Kegiatan sinau wisata atau yang sering disebut dengan studi tour yang diselenggarakan oleh MTs Shifa’ Kalipare pada akhir bulan April kemarin menjadi momen istimewa bagi siswa kelas VIII yang terdiri dari dua kelas (8A dan 8B) dengan siswa pondok dan non-pondok. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran luar kelas, tetapi juga wadah untuk mempererat kebersamaan serta memberikan pengalaman belajar yang nyata dan bermakna.
Keberangkatan rombongan diawali dari depan Yayasan Shirothul Fuqoha’ II Kalipare. Sejak pagi hari, suasana penuh semangat sudah terlihat dari para siswa yang antusias mengikuti kegiatan dan orang tua non-pondok yang juga turut ikut mengantarkan dan menyaksikan keberangkatan putra putrinya. Sebanyak 13 guru turut mendampingi perjalanan ini, menjadikannya sebagai kegiatan (rekreasi atau studi tour) sekolah dengan jumlah guru pendamping terbanyak dibandingkan kegiatan sebelumnya yang biasanya diikuti kurang dari atau sama dengan 10 guru.
Destinasi Pertama: Agrowisata Bhakti Alam, Pasuruan
Destinasi pertama yang dikunjungi adalah Agrowisata Bhakti Alam di Pasuruan. Di tempat ini, siswa mengikuti berbagai kegiatan edukatif yang memberikan pengalaman belajar secara langsung.
Kegiatan diawali dengan edukasi pembuatan susu dan yogurt. Para siswa dikenalkan pada proses pengolahan susu hingga menjadi produk siap konsumsi. Menariknya, siswa juga diberi kesempatan untuk mencicipi susu secara gratis. Sebelum siswa melanjutkan kegiatannya, siswa dibebaskan untuk berbelanja di tempat oleh-oleh yang ada disana.
Selanjutnya, siswa diajak berkeliling kebun menggunakan kereta wisata untuk mengenal berbagai jenis buah-buahan. Mereka belajar mengenai jenis tanaman, cara perawatan, hingga manfaat buah bagi kesehatan.
Kegiatan berlanjut dengan praktik memerah susu sapi. Siswa dan guru mencoba secara langsung proses tersebut secara bergantian, sehingga menambah pengalaman unik yang jarang diperoleh di dalam kelas.
Tidak hanya itu, siswa juga mengikuti kegiatan menanam padi secara bersama-sama dengan Teknik menanam “nandur” menaman mundur. Aktivitas ini memberikan pemahaman tentang proses pertanian sekaligus menumbuhkan rasa menghargai kerja keras petani.
Sebagai penutup di lokasi pertama, siswa menikmati bonus dari pihak wisata untuk menaiki wahana rainbow slide secara bergantian yang menambah keseruan kegiatan. Setelah itu, kegiatan ditutup dengan makan siang bersama dan dilanjutkan dengan ganti pakaian sebelum melanjutkan perjalanan.
Destinasi Kedua: Wisata Sebani, Pandaan
Perjalanan dilanjutkan ke Wisata Sebani yang berada di Pandaan, Pasuruan. Setibanya di lokasi, siswa memulai kegiatan dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi. Setelah itu, siswa mencoba berbagai wahana baru yang tersedia di lokasi wisata. Antusiasme terlihat jelas saat mereka menikmati setiap permainan.
Kegiatan utama di tempat ini adalah berenang yang menjadi salah satu momen paling dinanti oleh para siswa. Rombongan tiba sekitar pukul 13.30 WIB, bertepatan dengan waktu di mana sebagian besar pengunjung mulai meninggalkan lokasi. Kondisi tersebut membuat suasana kolam relatif lebih sepi, terlebih karena kunjungan dilakukan pada hari Senin. Hal ini justru menjadi keuntungan tersendiri karena para siswa dapat menikmati fasilitas dengan lebih leluasa dan nyaman.
Para peserta kemudian diberi kebebasan untuk berenang sambil menikmati suasana hingga sore hari. Suasana kolam yang tidak terlalu padat membuat siswa lebih bebas bermain air, bercanda, maupun berinteraksi dengan teman-temannya. Tawa dan keceriaan begitu terasa, menciptakan momen kebersamaan yang hangat di antara mereka.
Menariknya, tidak hanya siswa yang menikmati kegiatan ini, tetapi juga para guru pendamping turut berbaur dan ikut berenang bersama siswa. Beberapa guru dan siswa tampak mencoba wahana perosotan yang tersedia, sehingga suasana semakin cair dan penuh keakraban. Interaksi yang terjalin antara guru dan siswa dalam suasana santai ini menjadi pengalaman yang berbeda dari kegiatan pembelajaran di kelas.
