Dengan sumber daya alam yang melimpah, Indonesia memerlukan inovasi untuk mengembangkan sistem pertaniannya. Akuaponik merupakan salah satu inovasi pertanian modern yang dijadikan solusi atas tantangan global dalam pemenuhan pangan, keterbatasan lahan, dan keberlanjutan lingkungan. Dengan lebih efisien dalam memanfaatkan ruang dan air, akuaponik menjadi inovasi teknologi yang banyak diminati sekarang ini (Shobihah et al., 2022).
Akuaponik adalah salah satu sistem terintegrasi antara akuakultur dengan hidroponik, di mana limbah budidaya ikan dan sisa pakan dialihfungsikan sebagai pupuk untuk tanaman. Prinsip inovasi ini adalah untuk menghemat penggunaan lahan dan air, mengingat keterbatasan lahan akibat ledakan penduduk, sementara kebutuhan pangan masyarakat semakin meningkat (Zidni et al., 2019). Sistem ini juga dinilai sangat ramah lingkungan, karena mampu meningkatkan efisiensi usaha melalui pemanfaatan nutrisi dari sisa pakan dan metabolisme ikan sebagai nutrisi bagi tanaman.
Akuaponik yang sudah memiliki keunggulannya sendiri kini semakin canggih dengan adanya perkembangan teknologi Internet of Things (IoT). Dengan kombinasi ini, pengelola dapat dengan mudah memantau dan mengelola kondisi lingkungan dalam sistem akuaponik dengan lebih efisien (Kusuma et al., 2025).
Keunggulan yang ada pada akuaponik, kini membuat banyak orang tertarik dalam bertani. Dengan lahan yang minim, orang tetap bisa bertani tanpa membutuhkan penanganan hama dan gulma. Meskipun tinggal di tengah kota, masyarakat tetap bisa produktif bertani di halaman rumahnya. Dengan langkah kecil, masyarakat bisa turut menciptakan keseimbangan ekologi yang stabil, yaitu limbah tidak lagi menjadi polutan, namun nutrisi.
Shobihah, H. N., Yustiati, A., dan Andriani, Y. 2022. Produktivitas Budidaya Ikan dalam Berbaagai Konstruksi Siste, Akuaponik (REVIEW). Jurnal Akuatika Indonesia, Vol. 7(1): 34-35.
Zidni, I., Iskandar, Rizql, A., Andriani, Y., dan Ramadan, R. 2019. Efektivitas Sistem Akuaponik dengan Jenis Tanaman yang Berbeda Terhadap Kualitas Air Media Budidaya Ikan. Jurnal Perikanan dan Kelautan, Vol. 9(1): 82-83.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer








































































