Jakarta, SiaranBerita.com — Prospek kinerja saham PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton, kode: WTON) di 2026 terlihat semakin terang, didukung oleh penguatan kontrak baru, perbaikan fundamental, dan langkah penguatan tata kelola perusahaan. Di tengah dinamika sektor konstruksi yang tetap kompetitif, WIKA Beton makin menunjukkan sinyal bahwa emiten ini berada di trajektori pemulihan bertahap.
WIKA Beton mencatatkan pendapatan Rp677 miliar dengan laba Rp1,5 miliar di Kuartal I 2026, sekaligus meraih kontrak baru Rp919,9 miliar yang didominasi pelanggan swasta dan kemitraan strategis. Angka ini menjadi dasar optimisme bahwa perusahaan mampu menjaga arus kas dan memperkuat portofolio proyek bernilai tinggi. Di level tahunan, WIKA Beton juga melaporkan laba sekitar Rp40 miliar pada 2025 dengan kontrak baru tembus Rp4 triliun, sementara RKAP 2026 mematok target kontrak baru sekitar Rp5 triliun atau naik sekitar 25% dari realisasi tahun lalu.
Pada sisi tata kelola, perusahaan baru menunjuk Ignatius Harry Sumartono sebagai Sekretaris Perusahaan baru, sekaligus memperkuat komunikasi dengan investor dan regulator. Dari sisi finansial, liabilitas WIKA Beton turun sekitar 25% pada 2025 dan rasio utang terhadap ekuitas (DER) melandai ke kisaran 70%, menandakan struktur keuangan yang lebih sehat dan rentan terhadap tekanan likuiditas.
Dengan asumsi program efisiensi, optimalisasi pabrik eksisting, serta ketergantungan pada sektor infrastruktur yang berkelanjutan, banyak analis menilai WTON berpotensi menjaga momentum kinerja keuangan menuju fase pemulihan penuh dalam 2026, sekaligus menjadi katalis psikologis positif bagi harga saham di tengah sentimen sektor konstruksi yang fluktuatif.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer

































































