SIARAN BERITA. Yogyakarta – Pada tanggal 10 April 2026, sekelompok mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Kelas E Universitas Negeri Yogyakarta mengikuti kegiatan menanam pandan laut sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan ini diselenggarakan oleh sebuah komunitas Yayasan Aksi Konservasi Yogyakarta yang dilaksanakan di Pantai Pelangi, Kabupaten Bantul. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari proyek mata kuliah Pendidikan Pembangunan Berkelanjutan mahasiswa rombel E Ilmu Komunikasi. Berfokus pada SDGs 13 mengenai penanganan perubahan iklim dan SDGs 14 mengenai pelestarian ekosistem laut yang bertujuan untuk meningkatkan kepedulin anak muda terhadap pelestarian lingkungan di wilayah pesisir.
Seperti yang kita tahu, daerah pesisir merupakan kawasan yang rentan terhadap abrasi, perubahan iklim, serta aktivitas manusia yang lalai dalam memperhatikan kelestarian alam. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian dan ekosistem pantai adalah dengan penanaman pandan laut. Tanaman pandan laut sendiri, dapat membantu menahan pasir, mengurangi dampak abrasi, dan menjaga kestabilan ekosistem di wilayan pantai.
Dengan mengikuti kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mendapat pengetahuan teoritis mengenai pembangunan berkelanjutan, tetapi juga mendapat pengalaman langsung mengenai upaya pelestarian lingkungan. Harapannya kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai pentingnya menjaga kelestarian dan ekosistem pesisir, serta membangun rasa tanggung jawab dalam kehidupan sosial dan lingkungan.
Kegiatan penanaman pandan laut ini dilaksanakan di Pantai Pelangi, Kabupaten Bantul pada tanggal 10 April 2026, yang diikuti oleh 25 mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Yogyakarta yang terbagi menjadi beberapa kelompok. Kegiatan dimulai pada jam 9 pagi yang diawali dengan doa bersama dan penjelasan mengenai konservasi penanaman pandan laut yang dijelaskan okeh pihak YAKY. Setelah itu peserta langsung melaksanakan praktik penanaman pandan laut menggunakan tunas dan alat-alat yang sudah disediakan penyelenggara. Pihak YAKY pun turut membantu mengarahkan di daerah mana peserta harus menanam pandan laut sembari memberikan informasi mengenai kawasan-kawasan yang sudah ditanami pandan laut. Setelah praktik selesai, peserta beristirahat sambil berbincang bincang dengan pemandu dari YAKY, beberapa kelompok juga terlihat mewawancarai penyelenggara mengenai kegiatan yang diadakan.

“Harapan saya ke depannya, penanaman pandan laut ini tidak hanya menjadi kegiatan sementara atau (volunteer), tetapi bisa terus berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan. Kegiatan ini juga berkaitan dengan SDGs, khususnya SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim dan SDG 14 tentang ekosistem laut, karena pandan laut dapat membantu melindungi pantai dari abrasi serta menjaga kelestarian wilayah pesisir. Semoga melalui kegiatan ini, kita semua semakin sadar pentingnya menjaga lingkungan demi keberlanjutan bersama.” ujar Nindy salah satu mahasiswa peserta voulenteer.
Kegiatan penanaman pandan laut memberikan dampak positif bagi lingkungan pesisir maupun mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Dari aspek lingkungan, penanaman pandan laut berperan dalam membantu mengurangi abrasi pantai, menjaga kestabilan pasir pesisir, serta mendukung kelestarian ekosistem pantai. Keberadaan vegetasi pantai juga menjadi salah satu upaya konservasi yang penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan di kawasan pesisir.
Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa mengenai pentingnya pelestarian alam dan pembangunan berkelanjutan. Melalui keterlibatan dalam kegiatan volunteer, mahasiswa memperoleh pengalaman nyata terkait aksi konservasi lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran dan rasa tanggung jawab terhadap kondisi lingkungan sekitar. Kegiatan ini juga mendorong mahasiswa untuk lebih peduli terhadap isu-isu lingkungan yang terjadi di masyarakat.
Kegiatan penanaman pandan laut merupakan bentuk implementasi dari mata kuliah Pendidikan Pembangunan Berkelanjutan yang menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam mendukung keberlanjutan lingkungan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memahami konsep pembangunan berkelanjutan secara teoritis, tetapi juga menerapkannya secara langsung melalui aksi konservasi di kawasan pesisir.
Kegiatan ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim dan SDG 14 mengenai pelestarian ekosistem laut. Penanaman pandan laut menjadi salah satu upaya dalam menjaga kawasan pesisir dari abrasi serta membantu mempertahankan keseimbangan ekosistem pantai. Selain itu, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan volunteer menunjukkan peran generasi muda sebagai agen perubahan yang mampu berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami konsep pembangunan berkelanjutan secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam tindakan nyata untuk mendukung kelestarian lingkungan.
penulis : Aya, Debi, Nindy, Yafi
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Yogyakarta
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































