Bantul (MAN 4 Bantul) – Pada Rabu (25/02/2026) Mushala MAN 4 Bantul terasa lebih hening dari biasanya. Usai pelaksanaan shalat dhuhur berjamaah, seluruh siswa kelas X, XI, dan XII tetap duduk rapi dalam barisan. Kultum siang itu disampaikan oleh Fahrezi Yudis dari kelas XI F3, yang membawakan nasihat bertema keteguhan hati dalam menghadapi ujian kehidupan.
Dengan suara mantap, Fahrezi membuka kultumnya dengan membacakan firman Allah dalam Surah Al-Insyirah ayat 5–6, “Fa inna ma‘al ‘usri yusrā, inna ma‘al ‘usri yusrā” yang berarti, “Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” Lantunan ayat itu menggema lembut di dalam mushala, seolah menenangkan setiap hati yang mendengarnya.
Dalam penyampaiannya, Fahrezi mengajak seluruh jamaah untuk tidak mudah menyerah ketika menghadapi masalah, baik dalam belajar, pergaulan, maupun kehidupan pribadi. Ia menekankan bahwa kesulitan bukan tanda kebencian Allah, melainkan bagian dari proses pendewasaan iman.
“Kadang kita merasa ujian itu berat sekali. Tapi Allah sudah menjanjikan, bukan satu, melainkan dua kali kemudahan setelah kesulitan. Artinya, jangan pernah putus asa. Tugas kita adalah sabar dan terus berusaha,” ujar Fahrezi di hadapan para jamaah.
Ia juga mengingatkan bahwa sebagai pelajar, tantangan seperti nilai ujian, tugas menumpuk, atau konflik kecil dengan teman adalah bagian dari proses menuju kedewasaan. “Kalau hari ini kita diuji, mungkin itu cara Allah menaikkan derajat kita. Jadi jangan berhenti berdoa dan jangan tinggalkan shalat,” tambahnya.
Kultum dhuhur tersebut berlangsung khusyuk dan penuh perhatian. Para siswa menyimak dengan tenang, sementara guru dan pegawai turut memberikan apresiasi atas keberanian serta kedalaman pesan yang disampaikan.
Melalui nasihat sederhana namun bermakna itu, Fahrezi Yudis mengingatkan bahwa setiap kesulitan hanyalah jeda sebelum datangnya kemudahan. Dan di mushala MAN 4 Bantul siang itu, harapan terasa tumbuh lebih tinggi dari sekadar bayang-bayang masalah. (lel)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”











































































