LAMONGAN – Lakpesdam PCNU Lamongan menggelar forum diskusi bertajuk Revitalisasi Abad Kedua NU, menghadirkan sejumlah tokoh di antaranya Pak Nursalim, Pak Syarif Hidayat, Adi Farid, Pak Yai Bi’in, serta perwakilan dari Sekdin. Diskusi ini diawali dengan doa bersama untuk Ali Khamenei, pemimpin Iran, yang dikabarkan wafat.
Pak Syarif Hidayat menegaskan pentingnya kilas balik sejarah NU sebagai fondasi menghadapi abad ke-2:
> “Betul sekali. Membicarakan NU abad ke-2 tidak bisa dimulai dari nol. Ia harus berangkat dari kilas balik, dari fondasi yang sudah dibangun para muassis. Para kyai ‘kampung’ punya gagasan berlian dan melampaui batas teritorial. Itu adalah jawaban atas kegalauan koordinasi kita hari ini.”
Ia kemudian menarik garis sejarah NU: dari kepedulian global para muassis di 1920-an, Resolusi Jihad 1945, hingga tantangan peradaban di era disrupsi saat ini.
Pak Nursalim memantik gagasan segar dengan analogi NU sebagai aplikasi:
> “Saya membayangkan NU menjadi aplikasi. Kira-kira mungkin tidak? Tantangannya sekarang adalah bagaimana kita punya ikon. Lamongan dulu satu-satunya organisasi NU yang memicu gerakan 30 organ. Itu bukti bahwa kita bisa jadi pemicu. Sekarang tinggal bagaimana kita replikasi dan hadirkan ikon baru.”
Momentum Revitalisasi
Forum ini menegaskan bahwa keresahan koordinasi internal PCNU Lamongan adalah miniatur tantangan besar NU abad ke-2. Jika di tingkat kabupaten saja koordinasi masih terseok-seok, bagaimana NU bisa tampil dalam simfoni diplomasi peradaban dunia?
Para peserta menyepakati tiga hal penting:
– Kesadaran skala besar: pendataan warga dan pengelolaan anggaran adalah bagian dari membangun basis data kemanusiaan.
– Belajar dari sejarah: membangun kemandirian data, program, dan koordinasi sebagaimana para kyai dulu membangun kemandirian ilmu, ekonomi, dan massa.
– Menjadikan krisis sebagai guru: situasi geopolitik harus dicermati, NU Lamongan perlu ikut memikirkan advokasi bagi calon jemaah yang tertunda serta menyiapkan literasi digital Islam Wasathiyah.
Diskusi ditutup dengan penegasan bahwa NU Lamongan harus berperan aktif, bukan sekadar penonton.
> “Dapur Lakpesdam harus terus mengepul, bukan hanya untuk urusan internal, tapi untuk menyuplai energi bagi gerak NU di panggung global,”
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”


































































