Prestasi besar diraih Muhammad Raynan Rizky Akbar pada akhir 2025. Aktivis mahasiswa kelahiran Malang itu berhasil menyabet gelar The Best Faculty of Medicine 2025 versi Universitas Brawijaya. Penghargaan tersebut menandai pengakuan institusional atas kiprah Raynan yang selama ini dikenal luas sebagai figur pergerakan mahasiswa, khususnya di lingkungan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya dan Malang Raya.
Raynan lahir di Malang pada 9 April 2005. Ia menempuh pendidikan sebagai mahasiswa Program Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Di tengah citra mahasiswa kedokteran yang kerap dilekatkan pada dunia akademik dan klinis semata, Raynan justru menempuh jalan berbeda. Ia menggabungkan keseriusan akademik dengan keterlibatan aktif dalam organisasi dan advokasi kebijakan publik.
Nama Raynan mulai dikenal luas di lingkungan kampus sejak ia terlibat aktif dalam berbagai forum diskusi, kajian strategis, dan gerakan mahasiswa. Baginya, dunia kedokteran tidak bisa dilepaskan dari realitas sosial dan kebijakan negara. Ia memandang bahwa kualitas layanan kesehatan, akses pendidikan kedokteran, serta masa depan profesi dokter sangat dipengaruhi oleh keputusan politik dan arah kebijakan pemerintah.
Puncak peran organisasional Raynan terlihat ketika ia dipercaya menjabat sebagai Menteri Aksi, Kajian, dan Propaganda Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Jabatan tersebut menempatkannya pada posisi kunci dalam merumuskan arah gerakan mahasiswa fakultas. Dalam peran itu, Raynan bertanggung jawab menyusun kajian isu, merancang strategi advokasi, serta mengoordinasikan mahasiswa dalam berbagai aksi.
Selama menjabat, Raynan dikenal mendorong gerakan mahasiswa yang berbasis analisis dan data. Setiap isu yang diangkat dibahas melalui kajian mendalam agar tuntutan yang disampaikan tidak bersifat reaktif. Pendekatan ini membuat aksi aksi yang digerakkan memiliki arah politik yang jelas dan mampu dipertanggungjawabkan secara intelektual.
Di bawah kepemimpinannya, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya mulai menunjukkan keterlibatan yang lebih aktif dalam berbagai aksi mahasiswa. Raynan tercatat menginisiasi dan mengoordinasikan aksi penolakan kenaikan Uang Kuliah Tunggal, penolakan RUU TNI, kritik terhadap tindakan represif aparat kepolisian, hingga keterlibatan dalam aksi Indonesia Gelap yang menyoroti kondisi demokrasi nasional. Aksi aksi tersebut melibatkan ratusan mahasiswa lintas fakultas dan kampus.
Keberhasilan Raynan menghadirkan mahasiswa kedokteran dalam barisan aksi dinilai sebagai perubahan penting dalam kultur gerakan di lingkungan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Mahasiswa yang sebelumnya jarang terlibat dalam demonstrasi mulai hadir secara kolektif dan terorganisir. Hal ini memperkuat posisi fakultas kedokteran sebagai bagian integral dari gerakan mahasiswa universitas.
Meski dikenal sebagai aktivis, Raynan tetap menjaga konsistensinya dalam dunia akademik dan kehidupan internal fakultas. Ia aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan dan terlibat dalam proses kaderisasi organisasi. Raynan memandang bahwa aktivisme dan prestasi internal bukan dua hal yang saling bertentangan, melainkan dapat berjalan beriringan.
Pandangan inilah yang kemudian tercermin dalam penghargaan The Best Faculty of Medicine 2025 yang diraihnya. Penghargaan versi Universitas Brawijaya tersebut diberikan kepada mahasiswa Fakultas Kedokteran yang dinilai memiliki kontribusi paling signifikan terhadap kehidupan akademik, organisasi, dan citra fakultas secara keseluruhan. Penilaian mencakup kepemimpinan, dampak kegiatan, serta peran strategis dalam membawa nama baik fakultas di tingkat universitas.
Bagi banyak pihak, penghargaan ini menjadi simbol pengakuan atas kerja panjang Raynan. Selama ini, ia lebih dikenal melalui perannya di lapangan aksi dan ruang advokasi. Namun gelar The Best Faculty of Medicine 2025 menegaskan bahwa kontribusinya juga diakui secara resmi oleh institusi kampus.
Selain perannya di BEM FK UB, Raynan juga aktif dalam berbagai organisasi lain. Ia tercatat sebagai Koordinator Pusat Lingkar Kajian Strategis dan Advokasi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Ia juga terlibat sebagai Koordinator Indonesian Medical Kastrat Alliance ISMKI kontingen FK UB serta Koordinator Aliansi Mahasiswa Resah Brawijaya kontingen FK UB. Peran tersebut memperluas jejaring gerakannya di tingkat regional dan nasional.

Di luar kampus, Raynan mendirikan organisasi non pemerintah bernama Aktivis Indonesia pada Desember 2023. Organisasi ini ia rancang sebagai wadah konsolidasi pemuda dan mahasiswa lintas kampus untuk melakukan kerja kerja advokasi kebijakan dan pendidikan politik. Hingga kini, Raynan memimpin langsung Aktivis Indonesia sebagai pendiri dan penggerak utama.
Keberadaan Aktivis Indonesia memperlihatkan konsistensi Raynan dalam membangun gerakan yang berkelanjutan. Ia tidak hanya bergerak dalam momentum aksi, tetapi juga membangun struktur organisasi yang dapat bertahan dan berkembang. Hal ini memperkuat citranya sebagai aktivis yang tidak sekadar reaktif, tetapi memiliki visi jangka panjang.
Gelar The Best Faculty of Medicine 2025 menjadi titik penting dalam perjalanan Raynan. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa keterlibatan aktif dalam pergerakan mahasiswa tidak menghalangi pencapaian pengakuan internal kampus. Sebaliknya, kontribusi yang nyata justru memperkuat posisi mahasiswa sebagai agen perubahan di lingkungan universitas.
Bagi Raynan, penghargaan ini bukan sekadar capaian personal. Ia memandangnya sebagai bukti bahwa mahasiswa kedokteran dapat berperan lebih luas dalam kehidupan sosial dan kebijakan publik. Ia berharap prestasinya dapat menjadi contoh bahwa aktivisme, kepemimpinan, dan kontribusi institusional dapat berjalan seiring.
Di usia yang masih sangat muda, Muhammad Raynan Rizky Akbar telah menorehkan prestasi besar yang jarang dicapai mahasiswa kedokteran. Dari ruang diskusi hingga jalanan, dari organisasi fakultas hingga pengakuan universitas, Raynan menempatkan dirinya sebagai salah satu figur penting dalam dinamika mahasiswa Universitas Brawijaya. Gelar The Best Faculty of Medicine 2025 menjadi penanda bahwa perjalanan dan kontribusinya telah diakui secara luas, baik oleh sesama mahasiswa maupun oleh institusi tempat ia menimba ilmu.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































