumpukan dalam jumlah tertentu perlu mendapatkan perhatian karena dapat berpotensi mengganggu kondisi telinga dan pendengaran anak.
Kesehatan telinga memiliki peran penting dalam kehidupan anak karena kemampuan mendengar berkaitan dengan proses menerima informasi dan mengikuti kegiatan pembelajaran. Oleh sebab itu, pemeriksaan telinga melalui kegiatan penjaringan dapat menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi anak yang membutuhkan pemeriksaan atau penanganan lebih lanjut di fasilitas pelayanan kesehatan.
Pada aspek status gizi, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebagian besar anak memiliki kategori normal. Berdasarkan pemeriksaan indeks massa tubuh, sebanyak 62 anak atau 80,52 persen berada dalam kategori normal. Namun, masih ditemukan 12 anak atau 15,58 persen dalam kategori kurus serta tiga anak atau 3,90 persen dalam kategori gemuk.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar anak memiliki kondisi status gizi yang normal, pemantauan pertumbuhan tetap perlu dilakukan secara berkala. Anak yang berada dalam kategori kurus maupun gemuk membutuhkan perhatian agar kondisi pertumbuhan dan kesehatannya dapat terus dipantau. Pemeriksaan antropometri seperti pengukuran berat badan dan tinggi badan dapat menjadi salah satu langkah awal untuk mengetahui kondisi pertumbuhan anak.
Kegiatan penjaringan kesehatan ini tidak berhenti pada proses pemeriksaan saja. Seluruh hasil pemeriksaan dicatat sebagai dasar untuk mengidentifikasi kondisi kesehatan masing-masing anak. Selanjutnya, hasil tersebut disampaikan kepada guru dan orang tua sebagai bagian dari edukasi kesehatan. Anak yang ditemukan memiliki indikasi permasalahan kesehatan dianjurkan untuk memperoleh pemeriksaan lanjutan di fasilitas pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhannya.
Keterlibatan guru dan orang tua menjadi bagian penting dalam keberhasilan upaya deteksi dini kesehatan anak. Sekolah dapat menjadi lingkungan yang strategis untuk mendukung pemantauan kesehatan karena anak menghabiskan sebagian waktunya dalam kegiatan pendidikan. Sementara itu, orang tua memiliki peran utama dalam menjaga kebiasaan hidup sehat anak di rumah, termasuk memperhatikan pola makan, kebersihan gigi, dan kondisi kesehatan lainnya.

Melalui kegiatan ini, dapat dilihat bahwa penjaringan kesehatan memiliki manfaat penting dalam memberikan gambaran mengenai kondisi kesehatan anak secara langsung. Pemeriksaan sederhana dapat membantu menemukan permasalahan yang mungkin belum disadari sebelumnya. Hasil pemeriksaan juga dapat menjadi dasar bagi guru dan orang tua untuk memberikan perhatian lebih terhadap kondisi kesehatan anak.
Kegiatan penjaringan kesehatan di Kelompok Bermain Tunas Bangsa, Sidakangen, menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan anak tidak hanya dilakukan ketika anak mengalami keluhan atau sakit. Upaya pencegahan dan deteksi dini justru menjadi langkah penting untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Dengan pemeriksaan kesehatan secara berkala, permasalahan dapat ditemukan lebih awal sehingga anak dapat memperoleh pemantauan dan tindak lanjut yang sesuai.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan cakupan pemeriksaan yang semakin luas. Kolaborasi antara tenaga kesehatan, sekolah, orang tua, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara sehat. Melalui langkah sederhana seperti penjaringan kesehatan, kita dapat membantu memastikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk tumbuh, berkembang, dan menjalani masa kanak-kanak dengan kondisi kesehatan yang lebih baik.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






































































