Malang – Tekanan menyelesaikan skripsi sering kali menjadi fase paling menantang bagi mahasiswa tingkat akhir. Rasa lelah, kebingungan, hingga keinginan menyerah kerap datang silih berganti. Namun, di tengah realitas tersebut, seorang mahasiswa Universitas Islam Malang (UNISMA), Mohamad Dimas Alhamdani, justru berhasil mengubah kegelisahan itu menjadi sebuah karya inspiratif.
Pada 26 Januari 2026, Dimas resmi meluncurkan bukunya yang berjudul “Satu Paragraf Lagi”, sebuah buku yang lahir dari pengalaman personal sekaligus refleksi mendalam selama menjalani proses akademik. Buku ini bukan hanya menjadi catatan perjalanan, tetapi juga menjadi “jembatan emosional” bagi mahasiswa lain yang tengah berjuang di fase serupa.
Berbeda dengan buku akademik pada umumnya, Satu Paragraf Lagi hadir dengan pendekatan yang lebih hangat dan membumi. Dimas memilih menggunakan bahasa santai, ringan, dan mudah dipahami, sehingga pembaca merasa seperti sedang berdialog langsung, bukan membaca teori yang kaku. Hal inilah yang membuat buku tersebut cepat menarik perhatian, khususnya di kalangan mahasiswa tingkat akhir yang sedang mencari arah.
Dalam keterangannya, Dimas mengungkapkan bahwa ide penulisan buku ini berawal dari hal sederhana: percakapan dengan teman-temannya sendiri.
“Banyak teman saya yang sering menghubungi, cerita kalau mereka kesulitan ngerjain skripsi, bahkan ada yang nggak tahu harus mulai dari mana. Dari situ saya berpikir, pengalaman yang saya lewati ini mungkin bisa saya tuliskan, supaya mereka punnya gambaran yang lebih jelas dan nggak merasa sendirian,” ujar Dimas.
Menariknya, perjalanan penerbitan buku ini juga memiliki cerita tersendiri. Di tengah isu keterbatasan ISBN yang sempat menjadi perhatian di Indonesia, Dimas memilih jalur alternatif dengan mendaftarkan karyanya melalui Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), sehingga bukunya tetap memiliki perlindungan hukum yang sah.
“Melihat kondisi Indonesia yang sempat mengalami keterbatasan ISBN, saya akhirnya memilih jalur HAKI supaya karya ini tetap punya perlindungan resmi. Bagi saya, yang terpenting bukan hanya terbit, tapi juga bagaimana karya ini diakui dan bisa bermanfaat bagi banyak orang,” jelasnya.

Keputusan tersebut sekaligus menegaskan keseriusan Dimas dalam berkarya. Buku Satu Paragraf Lagi kini telah resmi terlindungi Hak Cipta, menjadikannya tidak hanya bernilai secara emosional, tetapi juga memiliki legitimasi hukum.
Di dalam buku ini, pembaca akan menemukan berbagai lifehack pengerjaan skripsi yang disampaikan secara praktis dan relevan. Mulai dari cara mengatasi rasa malas, membangun konsistensi, hingga menghadapi tekanan dari revisi yang berulang. Semua dikemas dalam sudut pandang yang realistis “tanpa menggurui, tanpa terasa berat”.
Tak heran jika buku ini mulai dikenal sebagai salah satu bacaan yang “dicari-cari” oleh mahasiswa tingkat akhir. Slogan yang diusung, “Dari Mahasiswa untuk Mahasiswa”, terasa sangat tepat menggambarkan isi dan tujuan dari buku tersebut.
Sebelum terjun lebih dalam ke ranah akademik, Dimas juga diketahui pernah menulis karya fiksi berjudul Pretty Girl dan Ajining Lebur Jiwa. Kedua karya tersebut menunjukkan sisi kreatifnya dalam dunia literasi. Namun kini, ia memilih untuk lebih fokus pada karya yang bersinggungan langsung dengan dunia akademisi, sejalan dengan perjalanannya yang masih menyelesaikan studi strata satu.
Ada nuansa dramatis yang mengalir dalam setiap bagian buku ini; tentang perjuangan yang sunyi, tentang keraguan yang sering datang tanpa diundang, hingga tentang kemenangan kecil yang kerap diremehkan, seperti berhasil menyelesaikan satu paragraf tulisan. Hal-hal sederhana yang ternyata menyimpan makna besar.
Saat ini, Satu Paragraf Lagi telah tersedia dan dapat dibeli melalui TikTok Shop dengan harga yang sangat terjangkau, membuatnya semakin mudah diakses oleh mahasiswa dari berbagai kalangan.
Lebih dari sekadar buku, karya ini hadir sebagai pengingat bahwa setiap proses, seberat apa pun, selalu bisa dilalui. Selama kita mau melangkah, meski hanya… satu paragraf lagi.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































