Palembang, (7/3/2026) – Implementasi kurikulum Merdeka Belajar terus mendorong perguruan tinggi untuk memperkuat keterhubungan antara teori akademik dan praktik nyata di lapangan. Upaya tersebut tercermin melalui kegiatan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) yang diikuti oleh 14 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dari Universitas PGRI Palembang. Para mahasiswa secara resmi diterjunkan untuk menjalani program PLP di SMA Negeri 2 Palembang sejak 2 Maret hingga 15 Mei 2026. Program ini menjadi bagian integral dari proses pembentukan calon guru yang tidak hanya memahami teori pendidikan, tetapi juga mampu menerapkannya secara konkret di lingkungan sekolah yang sesungguhnya. Kehadiran para mahasiswa ini menandai langkah penting dalam proses transformasi pembelajaran calon pendidik agar lebih adaptif terhadap dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang.
Pelaksanaan program PLP tersebut dirancang sebagai wahana pembelajaran yang komprehensif bagi mahasiswa calon guru. Selama kurang lebih dua bulan, para peserta tidak sekadar hadir sebagai pengamat pasif, melainkan terlibat secara aktif dalam berbagai aktivitas akademik dan nonakademik di lingkungan sekolah. Mahasiswa memperoleh kesempatan untuk melakukan observasi proses pembelajaran secara langsung di ruang kelas, memahami interaksi antara guru dan peserta didik, serta mempelajari strategi pengelolaan kelas yang efektif. Proses observasi ini menjadi fondasi penting bagi mahasiswa dalam mengidentifikasi berbagai pendekatan pedagogis yang diterapkan oleh guru berpengalaman, sekaligus memahami karakteristik peserta didik dalam konteks pembelajaran yang nyata.
Selain melakukan observasi, mahasiswa juga dilibatkan dalam penyusunan berbagai perangkat pembelajaran. Kegiatan ini mencakup penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran, pengembangan bahan ajar, hingga perancangan metode evaluasi yang relevan dengan kebutuhan peserta didik. Melalui proses tersebut, mahasiswa tidak hanya mempraktikkan teori yang telah dipelajari selama perkuliahan, tetapi juga belajar menyesuaikan strategi pembelajaran dengan kondisi kelas yang beragam. Pengalaman ini menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan merancang pembelajaran yang kreatif, inovatif, serta responsif terhadap kebutuhan pendidikan masa kini.

Tahapan berikutnya yang menjadi inti dari program PLP adalah praktik mengajar terbimbing. Dalam tahap ini, mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengajar secara langsung di kelas dengan pendampingan dari guru pamong maupun dosen pembimbing. Proses praktik mengajar ini memungkinkan mahasiswa merasakan secara langsung tantangan dan dinamika profesi guru, mulai dari menyampaikan materi pelajaran, mengelola interaksi kelas, hingga melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran berharga yang tidak dapat sepenuhnya diperoleh melalui kegiatan perkuliahan di kampus.
Di samping aktivitas pembelajaran di kelas, mahasiswa juga dilibatkan dalam berbagai kegiatan administrasi sekolah dan pengenalan budaya organisasi sekolah. Keterlibatan ini memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai bagaimana sebuah institusi pendidikan dikelola secara sistematis. Mahasiswa dapat mempelajari berbagai aspek manajerial, mulai dari pengelolaan administrasi akademik, kegiatan kesiswaan, hingga peran sekolah dalam membangun lingkungan belajar yang kondusif. Melalui pengalaman ini, mahasiswa memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai tanggung jawab seorang pendidik yang tidak hanya berfokus pada kegiatan mengajar, tetapi juga berperan dalam pengembangan ekosistem pendidikan secara menyeluruh.

