SURABAYA, 5 JUNI 2026 – Mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur dari mata kuliah Agama Islam sukses melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Penyuluhan Moderasi Beragama di Sekolah Menengah” pada Kamis, 5 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di SMP Al-Islah, Jl. Gn. Anyar Tengah No. 22–24, Kecamatan Gunung Anyar, Surabaya, ini membidik siswa sekolah menengah sebagai generasi penerus yang diharapkan mampu menjadi agen toleransi di lingkungannya.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya potensi intoleransi dan kurangnya pemahaman mengenai keberagaman agama di kalangan pelajar sekolah khusus beragama Islam. Di tengah kondisi masyarakat yang multikultural, sikap saling menghormati antarumat beragama menjadi kebutuhan mendasar yang perlu ditanamkan sejak dini. Sebab generasi muda rentan terpapar narasi eksklusif dan sikap diskriminatif. Sekolah dipilih sebagai lokasi strategis karena menjadi ruangan pertama di mana pelajar berinteraksi. Oleh karena itu, tim mahasiswa merancang program penyuluhan yang tidak hanya informatif, tetapi juga partisipatif dan aplikatif bagi para siswa.
Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi mengenai moderasi beragama dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus membentuk karakter siswa yang menghargai perbedaan. Materi yang disampaikan mencakup pengertian toleransi umat beragama, dasar-dasar toleransi dalam kehidupan beragama, bentuk-bentuk toleransi di lingkungan sekolah dan masyarakat, manfaat toleransi, dampak kurangnya toleransi, peran generasi muda dalam menjaga toleransi, serta landasan toleransi dalam berbagai agama. Seluruh materi disusun secara sistematis dan dikemas dalam presentasi yang mudah dipahami oleh siswa sekolah menengah.
Metode Pemberdayaan
Rangkaian kegiatan diawali dengan Pembukaan pada pukul 07.00 yang dipandu oleh MC, dilanjutkan sesi Ice Breaking selama tujuh menit guna mencairkan suasana kelas sebelum memasuki materi inti. Sesi selanjutnya, pemateri memberikan Pre-test kepada para siswa selama sepuluh menit untuk mengukur pemahaman awal mereka mengenai moderasi beragama dan toleransi.

Memasuki sesi inti, pemateri menyampaikan materi utama dan memandu diskusi dua arah selama 25 menit. Metode yang diterapkan memadukan presentasi dengan diskusi interaktif, permainan peran (role play) yang menggambarkan situasi kehidupan sehari-hari terkait keberagaman, serta sesi tanya jawab yang mendorong siswa berpikir kritis. Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan Games “Setuju atau Tidak” selama 15 menit yang dipandu oleh MC, sebuah permainan interaktif yang mengajak siswa merespons pernyataan-pernyataan terkait toleransi secara langsung. Suasana kelas yang hidup mencermintan keterlibatan aktif peserta dalam memproses nilai-nilai yang telah disampaikan.
“Kami ingin para siswa tidak hanya memahami toleransi sebagai teori, tetapi benar-benar merasakannya melalui pengalaman langsung dalam kegiatan ini. Nilai moderasi beragama harus tumbuh dari pemahaman, bukan sekadar hafalan,” ujar koordinator tim pemateri dalam sambutannya.

Kreativitas siswa diasah melalui aktivitas Mading Toleransi. Dalam sesi ini, siswa diajak menempelkan contoh sikap toleransi pada sebuah mading toleransi, menunjukkan nilai-nilai yang dipelajari tervisualisasikan secara nyata. Sebagai evaluasi akhir, Post-test diberikan untuk mengukur peningkatan pemahaman siswa setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Acara ditutup secara resmi oleh MC pada pukul 08.30 dan diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama.
Hasil Pemberdayaan
Kegiatan penyuluhan ini menunjukkan hasil yang positif dan terukur. Berdasarkan perbandingan hasil pre-test dan post-test, siswa menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan mengenai konsep moderasi beragama. Mereka mampu mengidentifikasi contoh-contoh perilaku toleransi di lingkungan sekolah, baik dalam kehidupan sehari-hari bersama teman sebaya maupun dalam konteks perbedaan keyakinan. Diskusi yang berlangsung selama sesi pemaparan materi berjalan aktif, dengan banyak siswa yang mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman terkait keberagaman yang mereka temui.
Permainan peran dan Games “Setuju atau Tidak” terbukti efektif dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna. Siswa tampak lebih antusias dan terlibat aktif ketika materi disajikan secara interaktif. Secara keseluruhan, terjadi peningkatan sikap saling menghormati dan kesadaran toleransi antarindividu yang terlihat dari dinamika interaksi siswa selama kegiatan berlangsung.
Harapan ke Depan
Tim mahasiswa berharap nilai-nilai moderasi beragama yang telah ditanamkan dapat diterapkan oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat luas. Program ini sekaligus menjadi bukti nyata kontribusi akademik UPN “Veteran” Jawa Timur dalam mendukung agenda strategis nasional untuk penguatan moderasi beragama yang inklusif, toleran, dan cinta damai. Keberhasilan kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model yang dapat direplikasi di sekolah-sekolah lain di seluruh Indonesia.
Oleh:
Anggota Kelompok :
1. Muthia Safitri (24032010116)
2. Sulthon Bajrayekti (24032010138)
3. Kharisma Maulidya Sania (25033010010)
4. Zahra Kamila (25033010017)
5. Zaldie Atala Prabowo (25033010024)
6. Raihani Dwi Oktavia (25033010031)
7. Shelania Zuanita (25033010033)
8. Tsukiko Shiori Anasatta (25033010150)
9. Fani Ayu Ramadhani (25033010159)
Universitas UPN “Veteran” Jawa Timur
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