Sementara itu, beberapa guru lainnya tetap menjalankan peran pengawasan dengan menjaga barang bawaan siswa dan guru di gazebo yang telah disediakan. Hal ini menunjukkan adanya pembagian tugas yang baik demi menjaga keamanan dan kenyamanan seluruh peserta selama kegiatan berlangsung.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana rekreasi, tetapi juga sebagai bentuk penyegaran fisik dan pikiran setelah menjalani rangkaian aktivitas sebelumnya. Dengan suasana yang lebih tenang dan kebersamaan yang terjalin erat, pengalaman berenang ini menjadi salah satu momen paling berkesan dalam kegiatan sinau wisata.
Kunjungan Tambahan: Makam Sesepuh Pemilik Yayasan, Beji
Menjelang petang, rombongan melanjutkan perjalanan dengan melakukan kunjungan tambahan ke makam sesepuh pemilik yayasan yang berada di wilayah Beji, Pasuruan. Kunjungan ini menjadi salah satu momen yang sarat makna, karena tidak hanya berfokus pada kegiatan rekreasi dan edukasi, tetapi juga memperkuat nilai-nilai spiritual para siswa. Setibanya di lokasi, seluruh peserta bersama guru pendamping melaksanakan doa bersama dengan penuh khidmat sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu yayasan.
Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk mengenang jasa para pendiri sekaligus menumbuhkan sikap religius seperti rasa syukur dan kepedulian. Suasana yang tenang dan penuh kekhusyukan memberikan pengalaman berbeda bagi siswa, sehingga kegiatan ini tidak hanya menjadi kunjungan biasa, tetapi juga bagian penting dalam membentuk karakter dan kesadaran spiritual mereka.
Destinasi Ketiga: Makam Sunan Ampel, Surabaya
Destinasi terakhir dalam rangkaian kegiatan sinau bareng ini adalah kawasan religi Makam Makam Sunan Ampel. Setibanya di lokasi, seluruh siswa dan guru pendamping melaksanakan doa bersama dengan penuh khidmat. Suasana yang tenang dan religius memberikan nuansa berbeda setelah seharian melakukan berbagai aktivitas, sehingga menjadi momen refleksi yang bermakna bagi seluruh peserta.
Setelah kegiatan doa selesai, para siswa diberi kesempatan untuk berkeliling di area sekitar makam. Mereka memanfaatkan waktu tersebut untuk membeli berbagai oleh-oleh khas yang tersedia di kawasan wisata religi, mulai dari makanan, aksesoris, hingga pakaian. Kegiatan ini juga menjadi pengalaman tersendiri bagi siswa dalam mengenal suasana pusat wisata religi yang cukup ramai dan beragam.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh peserta melaksanakan makan malam bersama. Momen ini dimanfaatkan untuk beristirahat sekaligus menikmati kebersamaan setelah seharian beraktivitas. Dengan suasana santai dan penuh kehangatan, kegiatan makan malam menjadi penutup yang sempurna, sekaligus mengakhiri perjalanan sinau bareng yang penuh pengalaman, pembelajaran, dan kenangan berharga.
Penutup
Seluruh rangkaian kegiatan sinau bareng ini berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh keseruan. Para siswa tampak menikmati setiap kegiatan, mulai dari pembelajaran edukatif, rekreasi, hingga kegiatan spiritual.
Salah satu guru pendamping menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme siswa selama kegiatan berlangsung. “Kegiatan ini sangat positif karena siswa bisa belajar langsung dari pengalaman. Tidak hanya pengetahuan, tetapi juga sikap kebersamaan dan tanggung jawab mereka terlihat berkembang,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu siswa kelas VIII juga mengungkapkan kesan bahagianya mengikuti kegiatan ini. “Kegiatannya seru banget, apalagi waktu di Bhakti Alam bisa mencoba memerah susu dan naik rainbow slide. Di Sebani juga seru karena bisa berenang sama teman-teman,” ungkapnya dengan antusias.
Siswa lainnya juga menambahkan bahwa kunjungan ke Makam Sunan Ampel menjadi pengalaman yang berbeda. “Selain jalan-jalan, kita juga bisa berdoa bersama. Rasanya lebih lengkap karena ada ilmu, hiburan, dan juga kegiatan ibadah,” tuturnya.
Kehadiran 13 guru pendamping menjadi bukti dukungan penuh dari pihak sekolah dalam menyukseskan kegiatan ini. Selain memberikan pengalaman belajar yang berbeda, kegiatan ini juga memperkuat kebersamaan antara siswa dan guru.
Melalui sinau bareng ini, diharapkan siswa dapat memperoleh wawasan yang lebih luas, pengalaman nyata di luar kelas, serta kenangan indah yang tidak terlupakan bersama teman dan guru.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer



































