Seluruh rangkaian kegiatan PLP tersebut berada di bawah bimbingan dan supervisi dari Achmad Wahidy yang berperan sebagai pembimbing utama dalam pelaksanaan program. Dalam kapasitasnya sebagai pembimbing, ia memberikan arahan strategis, melakukan pemantauan terhadap perkembangan mahasiswa, serta melakukan evaluasi secara berkala terhadap proses pembelajaran yang dilaksanakan. Pendampingan ini memiliki peran krusial dalam memastikan bahwa mahasiswa mampu menjalankan program PLP secara optimal sekaligus memperoleh umpan balik konstruktif untuk meningkatkan kompetensi profesional mereka. Proses supervisi yang berkelanjutan juga membantu mahasiswa untuk merefleksikan pengalaman mengajar mereka sehingga dapat berkembang menjadi calon pendidik yang lebih matang dan reflektif.
Keempat kompetensi utama guru—yakni kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian—menjadi fokus utama dalam pelaksanaan program ini. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan kemampuan pedagogik melalui praktik pembelajaran yang terencana dan terstruktur. Kompetensi profesional diasah melalui penguasaan materi ajar serta kemampuan menyampaikan pengetahuan secara efektif kepada peserta didik. Sementara itu, kompetensi sosial dan kepribadian terbentuk melalui interaksi langsung dengan siswa, guru, serta seluruh warga sekolah. Kombinasi keempat kompetensi tersebut diharapkan mampu membentuk karakter calon pendidik yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral dan tanggung jawab sosial yang tinggi.
Keberagaman latar belakang program studi para mahasiswa turut memberikan warna tersendiri dalam dinamika pelaksanaan PLP di sekolah tersebut. Empat belas mahasiswa yang mengikuti program ini berasal dari berbagai disiplin ilmu kependidikan, antara lain Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Matematika, Pendidikan Jasmani, Pendidikan Akuntansi, Pendidikan Geografi, Bimbingan dan Konseling, serta Pendidikan Seni Pertunjukan. Variasi bidang keilmuan ini membuka peluang terciptanya pertukaran ide dan pengalaman antar mahasiswa yang pada akhirnya dapat memperkaya perspektif pembelajaran di lingkungan sekolah. Kolaborasi lintas disiplin ini juga memungkinkan terciptanya pendekatan pembelajaran yang lebih kreatif dan interdisipliner.
Pihak sekolah menyambut kehadiran mahasiswa PLP dengan sikap terbuka dan penuh antusiasme. Kehadiran para mahasiswa tidak hanya dipandang sebagai bagian dari proses pendidikan bagi calon guru, tetapi juga sebagai peluang untuk memperkuat kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan sekolah menengah. Sinergi antara Universitas PGRI Palembang dan SMA Negeri 2 Palembang diharapkan mampu memberikan manfaat timbal balik, baik dalam bentuk pertukaran pengalaman akademik maupun pengembangan praktik pembelajaran yang lebih inovatif. Kerja sama ini menjadi contoh nyata bagaimana dunia kampus dan dunia sekolah dapat saling mendukung dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Program PLP pada akhirnya tidak hanya menjadi bagian dari kewajiban akademik mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan idealisme akademik dengan realitas pendidikan di lapangan. Pengalaman langsung yang diperoleh selama menjalani kegiatan di sekolah memberikan bekal yang sangat berharga bagi mahasiswa dalam memahami kompleksitas profesi guru. Mereka belajar menghadapi tantangan pembelajaran yang beragam, membangun komunikasi dengan peserta didik, serta menumbuhkan kepekaan terhadap kebutuhan pendidikan di masyarakat.
Dengan semangat, dedikasi, dan komitmen yang tinggi, keempat belas mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dari Universitas PGRI Palembang menjalani program PLP ini sebagai bagian dari perjalanan panjang menuju profesi pendidik yang profesional. Pengalaman yang diperoleh selama masa penugasan di SMA Negeri 2 Palembang diharapkan dapat menjadi fondasi kuat bagi mereka untuk terus berkembang sebagai guru yang inovatif, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan dunia pendidikan di masa mendatang. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah melalui program semacam ini menjadi bukti bahwa proses pembentukan guru profesional memerlukan sinergi, pengalaman lapangan, serta komitmen bersama dalam membangun kualitas pendidikan yang lebih baik.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































