PANGURURAN, SAMOSIR – Di tengah gempuran tren musik modern dan digitalisasi, puluhan generasi muda di Samosir justru memilih kembali ke akar budaya mereka. Bertempat di Ruang Pertemuan SMA Negeri 1 Pangururan, suasana sekolah mendadak magis saat petikan Hasapi dan liukan nada Seruling Batak bergema kompak di tangan para pelajar.
Mereka adalah para peserta Pendidikan Kilat (Diklat) intensif bertajuk Teknik dan Cara Memainkan Alat Musik Tradisional Batak: Seruling dan Hasapi yang digelar secara kolaboratif demi menjaga api kelestarian warisan leluhur Toba.
Tidak tanggung-tanggung, diklat ini menghadirkan dua maestro muda sekaligus praktisi musik tradisional Batak Toba, Julasben Simamora dan Wilson Deny Lumbantoruan. Melalui pendekatan yang segar, santai, dan interaktif, kedua narasumber ini berhasil mematahkan stigma bahwa musik tradisi itu kuno atau membosankan.
Alat musik tradisional seperti Seruling dan Hasapi bukan sekadar instrumen penghasil nada, melainkan identitas, jiwa, dan warisan luhur masyarakat Batak yang harus terus bergaung. Ketika anak muda memegang alat musik ini, mereka sedang memegang identitas bangsa yang tidak dimiliki belahan dunia lain. Di era digital, ini adalah kebanggaan dan \’senjata\’ budaya kita! ujar Julasben Simamora dan Wilson Deny dengan penuh semangat saat membakar motivasi para siswa.

Antusiasme peserta memuncak saat simulasi sesi praktis dimulai. Para pelajar tampak sangat serius namun ceria mempelajari teknik dasar penempatan jemari, olah napas untuk meniup seruling, hingga menjaga ritme konstan p etikan Hasapi. Acara yang berlangsung interaktif ini juga diwarnai dengan pemberian penghargaan khusus berupa cenderamata unik bagi para peserta yang paling aktif dan cepat menguasai teknik dasar memainkan alat musik tersebut.

Melalui gebrakan budaya ini, SMA Negeri 1 Pangururan berhasil mengirimkan pesan kuat dari jantung Pulau Samosir: bahwa kemajuan zaman tidak dapat menenggelamkan jati diri bangsa. Diharapkan, langkah nyata dari pelatihan ini menjadi pemantik konsistensi bagi generasi muda di kawasan Danau Toba untuk terus bangga melahirkan penjaga gerbang masa depan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer



































































