Bantul, Yogyakarta – Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bersama Yayasan Aksi Konservasi Yogyakarta melakukan penanaman pandan laut di Pantai Pelangi, Desa Parangtritis, Kabupaten Bantul, Jumat (10/4/2026). Kegiatan ini bertujuan mengurangi risiko abrasi pantai sekaligus mendukung konservasi penyu yang menjadikan kawasan tersebut sebagai habitat bertelur.
Pantai selatan Jawa, khususnya kawasan Parangtritis, menghadapi ancaman abrasi yang cukup serius. BPBD Kabupaten Bantul mencatat garis pantai terus mengalami pengikisan akibat gelombang laut, kenaikan muka air laut, dan berkurangnya vegetasi pelindung alami. Kondisi tersebut tidak hanya mengancam ekosistem pesisir, tetapi juga aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor pariwisata.
Kegiatan yang mengusung tema “Sabuk Hijau Pantai Pelangi: Gerakan Penanaman Pandan Laut untuk Mencegah Abrasi dan Konservasi Penyu dalam Mendukung SDGs 11, 13, 14, dan 15″ ini terlaksana bersama dengan Yayasan Aksi Konservasi Yogyakarta. Selain melakukan penanaman, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir.
Rangkaian kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB dengan perjalanan menuju Pantai Pelangi. Setelah tiba di Pantai Pelangi, peserta mengikuti sambutan dari perwakilan Yayasan Aksi Konservasi Yogyakarta dan mendapatkan edukasi singkat mengenai abrasi, tanaman pandan laut, teknik penanaman, perubahan iklim, serta konservasi penyu. Kemudian peserta langsung mengambil alat dan bibit pandan laut untuk memulai. Kegiatan penanaman berlangsung hingga pukul 10.40 WIB.
Peserta, termasuk mahasiswa dari prodi Ilmu Komunikasi, menunjukkan antusiasme tinggi. “Ini pengalaman pertama saya menanam pandan laut. Saya baru tahu akar tanamannya bisa sekuat itu untuk cegah abrasi,” kata salah satu peserta, Shinta Nur Wulandari, mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UNY, Jumat (10/4/2026).
“Saya senang bisa ikut terlibat langsung dalam kegiatan ini karena selain menambah pengalaman, juga dapat ikut berkontribusi menjaga lingkungan sekitar pantai,” tambah Nazhwa Aliya Putri, mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UNY, Jumat (10/4/2026).
“Ternyata menanam di area pantai memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan menanam di tanah biasa. Ini menjadi pengalaman baru bagi saya,” ujar Arif Budi Prasetyo, mahasiswa UNY, Jumat (10/4/2026).
Pandan laut (Pandanus tectorius) merupakan salah satu tanaman pesisir yang memiliki kemampuan adaptasi tinggi terhadap lingkungan pantai. Sistem akar tunjangnya yang kuat mampu membantu menahan pergerakan pasir dan mengurangi laju erosi akibat gelombang laut. Selain berfungsi sebagai pelindung alami pantai, pandan laut juga memiliki peran penting dalam mendukung konservasi penyu.
“Akar tunjangnya dapat menjalar hingga 2–3 meter sehingga mampu mengikat tanah berpasir dan membantu mengurangi erosi akibat gelombang laut,” jelas perwakilan Yayasan Aksi Konservasi Yogyakarta saat membuka kegiatan, Jumat (10/4/2026).
Pantai Pelangi dikenal sebagai salah satu lokasi konservasi penyu di Yogyakarta, terutama bagi Penyu Hijau (Chelonia mydas) dan Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata) yang termasuk satwa yang dilindungi oleh undang-undang. Penyu membutuhkan vegetasi pantai yang stabil untuk membuat sarang. Naungan daun pandan laut membantu mengatur suhu sarang, yang menentukan jenis kelamin tukik (anak penyu).
“Kegiatan seperti ini membuktikan bahwa aksi kecil mahasiswa bisa berdampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat sekitar,” ujar Muhammad Fawwaz Arifin, mahasiswa UNY, Jumat (10/4/2026).
Gerakan penanaman pandan laut ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), SDG 14 (Ekosistem Laut), dan SDG 15 (Ekosistem Daratan). Dengan memperkuat vegetasi pesisir, kawasan pantai menjadi lebih tangguh terhadap dampak perubahan iklim sekaligus mendukung keberlangsungan keanekaragaman hayati.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak masyarakat, pemerintah daerah, serta lembaga konservasi. Upaya sederhana seperti menanam vegetasi pesisir dapat menjadi langkah nyata dalam menjaga lingkungan dan mewariskan ekosistem yang sehat bagi generasi mendatang.
“Saya harap program ini berlanjut dengan monitoring rutin, supaya tanaman ini benar-benar tumbuh dan melindungi pantai dalam jangka panjang,” pungkas Gabriel Arika, salah satu mahasiswa UNY, Jumat (10/4/2026).
Setiap bibit yang ditanam hari ini bukan sekadar tanaman, melainkan investasi jangka panjang untuk melindungi garis pantai, menjaga habitat satwa langka, dan mewujudkan masa depan yang lebih hijau serta berkelanjutan.
Dokumentasi kegiatan:




Penulis dan tim pelaksana: Nazhwa Aliya Putri, Arif Budi Prasetyo, Muhammad Fawwaz Arifin, Shinta Nur Wulandari, Gabriel Arika, dan Jeremya Eliaezar Belmiro El-Yafits
Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Negeri Yogyakarta.
Tagar #PantaiPelangi #PandanLaut #Abrasi #KonservasiPenyu #SDGs #UNY #Yogyakarta #Bantul #LingkunganHidup #PesisirJawa
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer



































































