Lampung – Aktivis Muda Papua di Lampung, Dominggus Kosamah, menilai penayangan film dokumenter Pesta Babi merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang menunjukkan keterbukaan ruang berekspresi di Indonesia. Menurutnya, kehadiran film tersebut mencerminkan bahwa berbagai pandangan dan perspektif dapat disampaikan kepada publik dalam koridor hukum dan demokrasi yang berlaku.
“Penayangan film dokumenter Pesta Babi dapat dipandang sebagai bukti bahwa demokrasi di Indonesia berjalan terbuka dan memberikan ruang bagi berbagai pandangan untuk disampaikan kepada publik. Hal ini menunjukkan pemerintah tetap menghormati kebebasan berekspresi dan kebebasan berkarya,” ujar Dominggus.
Ia menilai, kehadiran film tersebut seharusnya menjadi momentum untuk meningkatkan literasi masyarakat dalam memahami berbagai isu secara lebih utuh, objektif, dan berimbang. Masyarakat diharapkan tidak hanya melihat satu sisi persoalan, tetapi juga memahami tujuan pemerintah dalam menjalankan berbagai program pembangunan dan ketahanan pangan di Papua.

Menurut Dominggus, perbedaan pandangan yang muncul melalui sebuah karya dokumenter merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun demikian, perbedaan tersebut sebaiknya dijadikan ruang dialog yang sehat untuk memperkuat persatuan dan mencari solusi terbaik bagi kemajuan Papua.
“Perbedaan pandangan hendaknya menjadi sarana diskusi yang konstruktif, bukan pemicu polarisasi maupun penyebaran narasi yang dapat memecah belah masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program pembangunan dan ketahanan pangan yang dijalankan pemerintah di Papua bertujuan untuk mendorong pemerataan kesejahteraan, memperkuat ekonomi masyarakat lokal, serta membuka akses yang lebih luas terhadap lapangan kerja, infrastruktur, dan kebutuhan dasar masyarakat.
Menurutnya, berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat melalui penguatan sektor pangan, pertanian, distribusi logistik, dan peningkatan produktivitas daerah.
“Tujuan utama pembangunan adalah agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Papua, baik dari sisi ekonomi maupun peningkatan kualitas hidup,” jelasnya.
Dominggus juga menegaskan bahwa pemerintah dalam menjalankan program pembangunan tetap memperhatikan aspek sosial dan budaya masyarakat Papua melalui komunikasi, pendekatan, serta koordinasi bersama tokoh adat dan masyarakat setempat. Langkah tersebut penting agar pembangunan yang dilaksanakan tetap selaras dengan kebutuhan dan karakteristik daerah.
Selain itu, program ketahanan pangan di Papua dinilai menjadi bagian dari strategi nasional dalam memastikan ketersediaan pangan, mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah, serta mengoptimalkan potensi besar yang dimiliki Papua untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Pada akhirnya, Dominggus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melihat pembangunan Papua sebagai bentuk komitmen negara dalam menghadirkan keadilan sosial dan pemerataan pembangunan. Ia berharap narasi yang berkembang di ruang publik lebih menekankan pentingnya persatuan, kolaborasi, dan dukungan terhadap upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua secara berkelanjutan.
“Papua membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari semua pihak agar pembangunan yang dilakukan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






































































