SUKOHARJO, 30 Mei 2026 – Dalam upaya merespons tantangan krisis iklim melalui pendekatan yang humanis dan berbudaya, Yayasan Kiblat Abinaya Indonesia (YAKABI) kembali meluncurkan aksi nyata. Pada Sabtu (30/5/2026), sebanyak seratus pemuda disabilitas di Kabupaten Sukoharjo dilibatkan secara aktif dalam “Workshop & Pelatihan Intensif Produksi Topeng Wayang Limbah Kertas” yang diselenggarakan di Sanggar Inklusi Permata Hati, Desa Jatisobo, Kecamatan Polokarto.
Kegiatan strategis ini merupakan jantung dari implementasi program “Pemanfaatan Limbah Kertas Menjadi Topeng Wayang Bernilai Ekonomi bagi Pemuda Disabilitas di Kabupaten Sukoharjo”. Inisiatif pemberdayaan lintas sektor ini terwujud melalui dukungan penuh Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, yang bersumber dari pendanaan Forestry and Other Land Use Norway’s Contribution 4.
Ketua Yayasan Kiblat Abinaya Indonesia (YAKABI), Fadhel Moubharok Ibni Faisal, menyoroti bahwa tahap produksi ini adalah pembuktian riil dari gagasan ekonomi hijau. Menurutnya, limbah tidak seharusnya berakhir di tempat pembuangan akhir dan menghasilkan gas metana, melainkan dapat direkayasa menjadi produk bernilai guna.
“Fase ini adalah titik balik di mana sampah kertas yang tidak berharga bertransformasi menjadi komoditas seni. Melalui dukungan BPDLH dan inisiatif Forestry and Other Land Use Norway’s Contribution 4, kami merancang sebuah ekosistem di mana kawan-kawan disabilitas bukan lagi sekadar penonton, melainkan agen perubahan iklim. Tangan-tangan mereka membuktikan bahwa pelestarian lingkungan dan kemandirian ekonomi dapat diwujudkan secara bersamaan melalui pendekatan seni tradisi,” urai Fadhel.
Untuk menjamin mutu dan nilai artistik produk, YAKABI menggandeng Drs. Rus Hardjanto atau akrab disapa Mbah Jantit, seorang maestro seni rupa topeng terkemuka dari Omah Topeng Langdhawur. Para peserta diajarkan teknik formulasi bubur kertas (pulp) dengan rasio perekat yang presisi, hingga metode pencetakan pada matriks wajah wayang yang telah disiapkan.
“Kesenian adalah bahasa universal yang menembus batas fisik. Saya sangat takjub melihat ketangguhan dan sensitivitas artistik yang ditunjukkan oleh anak-anak disabilitas ini. Detail cetakan yang mereka hasilkan sangat luar biasa dan rapi. Mereka membuktikan bahwa dengan pendampingan yang tepat, limbah kertas dapat dilahirkan kembali menjadi topeng wayang berkarakter kuat yang layak dipasarkan di kancah nasional,” tegas Mbah Jantit mengapresiasi karya peserta.
Pelaksanaan program yang konsisten ini turut menuai apresiasi dari Ketua Sanggar Inklusi Permata Hati, Listri Sedyaningsih. Ia menilai kegiatan ini memberikan warna baru bagi aktivitas pemberdayaan di sanggarnya.
“Program dari YAKABI ini sangat komprehensif. Kami sangat berterima kasih karena sanggar ini dipercaya menjadi pusat kreativitas. Melihat anak-anak kami berbaur, tertawa lepas sambil meremas adonan kertas, adalah pemandangan yang sangat menghangatkan hati. Ini adalah ruang aman yang memantik potensi terbesar mereka,” kata Listri.
Dampak positif kegiatan ini rupanya melampaui aspek ekonomi dan ekologi. Suyanti, selaku Pendamping Inklusi, mengonfirmasi adanya manfaat terapeutik yang dialami langsung oleh para peserta selama proses produksi berlangsung.
“Secara medis dan psikologis, tahapan menghancurkan kertas dan mencetak adonan ini merupakan sarana terapi motorik halus yang sangat brilian. Selain menstimulasi saraf sensorik, kegiatan mencetak topeng ini melatih kesabaran, daya juang, dan ketelitian. Kebanggaan yang terpancar dari mata mereka saat cetakan topengnya berhasil wujud adalah capaian psikologis yang tidak ternilai,” terang Suyanti.
Ke depannya, ratusan purwarupa topeng wayang tersebut akan memasuki tahap pengeringan alami dan pewarnaan detail. Rangkaian ini akan berlanjut pada pembekalan strategi pemasaran digital, sebelum dipuncaki dengan pameran akbar bertajuk Gelar Karya Seni Budaya Ekologis pada akhir Juni mendatang.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer



































































